Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pariwisata Bali Target 400 Ribu Wisman India

buyers
INDIA - Sejumlah buyers dari India melakukan B2B

BALI TRIBUNE - Kedatangan jumlah wisatawan India ke Bali sepanjang tahun 2017 dianggap masih sedikit yakni hanya 270 ribu kunjungan. Angka tersebut sangat kecil jika dibandingkan jumlah penduduk India yang mencapai sekitar 1,3 miliar jiwa. Sedangkan dari jumlah total penduduk, sekitar 10-15 persen warga India berada pada kategori ekonomi menengah keatas dengan gaya hidup gemar traveling ke luar negeri.

Guna meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) khususnya asal tanah Hindustan ini dapat tumbuh mencapai 400 ribu kedatangan pada tahun 2018, pelaku pariwisata pun mengundang 200 buyers atau calon pembeli produk pariwisata Bali dengan melakukan table top business to business (B2B) oleh Tri Uma di Badung, Selasa (6/3).

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung, IGN Rai Suryawijaya mengatakan promosi pariwisata melalui table top yakni bertemunya secara langsung antara industri sebagai penjual dengan pembeli ini merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata. 
"Lebih bagus mereka (pembeli) datang ke Bali karena bisa melihat secara langsung dan merasakan aman dan nyaman, keindahan pulau bali dan orang-orangnya sangat hospitable," ujarnya.

Dia menerangkan, bisanya ada 2 cara promosi pariwisata diantaranya promosi ke luar negeri dan dalam negeri dengan mengundang pembeli potensial untuk melihat secara langsung produk-produk yang dijual kepada calon wisatawan. Sedangkan promosi ke luar yang telah dilakukan kata Rai dengan datang langsung ke negara bersangkutan misalnya India. Hal itu telah dilakukan oleh BPPD Badung bersama industri beberapa waktu lalu. "Promosi (ke dalam) mengundang mereka (pembeli) datang ke sini supaya bisa meyakinkan klien-kliennya atau calon wisatawan datang ke Bali," terang Rai yang juga Ketua PHRI Badung ini.

Pihaknya berharap, dengan gencarnya promosi pariwisata tersebut kedepannya akan mampu meningkatkan kunjungan wisman India ke Bali sehingga menempati posisi ketiga jumlah negara terbanyak berkunjung ke Pulau Seribu Pura ini. Namun saat ini sebagian besar orang India itu memilih traveling ke Negara Thailand daripada ke Bali karena terbentur kurangnya akses penerbangan langsung. "India lama tinggalnya minimum 5 hari, market ini lebih bagus dari Tiongkok yang hanya 4 hari 3 malam. Spending India rata-rata untuk hotel bintang 3, 4 dan 5 tidak ada di melati. Sedangkan minimal pengeluaran 100-200 dolar per hari," sebutnya.

Diakuinya jika saat ini pihaknya sedang membidik event Bollywood Awards yang biasanya dilakukan setiap tahun dengan melibatkan 2.500 artis India ternama bisa terselenggara di Bali. Menurut Rai, apabila Bollywood Awards mengambil venue di Bali, maka ini merupakan promosi yang sangat luar biasa dan diperkirakan 120 negara akan datang ke Bali saat event tersebut berlangsung. "Kita (BPPD Badung) dan pemerintah Badung mencoba dan sudah mengajukan proposal dan biaya cukup tinggi 80 juta US tapi kita inginkan agar kementerian juga membantu," katanya.

Sementara itu, pengurus Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali, Putu Winastra mengungkapkan sebanyak 10 travel agent yang menghandle market India melakukan B2B untuk mendatangkan wisman India. "Untuk market India kita punya divisi Namaste memang anggota Asita yang khusus menangani wisatawan India ada sebanyak 30 travel agent," imbuhnya.

Dia berharap dengan B2B tersebut akan mendatangkan wisman India karena yang berlibur ke Bali masih cukup sedikit, ditengarai kendala penerbangan.
"Kita berharap dari 200 pembeli yang datang dari India semakin banyak membawa tamunya ke Bali. Bahkan dari anggota Asita kedua cara promosi ini dilakukan baik itu ke luar dan di dalam," terang Winastra.

Namun menurutnya dengan cara mendatangkan pembeli dari India melakukan B2B tersebut jauh lebih berpotensi karena produk yang ditawarkan seperti hotel, destinasi dan lainnya secara langsung dapat dirasakan. "Cara ini jauh lebih potensial selain juga menghemat biaya jika kita mengundang mereka datang kesini," ucapnya.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Grab Dorong Inklusivitas Lewat Edukasi Bahasa Isyarat dan Rompi Khusus Mitra Tuli

balitribune.co.id | Denpasar - Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, Grab Indonesia kembali menghadirkan semangat “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” melalui rangkaian kegiatan bersama Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, pengguna, dan karyawan internal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ramadhipa Siap Melesat, Jaga Asa Papan Atas Moto3 Junior Aragon

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, siap menghadapi putaran keenam FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di MotorLand Aragón, Spanyol, 25–27 September 2026. Berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 80 poin, Ramadhipa bertekad memanfaatkan dua balapan di Aragón untuk terus bersaing di papan atas.

Baca Selengkapnya icon click

Sensatia Gandeng Seven Clean Seas Bersihkan 173 Kg Sampah di Pantai Padang Galak

balitribune.co.id | Denpasar - Sensatia berkolaborasi dengan Seven Clean Seas menyelenggarakan aksi bersih pantai di Pantai Padang Galak, Bali, pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari masyarakat setempat dan karyawan Sensatia, yang bersama-sama mengumpulkan sekitar 173 kg sampah dari kawasan pesisir tersebut. Sampah yang terkumpul terdiri dari 41 kg sampah organik, 35 kg sampah plastik, dan 97 kg sampah residu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Ada BAP Palsu

balitribune.co.id | Denpasar – Babak baru persidangan sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, mengungkap sejumlah fakta di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (24/9/2026). Tim kuasa hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menilai kasus yang menimpa kliennya merupakan bentuk kriminalisasi yang diwarnai dugaan rekayasa dokumen dan BAP palsu.

Baca Selengkapnya icon click

Keluarga Berintegritas, Rumahku Surgaku

balitribune.co.id | Keluarga berintegritas tengah menjadi impian besar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di dalam upaya mereka memberantas korupsi di tanah air. KPK beranggapan bahwa nilai-nilai antikorupsi perlu tumbuh dan dipraktikkan mulai dari keluarga karena keluarga merupakan lingkungan pertama tempat di mana seseorang belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.