Minimalisasi Risiko Penularan Covid-19, BI Ajak Masyarakat Lakukan Transaksi Non Tunai Gunakan QRIS | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 30 Oktober 2020
Diposting : 24 September 2020 20:23
Arief Wibisono - Bali Tribune
Bali Tribune / SOFT LAUNCHING - Sosialisasi dan penerapan Digitalisasi Pembayaran Kawasan Wisata dan Soft Launching Web Pasar se-Bali Menyambut Tatanan Era Baru di Kebun Raya Bali, Bedugul, Tabanan, Kamis (24/9).

balitribune.co.id | DenpasarSecara khusus Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, mengajak masyarakat untuk senantiasa tertib dan disiplin dalam menerapkan himbauan pemerintah, khususnya tertib menggunakan masker dan sebisa mungkin melakukan transaksi pembayaran secara non tunai menggunakan QRIS untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19.  

“Bersama-sama kita mampu memutus rantai penularan Covid-19 ini dan siap beradaptasi, siap bertransformasi untuk Bali Bangkit,” sebut Trisno Nugroho, ketika menghadiri “Digitalisasi Pembayaran Kawasan Wisata dan Soft Launching Web Pasar se-Bali Menyambut Tatanan Era Baru” di Kebun Raya Bali, Bedugul, Tabanan, Kamis (24/9). 

Selain dihadiri Gubernur Bali, I Wayan Koster, hadir juga antara lain, Ananda R. Mooy (Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Regional 8 Bali-Nusra), Didit Okta Pribadi (Kepala Kebun Raya Bali), Ida Bagus Ketut Subagia (Pemimpin Wilayah BRI Denpasar).

Kegiatan sosialisai pembayaran non tunai ini, menurut Trisno Nugroho termasuk penggunaan platform online, penggunaan kurir daring, penggunaan cara pembayaran nontunai, dan penurunan mobilitas dan aktivitas sosial di ruang publik, semata-mata  memudahkan proses transaksi dan meningkatkan layanan kepada masyarakat, digitalisasi juga memudahkan pendataan, transaksi data yang secara otomoatis tercatat dapat dijadikan acuan sebagai acuan data omzet bagi pedagang, sedangkan data komoditas yang tercipta juga kedepan akan sangat bermanfaat bagi Pemerintah Daerah serta Bank Indonesia dalam  memantau tingkat inflasi.  

Dikatakan, saat ini pasar-pasar di Bali sudah mulai beradaptasi dengan menyediakan layanan đigital di mana pembeli dapat melakukan belanja di pasar-pasar tersebut dari rumah hanya dengan menggunakan smartphone. Dan salah satunya adalah melalui program web pasar dari Bank BRI ini. Oleh karena itu, Bank Indonesia sangat mendukung program web pasar yang merupakan program nasional BRI guna memfasilitasi pasar-pasar tradisional untuk dapat bertahan secara online dan bertahan dimasa pandemi, di mana seluruh proses  bisnisnya mulai dari pemesanan hingga pembayaran dapat dilakukan melalui pemanfaatan situs web hingga aplikasi messaging seperti whatsapp.  

“Pasar bisnis model ini juga mengintegrasikan layanan logistik, e-commerce dan pemasaran digital hingga pembayaran berbasis QR Code atau QRIS,” tukasnya. 

Dengan adanya digitalisasi secara end-to-end seperti program web pasar diharapkan semakin dapat membangkitkan aktivitas pedagang pasar dan UMKM di Bali karena jangkauannya akan semakin luas serta membangkitkan perekonomian Bali.  

Selain itu, program ini juga sejalan dengan program Pemerintah Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diluncurkan Presiden pada 14 Mei 2020 lalu, dimana salah satu tujuannya adalah agar lebih banyak UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital dengan target tambahan  berupa 2 juta UMKM melakukan transaksi digital.  

“Tentunya ini bisa dicapai jika akseptansi dan penggunaan digitalisasi tersebut terus mendukung seluruh masyarakat,” ujar Trisno Nugroho.

Web pasar ini  menunjukkan bahwa kebijakan Bank Indonesia bertajuk QRIS ternyata telah menjadi salah satu solusi untuk bertransaksi aman dan sehat  ditengah pandemi Covid-19.  QRIS bersifat contactless serta mampu meminimalisir transaksi tatap muka dan mendukung jarak fisik.  

“QRIS juga sangat mudah diterapkan diseluruh sektor ekonomi terutama sektor perdagangan retail seperti pasar karena sangat CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Handal),” imbuhnya. 

Ia juga meyakini QRIS dan berbagai inovasinya dapat diterapkan oleh seluruh pedagang pasar dan UMKM di Bali, berdasarkan data, jumlah pedagang yang menyediakan fasilitas pembayaran QRIS di Provinsi Bali hingga 18 September 2020 tercatat sebanyak 132.147 pedagang, meningkat 419% dibandingkan dengan awal tahun 2020. Dimana  107% dari jumlah merchant QRIS tersebut terbentuk selama masa pandemi sejak Maret 2020. 

“Selain itu untuk meningkatkan roda perekonomian ditengah pandemi ini, Bank Indonesia juga meningkatkan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS sebesar 0% yang semula berlaku sampai dengan September 2020  menjadi akhir Desember 2020,” tuturnya, seraya menambahkan, kebijakan tersebut ditujukan untuk segmen pedagang mikro dan pedagang sosial keagamaan.  Hal ini diharapkan dapat mengakses biaya transaksi oleh pedagang UMKM yang sangat terdampak dengan adanya penurunan kinerja ekonomi di Bali.  

“Kami sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Kota/Kabupaten se-Bali yang telah senantiasa mendorong pemulihan ekonomi Bali.  Tidak lupa apresiasi kami sampaikan juga kepada Bank BRI yang terus berinovasi dan tanpa hentinya mendukung Bank Indonesia dalam percepatan perluasan QRIS di Provinsi Bali.  Dan yang terakhir, kepada para pengelola dan pedagang pasar agar selalu optimis menghadapi kondisi saat ini, terus semangat berinovasi dan berlomba mengambil alih peluang yang ada,” tutup Trisno Nugroho.