Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Oknum Polisi Bantah Bekingi Perampasan Barang

hukum
Indah Agustina Gunawan bersama kuasa hukumnya Hartadi Hendra Lesmana memperlihatkan surat kesepakatan.

BALI TRIBUNE - Oknum polisi berinisial AKBP HDY melalui istrinya, Indah Agustina Gunawan membantah membekingi dugaan tindakan pencurian dan perampasan oleh pihak distributor barang elektronik seperti yang dilaporkan oleh Elly Salim Mapolda Bali.  "Dibilang saat saya mengambil barang - barang itu dibekingi oleh oknum polisi, wong dia itu (AKBP HDY - red) suami saya kok dibilang dibekingi. Wajar donk, saya ajak suami saya untuk mengambil barang - barang saya. Saya tidak mengerti maksudnya dibekingi itu apa," ungkap Indah Agustina Gunawan didampingi kuasa hukumnya Hartadi Hendra Lesmana di Denpasar, Selasa  (8/5). Atas dasar itulah, pihaknya berencana akan melakukan langkah hukum lainnya. Bahkan, dalam waktu dekat pihaknua akan melaporkan balik pihak pelapor yang dinilai mengarang cerita. "Yang jelas kita akan mengambil langkah hukum untuk melaporkan balik pihak pelapor (Elly Salim - red). Hal ini karena tidak didasari dengan kejadian yang sebenarnya. Banyak pengakuan mereka yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Termasuk perampasan dan intimidasi oleh perwira Polri. Ini yang kita sesalkan dan siap mengambil langkah selanjutnya, termasuk lapor balik," kata Hendra Lesmana. Dijelaskan Hendra Lesmana, pengambilan sejumlah barang elektronik di toko Asia Jaya di Jalan Diponegoro, Singaraja pada Minggu (15/4) lalu sebagai upaya penarikan barang miliknya yang sudah terlanjur diberikan kepada Elly Salim, ibunda Heru Sujonto. Konon, pemilik toko Asia Jaya tidak bisa melunasi utang pengambilan barang elektronik dari Toko Horizon milik kliennya sebesar Rp517 juta. "Barang-barang elektronik yang diambil itu milik klien saya. Semua barang yang diangkut adalah murni barang dari toko Horizon. Itu semua ada listnya dan kalau tidak sesuai, barang-barang lainnya dikeluarkan lagi dari mobil. Dan perlu diketahui, saat pengambilan disaksikan oleh pemilik dan karyawannya," ujarnya. Mengenai adanya intimidasi dan juga perampasan yang dibekingi oknum polisi, Hendra Lesmana menyayangkannya. Sebab, saat mengambil barang elektronik itu AKBP HDY berstatus sebagai suami dari Indah Agustina Gunawan. Selain itu, ia juga tidak menggunakan seragam polisi dan di luar jam kantor. "Ini yang harus diluruskan karena tidak demikian yang terjadi di lokasi. Ya, namanya juga suami mendampingi istri saat mengambil barang milik mereka. Jadi, bukan oknum Polisi," tegasnya.

wartawan
Redaksi
Category

Pemkab Tabanan Wajibkan Pegawai Absen Pakai Koordinat Rumah Saat WFH

balitribune.co.id I Tabanan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan akan mewajibkan ASN melakukan absen sesuai koordinat lokasi rumah saat Work From Home (WFH).

Upaya ini dilakukan untuk mencegah WFH disalahgunakan menjadi libur panjang tiap akhir pekan. Aturan ketat ini diberlakukan untuk memastikan pegawai tetap menjalankan tugas dinasnya dengan produktivitas tinggi meski bekerja dari rumah setiap Jumat.

Baca Selengkapnya icon click

Sekda Bangli Warning ASN, Wajib Melaporkan Kinerja Saat WFH

balitribune.co.id I Bangli - Memasuki kali kedua pelaksanaan Work From Home (WFH) yang dilaksanakan setiap hari Jumat, Pemkab Bangli mengeluarkan warning kepada pimpinan OPD dan ASN. Pasalnya  WFH tidak serta merta ASN libur. Melainkan tetap bekerja dari rumah. Demikian ditegaskan Sekda Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, Kamis (16/4/2026). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Disnaker Gelar Job Fair di Alun-Alun Kota Gianyar, Diikuti 21 Perusahaan

balitribune.co.id I Gianyar - Dalam rangka Pekan Budaya Gianyar sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Gianyar ke-255 Tahun 2026, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gianyar menyelenggarakan Job Fair Tahun 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Kota Gianyar pada 12 hingga 19 April 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Muncul Kavlingan di Subak Jro Kuta Kawan, Bendesa Sangkanbuana : Tak Ada Izin

balitribune.co.id I Semarapura - Aktivitas pembagian lahan atau kavlingan yang muncul di kawasan Subak Jro Kuta Kawan, Desa Adat Sangkanbuana, Kelurahan Semarapura Kauh, Kabupaten Klungkung, memicu kekhawatiran berbagai pihak. Lahan yang sebelumnya dikenal sebagai sawah produktif kini mulai dipetakan dan dipasarkan, menimbulkan dugaan potensi alih fungsi lahan pertanian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.