Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Mia Tresetyani, Pramugari Sriwijaya Air Sempat Minta Bersihkan Rumah

Bali Tribune / Pramugari Sriwijaya Air, Mia Tresetyani dan Ayahnya, Zet Wadu
balitribune.co.id | Denpasar - Ada permintaan yang menarik dari seorang pramugari Sriwijaya, Mia Tresetyani Wadu (23). Dua pekan sebelum pesawat tujuan Jakarta - Pontiak yang diawakinya jatuh, ia menghubungi ayahnya Zet Wadu di Bali untuk membersihkan rumah. Sebab, ia rencana cuti bulan Januari 2021 ini dan berencana pulang ke rumahnya di kawasan Jalan Tukad Gangga Renon, Denpasar. 
 
"Sebenarnya Natal kemarin, tetapi karena dia tidak dapat cuti dari perusahaannya sehingg rencananya cuti bulan Januari ini (2021, red). Dua minggu lalu dia telepon ke Bapaknya minta bersihkan rumah karena dia mau pulang cuti dengan temannya, tetapi tanggalnya belum tahu. Dan Bapaknya sudah memenuhi permintaan dia, sudah melakukan renovasi kamar," ungkap Ketua I Paguyuban Sabu Raijua, NTT, Jhoni Lay yang dikonfirmasi Bali Tribune.
 
Dikatakan Jhoni Lay, pihak keluarga tidak mendapatkan tanda atau firasat khusus terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya tujuan Jakarta - Pontianak itu. Pihak keluarga mendapat kabar terakhir dari bungsu dua bersaudara itu pada pukul 15.00 Wita.
 
"Biasanya, mau take off atau landing dia selalu kabari orang tuanya. Tetapi kemarin (hari Sabtu, 9/1), kabar terakhir dari dia jam tiga sore bilang ke orang tuanya ada tugas keluar kota," terangnya.
 
Jhoni Lay mewakili pihak keluarga sangat berharap agar gadis berdarah Sabu, NTT - Bali itu segera dapat ditemukan.
 
"Tentunya kami dari keluarga berharap segera ditemukan, baik dalam kondisi utuh atau tidak. Sebentar (hari ini, red), jam lima sore kami ada doa di rumahnya. Kami mohon dukungan doa dari semua pihak," harapnya.
wartawan
Bernard MB.
Category

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.