Pantau Pembangunan Reservoir, Dewan Minta Prioritaskan Air untuk Warga Serangan | Bali Tribune
Bali Tribune, Kamis 24 September 2020
Diposting : 14 March 2020 10:20
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Bali Tribune/ Pantau Reservoir - Komisi II dan IV saat melakukan pemantauan pembangunan reservoir di Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan, Jumat (13/3).
Balitribune.co.id | Denpasar - Komisi II dan IV DPRD Kota Denpasar melakukan pemantauan terhadap pengerjaan reservoir di Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan, Jumat (13/3). Dalam pemantauan itu, Dewan mengingatkan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar agar memprioritaskan pendistribusian air dari reservoir tersebut kepada masyarakat Serangan. 
 
Pemantauan yang dilakukan sekitar pukul 10.00 Wita tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi II, I Wayan Suadi Putra, Ketua Komisi IV, I Wayan Duaja didampingi Dirut Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, IB Gede Arsana, Direktur Teknik, I Putu Yasa, dan Direktur Umum, Ni Luh Putu Sri Utami.
 
Dalam pemantauan tersebut, Wayan Duaja mengatakan, proses pelaksanaan sudah melampaui target. Dia mengingatkan, setelah beroperasi reservoir ini, Perumda Tirta Sewakadarma agar tetap memberikan prioritas pendistribusian air kepada warga. Sebab, BTID menurut Duaja sedang melakukan proyek pembangunan. Jangan sampai ada kepentingan lain dalam pendistribusian air dari reservoir. 
 
Selain itu, Duaja meminta kepada Perumda menggunakan boster untuk memompa air agar kekuatannya lebih tinggi. "Jangan sampai ada gangguan pendistribusian karena sekarang lagi proses pembangunan BTID. Setelah pengoperasian juga Perumda diharapkan bisa menggunakan boster untuk pemompaannya agar tekanan air tinggi," jelasnya. 
 
Sedangkan Wakil Komisi II DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Nasdem-PSI, I Wayan Gatra menginginkan perumda menambah lagi reservoir di kawasan-kawasan yang selama ini mengalami kendala pendistribusian air. Reservoir sangat membantu adanya penampungan disaat Perumda tidak bisa melakukan pengolahan air baku karena banjir bandang. 
 
Selama ini, dampak banjir bandang sangat dirasakan oleh masyarakat dengan tersendatnya penyaluran air. "Ini bagus ada reservoir, tetapi harus ada juga ditempat lain yang belum memiliki reservoir. Ini untuk menampung air disaat banjir bandang dan Perumda tidak bisa melakukan pengolahan. Jadi, kami mendukung langkah ini," ungkapnya. 
 
Menanggapi hal itu, Dirut Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, IB Gede Arsana mengatakan pihaknya memastikan reservoir tersebut khusus untuk masyarakat Serangan bukan dibagi ke BTID. Sebab, BTID mengambil air langsung dari Tukad Petanu untuk dialihkan ke proyek mereka. "Ini khusus untuk masyarakat saja tidak ada ke BTID karena mereka langsung ke Petanu," jelasnya. 
 
Kalau untuk boster, kata dia, sudah menjadi bagian dari reservoir dan sudah dilakukan pengadaan yang tentunya akan menyalurkan air lebih tinggi. "Kami sudah melakukan pengadaan. Dan bulan Juni 2020 direncanakan akan selesai.
 Kalau untuk penambahan reservoir sudah direncanakan di Monang-maning dan Padang Desa Sambian Kelod," tandanya.