Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Nasib Tersangka Gita Gunawan, Titipkan Uang Pengganti, Penghasilan di Dewan Dipangkas

PENGGANTI - Penitipan uang pengganti tersangka Gede Gita Gunawan di BRI Klungkung disaksikan pejabat penyidik Kejaksaan Klungkung.

BALI TRIBUNE - Benar-benar apes nasib anggota Dewan Klungkung Gede Gita Gunawan. Setelah ditahan di Rutan Klungkung, tersangka  dugaan korupsi proyek biogas. Rupanya dirinya sadar bagaimana agar bisa terlepas dari jeratan kasus hukum yang menimpanya. Melalui pengacaranya, Pande Made Sugiarta, Gita akhirnya memilih menitipkan uang pengganti Rp 792.912.654 di rekening penitipan milik Kejaksaan Negeri Klungkung pada BRI Cabang Klungkung, Rabu (12/12) lalu. Uang sebanyak itu, sepeser pun tidak ada kurang, sesuai dengan kerugian negara sebesar Rp  792.912.654, sesuai hasil penghitungan BPK. Bisa jadi Gita Gunawan berharap dengan menitip uang pengganti itu ,berharaf nantinya majelis hakim bisa  mempetimbangkan memvonis ringan dirinya atau memungkinkan bisa bebas murni. Tapi jika dinyatakan terbukti bersalah oleh pengadilan.  Di lain pihak Kasi Intel Kejaksaan Negeri Klungkung Gusti Ngurah Anom Sukawinata bersama Kasi Pidana Khusus Kadek Wira Atmaja, menyatakan  penitipan uang pengganti tidak serta merta menghentikan proses hukum dugaan korupsi proyek biogas. “Proses hukumnya tetap berlanjut, apalagi berkas dakwaan sudah siap tinggal melimpahkan ke pengadilan,” beber Gusti Anom Sukawinata.   Jaksa new comer di Kejari Klungkung ini mengatakan, titipan uang pengganti itu dari Gita Gunawan bersama istrinya, Thiarta Ningsih yang juga ikut ditetapkan jadi tersangka dalam kasus ini. Titipan uang pengganti ini belum bisa dikatakan sebagai bentuk pengembalian kerugian negara oleh tersangka. “Belum bisa (dikatakan pengembalian), karena belum proses persidangan. Kami tetap menghormati asas praduga tidak bersalah,” tegasnya. Tapi, jaksa berbody tegap ini melihat titipan uang pengganti itu sebagai bentuk itikad baik dari kedua tersangka, jika nantinya divonis bersalah oleh majelis hakim, tersangka sudah siap mengembalikan kerugian negara. Kata dia, titipan uang pengganti ini akan dijadikan bahanPertimbangan oleh jaksa penuntut umum dalam membuat tuntutan. “Nanti titipan itu akan menjadi bahan pertimbangan JPU (jaksa penuntut umum) dalam membuat tuntutan,” tegasnya. Sebagai anggota Dewan DPRD Klungkung Gede Gita Gunawan harus rela haknya (pendapatan) di Dewan dipangkas.Penegasan itu dikermukakan  Sekretaris DPRD Klungkung, Wayan Sudiarta. Dirinya  menyatakan, sesuai dengan Peraturan DPRD Klungkung Nomor 1 Tahun 2018 tentang Tata Tertib Dewan dan Kode Etik, pasal 134 point b, anggota DPRD diberhentikan sementara karena menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana khusus. Pemberhentian sementara anggota DPRD, diusulkan oleh pimpinan DPRD kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat melalui Bupati. Menurut Sudiarta, ketika Gita Gunawan resmi diberhentikan sementara berdasarkan keputusan gubernur, beberapa hak-hak keuangan Gita Gunawan tidak akan dibayarkan. Yang bersangkutan hanya akan menerima uang refresentasi Rp 1.575.000, tunjangan keluarga Rp 189.000, tunjangan beras Rp 217.260, setiap bulannya. Jadi total pendapatan yang akan diterima Gita Gunawan ketika menyandang status terdakwa hanya Rp 1.981.260. Beda ketika ia masih menyandang status sebagai anggota DPRD, Gita Gunawan mengantongi total pendapatan setiap bulannya Rp 43.021.110, belum dikurangi potongan seperti potongan bank Rp 9.873.543, potongan arisan gatriwara Rp 1.000.000, iuran BPJS Rp 88.450. Total pendapatan bersih Gita Gunawan sebesar Rp 32.059.117. “Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Klungkung. Gede Gita Gunawan bersama tersangka Made Catur Adnyana dijebloskan ke sel tahanan Rutan Klungkung, Selasa (11/12) lalu, setelah penyidik melimpahkan berkas pemeriksaan, barang bukti dan tersangka kepada jaksa penuntut umum. Sedangkan tersangka Thiarta Ningsih tidak hadir saat pelimpahan tahap dua, Thiarta Ningsih yang juga istri Gita Gunawan menjalani rawat inap di salah satu rumah sakit swasta di Klungkung, karena kondisinya drop juga dalam kondisi hamil tua. 

wartawan
Ketut Sugiana
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.