Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

PBSI Bakal Kesulitan Tentukan Atlet

Bali Tribune/ Made Darmiyasa
balitribune.co.id | Denpasar - Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bali tampaknya akan kesulitan memutuskan pebulutangkis putri yang masuk tim definitif Pra-PON Bali. Kesulitan itu bukan karena minimnya jumlah atlet, namun saking banyaknya pebulutangkis putri yang memiliki kualitas dan prestasi yang hampir sama.
 
Bahkan pebulutangkis yang kini masuk dalam pemantuan tim bayangan itu semuanya latihan di klub luar Bali sehingga sering ikut event nasional maupun internasional.
 
"Khusus untuk putri, kita memang harus berhati-hati memutuskan pebulutangkis yang akan dimainkan saat Pra-PON. Jelas kejelian sangat diperlukan," ucap Sekum Pengprov PBSI Bali, Made Darmiyasa di Denpasar, Jumat (29/3).
 
Pebulutangkis di sektor putri, kata dia, ada nama Ade Pranita, Deya Surya Sarawasti, Ayu Gari Luna Maharani, Komang Ayu Cahya Dewi, Kadek wulan Juliandini, Destin Puspitasari, Diah Ari Santi Dewi dan Karisma Maharani.
 
Sementara nama-nama pebulutangkis putra ada Agus Aldi, Agus Aditya Pratama Putra, Komang Triana Arya Kurniawan, Gede Pasek Ekayana, Seva Bramantya Putra, Deva Bramantya Putra, Alvin Onik dan Agung Suptayana.
 
"Sebenarnya baik putra dan putri kita juga harus selektif. Tapi putrinya yang memang terlihat lebih moncer prestasinya di event nasional," tutur Darmiyasa. 
 
Pria yang juga Ketua Panitia Walikota Cup Denpasar itu menambahkan, yang diperlukan dalam tim Pra-PON nantinya minimal 4 atlet dan maksimal 8 pemain untuk putra dan putri. Apalagi, kata Darmiyasa, kepengurusan PBSI Bali di bawah Nengah Wiratha memang akan berakhir sekitar tanggal 15 Mei mendatang.
 
“Itu artinya tinggal hitungan satu setengah bulan kedepan. Pengurus PBSI yang baru memang sangat menentukan tim definitif Pra-PON Bali nantinya," tandas Darmiyasa.
 
Dia menyebut jika Bali sekarang ini dengan banyak pebulutangkis putra dan putri berlatih di klub besar luar Bali, memiliki peluang besar dalam meraih medali di PON XX/2020 di Papua, karena pesaingnya terutama untuk putri hanya tinggal Gregoria Mariska Tunjung saja. Minimal ada prestasi yang bisa ditorehkan di PON Papua nanti. 
 
Sementara itu Pra-PON bulutangkis sudah dipastikan dilangsungkan ditempat netral yakni Surabaya, Jawa Timur. Sebab, Bali bukan berhadapan dengan pebulutangkis asal Jatim. Namun Bali berada di wilayah IV bersama NTT dan NTB.
 
Sementara tuan rumah Pra-PON bulutangkis untuk wilayah 3, 4 dan 5 yakni Surabaya. Sehingga Bali, NTT dan NTB hanya berstatus pinjam lokasi sebagai tempat pertarungan pebulutangkis asal 3 provinsi tersebut. Pra-PON nanti menggunakan GOR Sudirman Surabaya. Dengan sistem Pra PON menggunakan Thomas dan Uber. Kemudian saat PON baru ada nomor perorangan.
wartawan
Djoko Purnomo
Category

Penenun Berusia Lanjut di Sidemen, Mengukir Keindahan Endek dan Songket

balitribune.co.id | Amlapura - Kecamatan Sidemen sejak dulu dikenal sebagai daerah sentra tenun Endek dan Songket di Kabupaten Karangasem. Jika berkunjung dan berwisata ke sejumlah DTW di Kecamatan Sidemen, maka sayup wisatawan akan mendengar derak dan hentakan alat tenun tradisional yang berasal dari beberapa sentra tenun yang ada di dekat sejumlah objek wisata alam di daerah ini.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kementerian Perindustrian Dukung Bali Fashion Network® 2026: Sinergi Pemerintah dan Industri Kreatif untuk Masa Depan Fashion di Bali

balitribune.co.id | Mangupura - Menjelang penyelenggaraan Bali Fashion Network® (BFN) 2026 pada 18 Oktober mendatang di International Conference Center (ICC) Bali, dukungan terhadap industri fashion berkelanjutan semakin menguat.

Baca Selengkapnya icon click

Menuju Harmonisasi, Masyarakat Adat Ungasan Minta Akses Jalan di Belakang GWK Tetap Dibuka untuk Warga

balitribune.co.id | Mangupura - Polemik pagar beton pembatas di kawasan Banjar Giri Dharma, Desa Adat Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, kembali bergulir. Pagar yang berdiri di sekitar kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) itu dinilai menutup akses jalan warga menuju permukiman dan sekolah. Menyikapi hal tersebut, masyarakat adat menggelar pertemuan di Pura Dalem Desa Adat Ungasan, Sabtu (12/10) sore.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.