Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

OJK: Ekonomi Lesu Pemicu Peningkatan NPL

Hizbullah

BALI TRIBUNE - Perbankan khususnya BPR (Bank Perkreditan Rakyat) di Bali diminta berhati-hati dalam menyalurkan kredit mengingat  jumlah NPL (Non Performing Loan- kredit bermasalah) semakin meningkat. “Juni 2018 angka NPL naik menjadi 3,73 persen dibandingkan Juni 2017 sebesar 3,45 persen. Sementara NPL rata-rata nasional hanya 2,67 persen,” ujar Kepala OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Regional 8 Bali-Nusra Hizbullah saat memberi sambutan pada “Meet & Greet Gathering Stakeholders” BPR Bank Kanti, Jumat (24/8) malam di Grand Bali Beach pekan lalu. Naiknya NPL tambah Hizbullah selain disebabkan dampak erupsi Gunung Agung juga faktor lesunya bisnis properti. “Sektor pertambangan dan penggalian serta penyediaan akomodasi makan dan minum juga ikut mempengaruhi NPL,” tambah Hizbullah. Bahkan akibat erupsi Gunung Agung, tingkat hunian hotel di Karangasem sempat menyentuh angka 0 persen. Di sisi lain Hizbullah mengatakan sebagian besar kondisi BPR di Bali masih sehat. Kinerja BPR di Bali untuk Juni 2018 tercatat total aset Rp14,51 triliun (naik 9,72 persen dibanding Juni 2017), penyaluran kredit Rp 9,98 triliun, naik 9,91 persen dibandingkan Juni 2017. Sedangkan total DPK BPR pada Juni 2018 Rp 10 triliun naik 16,03 persen dibandingkan Juni 2017. Untuk total aset industri perbankan pada Juni 2018 tumbuh 8,28 persen menjadi Rp125,95 triliun. Sementara pertumbuhan kredit 4,4 persen menjadi Rp 83,91 triliun. Untuk dana pihak ketiga (DPK) naik 8,56 persen menjadi Rp 99,69 triliun dari sebelumnya yakni Juni 2017 hanya Rp 91,83 triliun. "Artinya masyarakat lebih suka menyimpan uangnya daripada meminta kredit ke perbankan," tukasnya sembari menambahkan dana-dana tersebut ada yang disimpan di Bali, bahkan keluar Bali. "Ini yang kita sayangkan," sentilnya. Komponen DPK yang naik yakni tabungan (15,68 persen), deposito (4,41 persen), sedangkan giro turun 5,62 persen menjadi Rp15,12 triliun. “Jadi yang menyimpan lebih banyak dibandingkan yang minjam,” jelas Hizbullah. Ditambahkan penyaluran kredit sebagian besar pada sektor bukan lapangan usaha (38,06 persen) serta sektor perdagangan besar dan aceran (31,62 persen). Pertumbuhan kredit di Bali agak melambat, ini yang perlu menjadi perhatian bersama, pasalnya pertumbuhan kredit itu menggambarkan aktivitas ekonomi di suatu daerah. "Jika pertumbuhannya melambat, artinya aktivitas ekonomi juga melambat," tukasnya. Saat ini di provinsi Bali terdapat 351 lembaga keuangan yang terdiri dari 55 bank umum, dua diantaranya berkantor pusat di Denpasar, antaranya Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dan Bank Mandiri Taspen (Mantap). Kantor bank umum yang ada di Bali mencapai 700 kantor yang tersebar diseluruh provinsi Bali yang sebagian besar lokasinya ada di Denpasar dan Badung. Sementara itu terdapat 136 BPR dan satu diantaranya adalah BPR Syariah. Keseluruhan BPR tersebut memiliki kantor 324 di seluruh Bali. "Jadi apabila digabung BPR dengan bank umum jumlahnya 1024 kantor," ujarnya. Hanya saja dari beberapa bank umum saat ini menutup kantornya dengan alasan efisiensi. Bahkan kedepannya dikatakan dengan kemajuan teknologi beberapa hal operasional bank tidak memerlukan kantor lagi, bisa saja melalui Financial Technologi (Fintech). Selain itu juga ada 143 lembaga keuangan non bank yang terdiri dari 81 perusahaan asuransi, 2 lembaga dana pensiun, 2 perusahaan penjaminan, 1 perusahaan pegadaian, 51 perusahaan pembiayaan, 2 perusahaan modal ventura, 2 perusahaan pialang asuransi, 1perusahaan permodalan madani, 1 lembaga pembiayaan ekspor Indonesia dan 16 perusahaan sekuritas yang bergerak di pasar modal.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Sungai di Denpasar Dipenuhi Sampah, Pemkot Segera Panggil Kades Lurah

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar mengambil langkah cepat menyikapi maraknya fenomena warga membuang sampah ke alur sungai dan drainase. 

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mengundang seluruh camat, perbekel (kepala desa), serta lurah dalam rapat koordinasi darurat pekan depan guna memetakan titik rawan pembuangan sampah.

Baca Selengkapnya icon click

Kurangi Kemacetan di Pecatu, Dishub Badung Mulai Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

balitribune.co.id | Mangupura - Guna mengurangi kemacetan di wilayah Desa Pecatu, Kuta Selatan dan sekitarnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Badung telah menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Perubahan arus ini pun berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita yang diterapkan sejak Selasa (2/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jaringan Pipa Transmisi Hancur Diterjang Longsor, Perbaikan Menunggu Pipa dari Pabrik

balitribune.co.id I Bangli - Perbaikan jaringan pipa transmisi sumber mata air Gamongan I di Desa Kayubihi Bangli yang hancur akibat tergerus longsor beberapa hari yang lalu butuh waktu yang panjang. Pasalnya untuk pergantian pipa yang hancur masih menunggu datangnya pipa pengganti  dari pabrik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Buleleng Kucurkan Rp4,18 Miliar untuk 7 Partai Politik

balitribune.co.id I Singaraja - Sebanyak 7 partai politik di Kabupaten Buleleng telah menerima Bantuan Keuangan Partai Politik yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026. Pencairan bantuan tersebut dilaporkan sebagai bagian dari pelaksanaan ketentuan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan partai politik.

Baca Selengkapnya icon click

Truk Pasir Anjlok Lintangi Separuh Jalan, Perparah Kemacetan Lalin di Ubud

balitribune.co.id I Gianyar - Kemacetan lalu lintas  di Jalan Raya Sayan, Ubud, menjadi semakin parah, Rabu (3/6/2026) pagi. Kerena sebagian badan jalan terhalang truk pasir yang anjlok ban hingga rebah. Sementara kendaraan yang melintas harus berjalan pelan karena material pasir tumpah ke badan jalan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.