Pasar Tradisional Anyar Pitik Sari Tampil Bersih dan Modern | Bali Tribune
Bali Tribune, Rabu 28 Oktober 2020
Diposting : 2 September 2020 17:25
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune / MODERN - Pasar Anyar Pitik Sari didesain tampil bersih dan modern untuk mendorong minat masyarakat berbelanja di pasar tradisional

balitribune.co.id | DenpasarPembangunan Pasar Anyar Pitik Sari, Desa Adat Pedungan, Denpasar yang dimulai sejak Juni 2019 akhirnya rampung 100%. Ratusan pedagang tampak mulai membuka lapak dan kios di pasar tradisional yang tampil modern tersebut. Pasar bersih, kering dan sehat ini dibangun di atas lahan seluas 60 are. Dari luas lahan itu, seluas 22 are adalah bangunan dan sisanya 44 are diperuntukkan untuk parkir kendaraan pengunjung pasar. 

I Nyoman Kertajaya, Kelian Adat Pitik Sari di pasar setempat, Rabu (2/9) mengatakan ratusan pedagang telah diedukasi mengutamakan kebersihan dan kesehatan. Baik itu dari sisi layanan transaksi digital atau nontunai melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) Bank BPD Bali yang merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia, mencuci tangan dan menggunakan masker. 

"Pada era Covid-19 ini masyarakat dan pedagang diedukasi melakukan transaksi nontunai. Yakni cara berbelanja yang mudah, cepat dan aman masyarakat akan terhindar dari penyebaran Covid-19," jelasnya.  

Kata dia, dengan adanya pasar tradisional Anyar Pitik Sari yang tampil bersih dan modern ini mampu melaksanakan kegiatan ekonomi dan bisa meningkatkan kehidupan masyarakat adat setempat. "Pasar ini kita bangun secara tradisional, dimiliki oleh adat dengan pengelolaan modern dan kebersihannya bisa terjaga. Ini yang menjadi kebanggaan kami di Banjar Pitik khususnya dan Desa Adat Pedungan yang merupakan salah satu menjadi tonggak atau sejarah," ucap Kertajaya.

Pembangunan pasar ini menghabiskan total biaya Rp 4,5 miliar yang didanai oleh 3 lembaga yaitu diantaranya pemerintah pusat dan daerah senilai Rp 2,7 miliar, sedangkan dana dari masyarakat adat Rp 1,8 miliar. "Harapan kita bagaimana masyarakat bisa membangun ekonomi. Pasar Anyar ini menyajikan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan, penyanitasi tangan, jaga jarak dan menggunakan masker," jelasnya. 

Sementara itu I Made Sudira Kepala Pasar Anyar Pitik Sari menyebutkan jika pasar trandisional modern tersebut memiliki 45 kios dan 118 lapak. "Dari sekian lapak kita sudah sajikan dengan modern dibagi per blok diantaranya blok ikan segar, daging, tahu, sayur mayur, sembako dan peralatan upakara serta jajanan basah," sebutnya. 

Saat ini anjuran pemerintah di masa Covid-19 tidak menggunakan uang tunai, semua pedagang menggunakan QRIS. "Terkait kebersihan, kami sudah siapkan tenaga kebersihan 6 orang setiap hari dan bekerja sama dengan DKP," katanya.