Pelebon AA Gde Raka Payadnya, Pemain Drama Gong Lintas Generasi Iringi Mendak Lembu Cameng | Bali Tribune
Diposting : 11 December 2022 19:48
ATA - Bali Tribune
Bali Tribune / BADE - Sarana sarana Bade tumpang sia dan Lembu cemeng.

balitribune.co.id | Gianyar - Pantauan Bali Tribune, Minggu (11/12), keluarga puri sedang disibukan persiapan pelebon dengan rangkaian prosesi ngedetin. Sementara  puncaknya pada 17 Desember 2022 mendatang. Bade tumpang sia yang akan digunakan pada hari H diarsiteki oleh menantu almarhum,  Anak Agung Rajantara. Sementara lembu cemeng dibuat di Puri Langon, Ubud diawasi langsung oleh Tjokorde Ngurah Suyadnya atau akrab disapa Cok Wah. “Lembu cemeng atur-aturan dari penggemar berat almarhum, Cok Wah keluarga Puri Agung Ubud keponakan pak Cok Ace wakil gubernur,” ujar Agung Rajantara.

Menurut Gung Raja, Anak Agung Gde Raka Payadnya yang dulunya berperan sebagai raja muda yang merupakan daya tarik pada zamannya, memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Cok Wah. Bahkan jelang berpulangnya hanya Cok Wah yang masih diingat. “Tahun tenarnya drama gong, bila drama gong Abianbase pentas diseputaran Ubud, menurut Cok Wah dirinya saat masih kecil itu tidak mau menonton dari depan, ia selalu ke belakang panggung dan duduk dipangkuan Anak Agung Raka Payadnya saat sedang merias wajah. Bahkan menjelang akhir hayatnya hanya Cok Wah yang masih diingat,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Prosesi pelebon di awali tanggal 11 Desember 2022 ngedetin, tanggal 14 Desember 2022  mendak Lembu Cemeng. Dimana dalam prosesi mendak Lembu Cemeng itu akan beriisi prosesi mepeed dari Balai budaya Gianyar menuju Puri Abianbase yang berjarak sekitar 1 kilometer diantaranya ada pemeran drama gong dan gong suling.

Selanjutnya tanggal 15 Desember 2022 nyiramin layong. Tanggal 16 Desember 2022 nyuwung dan 17 Desember 2022 puncak pelebon. “Saat nyuwung akan dipersembahkan pementasan drama gong pada malam harinya yang diinisiator oleh rekan-rekan almarhum. Tanggal 17 belas saat prosesi pelebon juga akan diisiring peed seniman drama gong dari Puri Abianbase menuju setren desa Adat Abianbase. Sekitar 500 meter keselatan,” ungkapnya.

Dalam prosesi nanti Agung Raja mewakil keluarga puri pun memohon permakluman kepada warga sekitar dan pengguna jalan akan sedikit menggangu kelancaran arus lalu lintas. “Kepada warga sekitar dan pengguna jalan selama prosesi akan terganggu. Kami harap mohon permakluman dan bisa mencari jalur alternatif,” harapnya.

Anak Agung Gde Raka Payadnya berpulang menuju sunialoka, Kamis, 22 September 2022, pukul 11.45 wita lalu akibat infeksi paru-paru yang dideritanya. Beliau sempat dirawat selama 13 hari di Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar. Sebelumnya, seniman besar itu menderita sakit parkinson yang rutin melakukan check up. Sementara Jenazah Raka Payadnya sendiri telah diupacarai dalam upacara mekingsan di geni, Jumat 23 September lalu.