Pelaksanaan Festival Diminta Minimalisir Penggunaan Kemasan Plastik | Bali Tribune
Bali Tribune, Rabu 15 Juli 2020
Diposting : 26 July 2019 23:30
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ Ida Bagus Gede Sidharta Putra
balitribune.co.id | Denpasar - Event tahunan yang mengangkat potensi masyarakat Desa Sanur, Denpasar (Sanur Village Festival/SVF) kali ini menerapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) dan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai dengan mengajak para tenant untuk tidak menggunakan plastik. 
 
Ketua Umum Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra dalam siaran persnya Rabu (24/7) menyampaikan terkait dengan upaya mengedepankan festival yang ramah lingkungan sesuai tema ‘Dharmaning Gesing dia menekankan para rekanan pengisi stan food bazaar maupun kegiatan pendukung acara ini untuk bersama-sama meminimalisasi penggunaan kemasan plastik.
 
“Upaya ini juga untuk mendukung program pemerintah dan menegakkan Perda Gubernur Bali dan Peraturan Wali Kota Denpasar terkait pengurangan penggunaan plastik,” ulasnya. 
 
Pria yang akrab disapa Gusde ini berharap, melalui festival yang berlabel ramah lingkungan (ecofriendly) baik pelaku festival maupun pengunjung dapat terlibat langsung menanggulangi sampah plastik. Langkah ini menurutnya juga menjadi bagian edukasi masyarakat terhadap program lingkungan hidup yang juga menjadi salah satu program unggulan SVF.
 
Dia menyampaikan, semangat untuk menuju festival yang ramah lingkungan sejatinya telah diilhami oleh tema-tema SVF terdahulu, dan secara berkelanjutan untuk selalu berbuat yang terbaik bagi bumi ini. Berkaitan dengan tema SVF 2019 “Dharmaning Gesing” atau memuliakan bambu bagi kehidupan tersebut bakal memberikan kejutan kepada pengunjung.
 
Dijelaskannya, bambu adalah tanaman tua yang dapat hidup di lahan kering atau basah, bambu memiliki peranan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi masyarakat Bali. Bambu telah menjadi bagian penting tradisi dan budaya Hindu Bali.
 
Bambu mulai dari batang, daun, rebung maupun akarnya memiliki nilai bisnis yang cukup bagus. Batang bambu diolah sebagai bahan bangunan yang erat kaitannya dengan arsitektur tradisional Bali, sebagai alat musik atau gamelan, furnitur, aneka permainan sampai sarana upacara keagamaan di Bali.
 
Sedangkan daun bambu memiliki peranan menyaring CO2. Sehingga menghasilkan oksigen bagi kebutuhan pernafasan, disamping juga untuk membungkus aneka jajanan tradisional. Kata dia, aneka produk olahan makanan dari rebung juga tidak kalah menarik untuk dilirik sebagai potensi pasar bagi komoditi kulinari Bali. Akarnya juga bisa digunakan sebagai bahan kerajinan dengan beragam motif seperti itik, burung dan sebagainya.
 
SVF 2019 yang akan berlangsung 21-25 Agustus mendatang itu merupakan event ke-14, tahun ini bertempat di kawasan Pantai Matahari Terbit.(u)