Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pantau Pembangunan Reservoir, Dewan Minta Prioritaskan Air untuk Warga Serangan

Bali Tribune/ Pantau Reservoir - Komisi II dan IV saat melakukan pemantauan pembangunan reservoir di Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan, Jumat (13/3).
Balitribune.co.id | Denpasar - Komisi II dan IV DPRD Kota Denpasar melakukan pemantauan terhadap pengerjaan reservoir di Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan, Jumat (13/3). Dalam pemantauan itu, Dewan mengingatkan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar agar memprioritaskan pendistribusian air dari reservoir tersebut kepada masyarakat Serangan. 
 
Pemantauan yang dilakukan sekitar pukul 10.00 Wita tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi II, I Wayan Suadi Putra, Ketua Komisi IV, I Wayan Duaja didampingi Dirut Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, IB Gede Arsana, Direktur Teknik, I Putu Yasa, dan Direktur Umum, Ni Luh Putu Sri Utami.
 
Dalam pemantauan tersebut, Wayan Duaja mengatakan, proses pelaksanaan sudah melampaui target. Dia mengingatkan, setelah beroperasi reservoir ini, Perumda Tirta Sewakadarma agar tetap memberikan prioritas pendistribusian air kepada warga. Sebab, BTID menurut Duaja sedang melakukan proyek pembangunan. Jangan sampai ada kepentingan lain dalam pendistribusian air dari reservoir. 
 
Selain itu, Duaja meminta kepada Perumda menggunakan boster untuk memompa air agar kekuatannya lebih tinggi. "Jangan sampai ada gangguan pendistribusian karena sekarang lagi proses pembangunan BTID. Setelah pengoperasian juga Perumda diharapkan bisa menggunakan boster untuk pemompaannya agar tekanan air tinggi," jelasnya. 
 
Sedangkan Wakil Komisi II DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Nasdem-PSI, I Wayan Gatra menginginkan perumda menambah lagi reservoir di kawasan-kawasan yang selama ini mengalami kendala pendistribusian air. Reservoir sangat membantu adanya penampungan disaat Perumda tidak bisa melakukan pengolahan air baku karena banjir bandang. 
 
Selama ini, dampak banjir bandang sangat dirasakan oleh masyarakat dengan tersendatnya penyaluran air. "Ini bagus ada reservoir, tetapi harus ada juga ditempat lain yang belum memiliki reservoir. Ini untuk menampung air disaat banjir bandang dan Perumda tidak bisa melakukan pengolahan. Jadi, kami mendukung langkah ini," ungkapnya. 
 
Menanggapi hal itu, Dirut Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, IB Gede Arsana mengatakan pihaknya memastikan reservoir tersebut khusus untuk masyarakat Serangan bukan dibagi ke BTID. Sebab, BTID mengambil air langsung dari Tukad Petanu untuk dialihkan ke proyek mereka. "Ini khusus untuk masyarakat saja tidak ada ke BTID karena mereka langsung ke Petanu," jelasnya. 
 
Kalau untuk boster, kata dia, sudah menjadi bagian dari reservoir dan sudah dilakukan pengadaan yang tentunya akan menyalurkan air lebih tinggi. "Kami sudah melakukan pengadaan. Dan bulan Juni 2020 direncanakan akan selesai.
 Kalau untuk penambahan reservoir sudah direncanakan di Monang-maning dan Padang Desa Sambian Kelod," tandanya.
wartawan
I Wayan Sudarsana
Category

Data Internal Buktikan Nol Tunggakan, Perumda Sanjayaning Singasana Luruskan Informasi Liar di Media Online

balitribune.co.id | Tabanan – Beredarnya informasi di salah satu media online yang mengaitkan Perumda  Sanjayaning Singasana dengan dugaan keterlibatan dalam pengelolaan SPPG/MBG di Kabupaten Tabanan, termasuk narasi mengenai tunggakan pembayaran bahan pokok hingga tekanan keuangan perusahaan, mendorong manajemen Perumda  angkat bicara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Kargo Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Truk Sejauh 7 Meter, Nenek Meninggal di Tempat

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Nengah Wasti, di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan meninggal dunia di tempat setelah tertabrak dan terseret truk sejauh tujuh meter pada Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menyeberang jalan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di lingkungan Banjar Bantiran Kelod, sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.