Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ngelawang Barong, Isi Liburan Galungan & Kuningan

Bali Tribune / atraksi Ngelawang yang diperankan oleh anak-anak guna mengisi liburan Galungan dan Kuningan
balitribune.co.id | Tabanan - Mengisi liburan sekolah dalam rangka Hari Suci Galungan dan Kuningan, anak-anak di sejumlah wilayah di Bali melakukan kegiatan Ngelawang. Selain untuk menjaga tradisi dan budaya Bali, Ngelawang merupakan salah satu aktivitas positif guna meningkatkan kecintaan terhadap budaya di pulau ini sejak dini. 
 
Tradisi Ngelawang oleh anak-anak tersebut biasanya dilakukan pada saat Hari Suci Galungan maupun Umanis Galungan hingga Hari Suci Kuningan. Anak-anak biasanya berkeliling di jalan dengan mengarak Barong Bangkung sambil menari diiringi gamelan khas Bali.
 
Bertepatan Hari Suci Galungan dan Kuningan, sekolah-sekolah di Bali akan libur selama 2 minggu. Menghabiskan masa liburan ini sebagian anak-anak di Bali baik itu dari usia Sekolah Dasar hingga SMP mengisi liburan mereka dengan kegiatan yang bermanfaat. 
 
Kegiatan Ngelawang Barong keliling desa dilakukan usai persembahyangan Galungan. Mereka melakukan pertunjukkan Ngelawang di depan rumah-rumah warga. Gerakan lincah dari para penari barong itu membuat masyarakat yang menonton menjadi terhibur. Selesai melakukan pertunjukkan, masyarakat akan memberikan sejumlah uang kepada penari secara suka rela.
 
Ketika mendengar suara gambelan, para penghuni rumah terutama anak-anak akan segera berhamburan keluar rumah untuk menyaksikan pertunjukkan Tari Barong. Komang Swastika, salah seorang peserta Ngelawang yang kini berusia 13 tahun ditemui saat Ngelawang di Belayu, Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan usai sembahyang Galungan, Rabu (19/2) mengaku senang melakukan tradisi tersebut. 
 
"Saya bersama teman-teman sejak pagi sudah berangkat Ngelawang di sekitar desa ini dan malamnya selesai, langsung pulang. Saya senang dan akan mengajak teman-teman Ngelawang sampai Hari Kuningan," ucap Swastika. 
 
Tradisi ini merupakan kebiasaan tahunan yang dilakukan dua kali dalam setahun, masing-masing saat perayaan Galungan dan Kuningan. Dalam Bahasa Bali, istilah Lawang berarti pintu, sebutan ini dimaksudkan untuk menggambarkan pementasan ritual Ngelawang yang dilakukan dari pintu ke pintu atau dari satu tempat ke tempat lain.
 
Selama pementasan Ngelawang, barong yang dipakai adalah Barong Bangkung, dengan ciri utamanya adalah kepala yang berbentuk mirip babi. 
 
Dalam Ngelawang, anak-anak memiliki peran masing-masing. Ada yang melakoni barong, monyet dan yang memainkan gamelan sebagai musik pengiringnya. Dari satu rumah ke rumah lainnya anak - anak menunjukkan atraksinya dengan penuh kegembiraan. Sebagai ucapan terima kasih, usai menari, pemilik rumah pun memberikan sumbangan uang seikhlasnya kepada anak - anak.
 
Rapa, salah seorang warga mengaku rutin memanggil anak - anak menarikan Barong Bangkung ke rumahnya dengan memberikan upah Rp 10 ribu. Ia mengaku senang melihat anak-anak ini bisa tetap melestarikan tradisi dan budaya Bali saat Galungan.
wartawan
Ayu Eka Agustini

Pansus DPRD Badung Serap Aspirasi Raperda Pelestarian Seni dan Budaya, Ditarget Tuntas Dua Bulan

balitribune.co.id | Mangupura - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Badung menggelar rapat kerja penyerapan aspirasi terkait penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif Dewan tentang Pelestarian Seni dan Budaya di Ruang Madya Gosana, Kantor Sekretariat DPRD Badung, Kamis (20/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Lantik 163 Pejabat Pemkab Badung, Bupati Adi Arnawa Tekankan Kinerja, Tanggung Jawab dan Amanah dalam Menjalankan Tugas

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa resmi melantik dan mengambil sumpah/janji 163 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, dan Pejabat Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, Kamis (20/8/2026) di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Diperpa Badung Segera Tanam Cabai di Lahan 42 Hektare, Target Produksi 420 Ton

balitribune.co.id | Mangupura - Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) Kabupaten Badung segera melakukan penanaman cabai di lahan seluas 42 hektare. Program ini tersebar di tiga kecamatan, yakni Mengwi, Abiansemal, dan Petang, dengan target produksi mencapai 420 ton. Pengembangan cabai tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengantisipasi potensi kelangkaan cabai saat musim hujan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Widminarko Ingatkan Independensi Pers, Wartawan Berpolitik Praktis Bikin Media Sulit Berkembang

balitribune.co.id | Denpasar - Tokoh pers senior sekaligus jurnalis tiga zaman, Widminarko, menegaskan pentingnya independensi dalam dunia pers. Ia menyayangkan masih adanya insan pers yang merangkap jabatan di ranah politik praktis.

Baca Selengkapnya icon click

Ikhtiar Menghilangkan Anomali Dalam Pariwisata Bali

balitribune.co.id | Belakangan ini ada semacam paradoks yang sedang terjadi di dunia kepariwisataan Bali. Di satu sisi, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tahun 2025-2026 menembus angka yang cukup fantastis dan mencatatkan rekor yang tinggi, yakni mencapai 6,3 juta orang. Namun, di sisi lain, para pemilik dan pengelola hotel yang resmi justru mengeluh. Mereka menyatakan bahwa okupansi hotel turun sekitar 8%.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.