Pemangku Desa Meninggal, BPJAMSOSTEK Gianyar Bayarkan Klaim JKM | Bali Tribune
Bali Tribune, Rabu 28 Februari 2024
Diposting : 11 December 2023 18:05
YUE - Bali Tribune
Bali Tribune /  SANTUNAN - BPJAMSOSTEK Cabang Bali Gianyar menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris Pemangku yang meninggal

balitribune.co.id | Gianyar - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Bali Gianyar membayarkan klaim Jaminan Kematian (JKM) untuk seorang Pinandita atau Pemangku, Ni Gusti Nyoman Laharni. Almarhum Ni Gusti Nyoman Laharni merupakan Pemangku di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan di segmen Bukan Penerima Upah (BPU). Sehingga ahli waris mendapatkan haknya dari program Jaminan Kematian BPJAMSOSTEK sebesar Rp42.000.000 berdasarkan PP Nomor 82 Tahun 2019.

Santunan sebesar Rp 42 juta diserahkan secara simbolis di rumah duka beberapa waktu lalu kepada Pemangku I Gusti Nyoman Alit selaku ahli waris. Ia berharap  santunan ini bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan. "Program BPJAMSOSTEK ini penting bagi para Pemangku yang memiliki risiko yang cukup tinggi. Harapan kami seluruh Pemangku di seluruh Bali khususnya di Kabupaten Gianyar telah terlindungi oleh BPJAMSOSTEK," harapnya. 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Bali Gianyar, Pandu Aria mengatakan, dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK, baik di sektor formal maupun informal bisa memperoleh manfaat. Apalagi dengan adanya peningkatan manfaat program berdasarkan PP Nomor 82 Tahun 2019.

Lebih lanjut ia mengatakan, dilihat dari risiko pekerjaan, semua pekerjaan mempunyai risiko yang cukup besar karena harus berjuang di kantor atau di jalan demi mencari nafkah untuk keluarganya baik pagi siang maupun malam hari. "Kami mendorong kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi para Pinandita (tokoh agama) yang sangat dihormati sebagai pengayom spiritual keagamaan. Tugas-tugas yang dilaksankan para Pinandita atau Pemangku ini tentunya memiliki risiko-risiko pekerjaan yang harus mendapat perlindungan dari BPJAMSOSTEK," jelas Pandu.

Menurutnya, risiko-risiko pekerjaan tidak ada yang bisa menduga, kapan saja, dimana saja, kepada siapa saja bisa mengalaminya.

"Disinilah manfaat terlindungi BPJAMSOSTEK, selama kepesertaan masih aktif, kami tetap membayarkan manfaatnya kepada peserta ataupun keluarganya, tidak ada masa tunggunya," imbuh Pandu. 

Selain itu masih ada juga manfaat berupa santunan kematian sebesar Rp42 juta bagi peserta yang meninggal bukan karena kecelakaan kerja, dan beasiswa untuk 2 orang anak mulai dari jenjang pendidikan dasar (TK) hingga perguruan tinggi maksimal Rp174 juta. "Sedangkan untuk Jaminan kehilangan Pekerjaan (JKP), ada 3 manfaat yang diberikan yaitu uang tunai, akses informasi pasar kerja dan pelatihan kerja,” tutupnya.