Ny. Sagung Antari Jaya Negara Dukung Program PBI Kebaya sebagai Warisan Budaya Indonesia | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 19 Oktober 2021
Diposting : 11 May 2021 06:02
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Bali Tribune/ Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menerima audensi Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Provinsi Bali Senin (10/5) di Gedung Santi Graha.
balitribune.co.id | Denpasar  -  Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Provinsi Bali  mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar setiap hari Selasa semua Perempuan Indonesia Berkebaya. Hal ini disampaikan Ketua Bidang Kegiatan  Perempuan Berkebaya Indonesia Provinsi Bali Anak Agung Mirah Maheswari saat audensi dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara Senin (10/5) di  Gedung Santi Graha.
 
Lebih lanjut Agung Mirah mengatakan, Kebaya juga telah di usulkan ke UNESCO  supaya  menjadi warisan budaya nusantara Indonesia. "Untuk mewujudkan hal ini  kami memohon dukungan Pemerintah Kota Denpasar khususnya Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar untuk mendukung sosialisasi kepada masyarakat Kota  Denpasar khususnya ibu-ibu PKK Kota Denpasar, dan anggota organisasi perempuan yang ada di Kota Denpasar ," ungkap Agung Mirah.
 
Menurutnya penggunaan pakaian  kebaya setiap kegiatan adalah memperlihatkan jati diri sebagai perempuan Indonesia.  Namun penggunaannya harus menyesuaikan pakem. 
 
Berpakaian kebaya setiap  Hari Selasa juga untuk membangkitkan  generasi milenial  supaya menyukai  pemakian kebaya.  Dengan demikian diharapkan generasi muda lebih peduli, mau dan mengenal tentang kebaya.
 
Lebih lanjut Agung Mirah menyampaikan salah satu Provinsi di Indonesia yang sudah menerapkan pemakian kebaya setiap Hari Selasa adalah   Kota  DKI Jakarta.  Oleh karena itu pihaknya berharap hal serupa bisa diterapkan di Kota Denpasar. "Maka dari itu kami  berharap Ibu Walikota mendukung kegiatan ini dengan mensosialisasikan agar dalam setiap kegiatan dapat menggunakan pakaian kebaya," harapnya.
 
Sosialisasi ini bisa dilakukan oleh Dinas terkait, sekolah maupun komunitas. Mengingat kebaya itu bisa digunakan dari berbagai jenis kain, namun dibentuk atau dijarit  dengan model Kebaya Kartini. Bahkan untuk berpakian kebaya mereka tidak harus beli yang baru, karena kebaya lama yang ada di rumah  bisa digunakan.
 
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara memberikan apresiasi terhadap program berkebaya ini. Menurutnya dengan memperkenalkan budaya berkebaya pada kegiatan tertentu dapat  membantu upaya pelestarian kebudayaan, serta memperkenalkan warisan budaya Indonesia. 
 
 "Selain itu dengan di galakkannya budaya berkebaya diharapkan akan dapat membantu meningkatkan pendapatan UKM yang bergerak di bidang pengadaan  sandang seperti pandemi  saat ini," harap Ny. Sagung Antari Jaya Negara.
 
Lebih lanjut Ny. Sagung Antari Jaya Negara menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar sejak lama  menerapkan penggunaan pakaian adat sebagai salah satu busana ke kantor. Dimana awalnya setiap hari Rabu, Hari Raya besar nasional, hari  Purnama dan Tilem.  
 
Selanjutnya dengan adanya Peraturan Gubenur Bali yang mewajibkan pemakaian pakian adat setiap hari Kamis, dan Pemerintah Kota Denpasar telah melaksanakannya. Selain itu TP. PKK Kota Denpasar sebelum masa pandemi secara rutin selalu melaksanakan berbagai lomba busana kebaya seperti, pakaian adat kepura bagi remaja, ibu ibu PKK dan lansia.
 
Sosialisasi berpakaian adat (berkebaya) juga telah dilakukan secara berjenjang oleh TP. PKK Kota Denpasar melalui PKK Kecamatan dan Desa Kelurahan yang menyasar seluruh lapisan masyarakat (remaja maupun anak-anak).
 
Ny. Sagung Antari menambahkan, untuk Kota Denpasar berpakaian adat tidak hanya dilakukan oleh kaum perempuan seperti contoh bapak Wali Kota Denpasar dan Wakil Wali Kota Denpasar sering kali menggunakan pakaian adat dalam berbagai kegiatan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya mendukung Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya.