Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pelebon dan Upacara Perkawinan Marak di Gianyar

balitribune.co.id | Gianyar - Meski Wabah Pendemi Covid 19 sudah menyerang warga Gianyar di seluruh kecamatan di Gianyar upacara adat seperti Pelebon hingga perkawinan tetap berjalan. Kondisi inipun membuat, jajaran Kepolisian dan TNI harus turun tangan untuk memastikan pembatasan keterlibatan warga dan protokol kesehatan dilaksanakan.

Seperti upacara pelebon Jro Mangku Istri Dadia Pasek Kayu Selem yang diselenggarakan, Kamis (23/4) kemarin­­­­ di Desa Adat Banda, Desa Saba, Blahbatuh.  Lantaran di desa setempat, sudah ada warga yang terpapar Covid 19, namun upacara harus dilaksanakan, pelaksanaannya pun mendapat perhatian dan pengawasan serius aparat terkait.  Sejumlah petugas Dari Polsek Blahbatuh diturunkan untuk memastikan  Intruksi Kapolri, Gubernur dan Bupati dijalankan. Demikian juga Satgas gotong royong setempat turut aktif agar  pelaksanaan pelobon hanya dilakukan oleh lingkungan keluarga.

Pelebon yang biasanya dipenuhi warga,  kini hanya melibatkan sekitar  25 orang di pekarangan rumah duka. Sejumlah sesajen untuk upakara pun diangkut menggunakan mobil pickup. Sejumlah polisi dan tentara berjaga-jaga disepanjang jalan. Hingga upacara pelebon selesai, situasi berjalan aman dan lancar sesuai arahan satgas gotong royong desa adat. “ Tidak hanya sebatas mengeluarkan himbaun, kami juga menerapkan kebijakan membatasi keterlibatan warga dalam kegiatan upacara, “ ungkap Bedesa Desa Adat Banda, I Wayan Balik.

Kondisi yang sama juga terlihat saat upacara perkawinan antara Gusti Putu Budiartha dengan dari Desa Adat Tatiapi Kelod, Pejeng Kawan, Tampaksiring.  Lantaran upacar harus dilaksanakan dalam situasi wabah, prosesi pun berjalan sederhana tanpa kehadiran kerabat maupun temannya karena larangan untuk tidak membuat keramaian. “Pernikahan ini sudah  kami rencanakan jauh sebelum pandemic Covid-19. Kami sudah mematuhi aturan untuk tidak membuat upacara yang melibatkan orang banyak, bapak-bapak dari Babinkantibmas dan Babinsa juga ikut memantau ,”ungkap Gusti Budiartha.

Sebelum melangsungkan pernikahan, Rah Artha mengaku telah meminta masukan dari berbagai pihak termasuk Kelihan adat Banjar Tatiapi Kelod. Dalam mempersiapkan upacara pernikahannya juga tidak melibatkan tetangga maupun warga sekitar. Mengingat upacara telah disiapkannya sejak lama, orang tuanya telah mencicil pembuatan sarana upakara sejak dulu.  “Kami tetap bahagia, meski hanya dihadiri keluarga tanpa ada resepsi ataupun undangan bagi teman dan kerabat,” pungkasnya.

wartawan
I Nyoman Astana
Category

Wujudkan Budaya Tertib Lalin, Astra Motor Bali Soroti 6 Pemicu Utama Kecelakaan

balitribune.co.id  | Denpasar - Astra Motor Bali terus berkomitmen mendukung terciptanya budaya keselamatan berkendara di jalan raya sejalan dengan pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2026. Melalui edukasi berkelanjutan, Astra Motor Bali mengajak masyarakat untuk semakin disiplin dan sadar akan pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas berkendara.

Baca Selengkapnya icon click

Bendungan Sangsang Jebol, Puluhan Hekta Sawah dan Tambak Terancam

balitribune.co.id | Gianyar - Untuk kesekian kalinya, Bendungan Sangsang di Desa Lebih, Gianyar, kembali jebol. Akibatnya, tidak ada aliran air di Sungai Pakerisan yang menjadi sumber air irigasi  puluhan hektare sawah dan tambak. Kondisi ini membuat resah para petani, larena terancam gagal tanam. Terlebih, tanaman padi di wilayah itu, rata-rata baru berumur sekitar satu pekan terancam mengalami kekeringan akibat terhentinya suplai air. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Sanjaya Hadiri Karya Agung di Pura Manik Toya, Batannyuh, Marga

balitribune.co.id | Tabanan - Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri Uleman Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah ring Pura Manik Toya, Banjar Adat Umadiwang, Desa Batannyuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Kamis (5/2).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sebut Pansus TRAP DPRD Bali 'Lucu', Perbekel Pancasari Tegaskan Desa Tak Punya Kewenangan Backing Bali Handara

balitribune.co.id | Singaraja - Kepala Desa (Perbekel) Desa Pancasari, Sukasada, Buleleng, Wayan Komiarsa, mengaku kecewa terhadap proses Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, pada Rabu (4/2/2026) lalu. Ia menilai aspirasi dan data riil dari pihak desa terkait persoalan banjir di wilayahnya tidak diberikan ruang yang cukup untuk dipaparkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.