Nuansa Imlek Saat Corona Merebak, Bali Airport Catat Pergerakan Tiongkok Naik Signifikan | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 21 September 2021
Diposting : 27 January 2020 18:26
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/IMLEK - Pertunjukkan Barongsai ramaikan nuansa Imlek di Terminal Kedatangan Internasional Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

balitribune.co.id | KutaNuansa warna dan atmosfer khas perayaan warga Tionghoa dihadirkan di berbagai titik di dalam Terminal Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Warna emas dan merah, serta lampion dan angpau nampak mendominasi sejumlah lokasi di dalam bandar udara.

Co. General Manager Commercial PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Rahmat Adil Indrawan mengatakan, menyambut Tahun Baru Imlek 2571 yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2020, Bali Airport kembali hadir untuk memeriahkan suasana di terminal bandar udara.

Di tahun Tikus Logam ini, pihaknya mengangkat tema Fortune for All, melalui kegiatan tersebut mengambil filosofi tentang keberuntungan yang amat sangat lekat dengan kebudayaan Tionghoa. "Melalui event ini juga, terselip doa dan harapan agar keberuntungan di tahun yang baru ini didapatkan oleh setiap wisatawan yang berkunjung ke Bali,” terang Adil, Minggu (26/1) di bandar udara setempat, Kuta, Badung. 

Melalui kegiatan yang diselenggarakan pada 25-27 Januari 2020 ini, para penumpang yang tengah menanti jadwal penerbangan dihibur oleh berbagai macam sajian hiburan khas Imlek, seperti penampilan wushu dan pertunjukan Barongsai. Guna semakin memeriahkan suasana, maestro gitar asal Bali, Balawan, khusus dihadirkan untuk menghibur penumpang melalui lagu-lagu akustik yang dibawakan oleh I Wayan Balawan & Friends.

“Berbagai titik lokasi di terminal telah kami sulap dengan dekorasi bertema Chinese New Year. Di area taman anggrek di terminal keberangkatan domestik, kami hadirkan Chinese Gate, pintu gerbang khas rumah klasik di China, lengkap dengan ornamen lampion. Spot untuk berfoto pun juga kami hadirkan di terminal kedatangan domestik dan internasional, yaitu Lucky Tree Photobooth, berbentuk pohon berwarna merah, lengkap dengan lampion,” jelasnya.

Putri, penumpang tujuan Jakarta, mengaku senang dengan nuansa khas Imlek dan hiburan yang dihadirkan. “Ini acaranya oke banget, kebetulan aku tahu Balawan dan Balawan bisa ada di Bali Airport, aku excited banget,” ucapnya.

Setiap tahunnya dihadirkan berbagai thematic event sesuai dengan kalender untuk dapat menghadirkan nilai tambah dan pengalaman khusus tak terlupakan bagi setiap penumpang yang berada di bandar udara ini. 

Perayaan Imlek tahun 2020 bertepatan dengan merebaknya virus corona yang mulai menyerang warga Kota Wuhan, Tiongkok sejak akhir tahun 2019. Dunia pun memberikan perhatian khusus terhadap fenomena virus mematikan yang menyerang manusia. Saat ini beberapa negara telah menyatakan positif terkena virus corona. Communication & Legal Section Head PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim mengungkapkan, penerbangan Denpasar-Wuhan atau sebaliknya di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai ada 8 penerbangan. 

Semua penerbangan dari dan ke rute tersebut sudah diberhentikan sejak 23 Januari 2020 sesuai Notam yang diterbitkan Internasitonal Notam Office Beijing. Tanggal 24 dan 26 Januari 2020 Lion Air tetap memberangkatkan pesawatnya ke Denpasar-Wuhan-Wuhan Denpasar yang membedakan adalah rute Denpasar-Wuhan untuk memulangkan penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket. Tetapi untuk baliknya, Wuhan-Denpasar itu statusnya ferry flight atau tidak ada penumpang di dalamnya. 

Sehingga kata dia secara otomatis seluruh penerbangan Denpasar-Wuhan ataupun sebaliknya akan dihentikan sementara hingga 2 Februari 2020 sesuai dengan Notam yang diterbitkan. "Tetapi kalau Notam bisa dipercepat kami bisa menunggu. Ada 8 penerbangan ke/dari Wuhan-Denpasar yakni 2 maskapai Sriwijaya dan Lion Air. Sriwijaya ada 2 penerbangan, Lion Air ada 6 penerbangan ke Wuhan dari Denpasar selama 1 minggu (penerbangan reguler 8 kali seminggu)," beber Arie.

Dikatakannya, Notam ini tidak berpotensi menurunkan kunjungan dari Tiongkok. "Kalau dilihat data terakhir 13-24 Januari 2020, data penumpang yang masuk ke kita justru pergerakan China itu malah meningkat 14%," sebutnya. 

Kalau periode tahun 2019 pergerakannya sekitar 89 ribu penumpang dari Tiongkok (berangkat dan datang), namun tahun 2020 dari 13-24 Januari mencapai 102 ribu atau naik 14% untuk semua China. "Sehingga persepsi virus corona sedikit menghambat pertumbuhan penumpang, namun dengan adanya kesadaran pola hidup sehat tidak mengurangi antusias berwisata," terangnya.