Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Nyepi Jangan Dijadikan Ajang Selfie

ilustrasi - Suasana Nyepi di Pantai Kuta (dok)

Bangli, Bali Tribune

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli, I Nyoman Sukra, mengimbau agar hari raya Nyepi tidak dijadikan ajang selfie. Ia meminta umat menaati Catur Brata Penyepian.

Sukra yang juga Ketua Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Bangli ini mengajak umat menjaga kekhidmatan Nyepi dengan tidak menyalakan handphone (HP). Apalagi jika HP itu digunakan untuk mengambil foto selfie dengan latar belakang suasana Nyepi dan meng-uploadnya di media seosial.

Sukra juga mengimbau kepada para pecalang yang menggunakan handy talkie (HT) seperlunya, bukan untuk bercanda saat bertugas mengamankan pelaksanaan hari raya Nyepi. Begitu juga saat Pengerupukan, umat diimbau tidak membunyikan hal-hal yang tidak penting seperti mercon atau bom bambu.

Imbauan itu disampaikan Sukra dalam dialog interaktif yang digelar DPRD Bangli pada Rabu (22/03/2017). Dialog interaktif tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bangli, Ngakan Made Kutha Parwata dan dihadiri FKUB dan PHDI Bangli, Camat Tembuku, Dewa Agung Putu Purnama, dan sejumlah perbekel.

Parwata mengatakan, interaktif ini digelar dalam rangka persiapan pelaksanaan Nyepi tahun caka 1939. “Kami berharap dengan adanya dialog intekatif ini dapat meminalisir gangguan-gangguan dalam perayaan dan ritual Nyepi tahun caka 1939 ini,” ujar Parwata, dalam dialog tersebut.*

wartawan
AA Samudra Dinata
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.