Pemedek yang Tangkil di Pura Taman Pecampuhan Sala Masih Normal | Bali Tribune
Bali Tribune, Senin 17 Juni 2024
Diposting : 21 October 2022 01:35
SAM - Bali Tribune
Bali Tribune/ PENCAMPUHAN - Suasana di Pura Taman Pecampuhan, Banjar Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli.

balitribune.co.id | Bangli - Meski cuaca kurang bersahabat, pemedek yang akan lakukan prosesi melukat di Pura Taman Pecampuhan Sala di Banjar Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli masih cukup ramai, Meski demikian krama adat setempat tetap melakukan antisipasi kemungkinan adanya peningkatan debit air sungai.

Bendesa Adat Sala Wayan Subagia saat dikonfirmasi mengatakan setiap hari ada saja pemedek yang tangkil. Beberapa hari sebelumnya sempat air sungai naik bahkan sampai ada palinggih yang rusak. Kemudian krama melakukan gotong royong untuk melakukan pembersihan di areal melukat. "Palinggih berada di pinggir sungai, diterjang air besar," sebutnya, Kamis (20/10/2022).

Setelah debit air sungai mengecil dan dilakukan pembersihan, pemedek sudah bisa mengikuti rangkaian melukat di Pura Taman Pecampuhan Sala. Diakui jika debit air sungai naik, maka prosesi melukat hanya dilakukan di pancuran atau kolam yang lokasinya  di atas aliran sungai. Seperti diketahui ada beberapa titik sumber air suci di Pura Taman Pecampuhan Sala. Untuk mencapai lokasi melewati sungai. Ketika debit air naik, sudah barang tentu pemedek tidak dapat melintas.

Sementara disinggung untuk persiapan menjelang Hari Banyu Pinaruh , tokoh masyarakat Sala ini  mengatakan tidak ada persiapan khusus. Namun krama tetap mengawasi kemungkinan akan turun hujan yang dapat meningkatkan debit air. Ketika hari raya memang jumlah pemedek yang tangkil meningkat.

Selain itu, ketika Banyu Pinaruh nanti Desa Adat Sala menyiapkan nasi kuning bagi pemedek. Desa Adat melalui seka truna menyiapkan sekitar 500-700 tanding nasi kuning. "Kami rutin menyiapkan nasi kuning untuk pemedek. Nasi kuning diberikan setelah selesai  melakukan persembahyangan di Pura Taman," ujar Wayan Subagia.