Pemkab Klungkung Matangkan Rencana Pelabuhan Segitiga Emas | Bali Tribune
Bali Tribune, Senin 26 Oktober 2020
Diposting : 25 September 2020 02:12
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Bali Tribune/ TRIBUANA - Suasana pelabuhan Tribuana Klungkung.
Balitribune.co.id | Semarapura - Pemkab Klungkung melalui Dinas Perhubungan Klungkung kembali matangkan rencana pembangunan pelabuhan induk di sekitar pesisir Pesinggahan atau Kusamba. Dalam rencana tersebut dimana Pemkab Klungkung berencana membangun pelabuhan disekitar  antara pesisir desa Kusamba dan desa Pesinggahan. Presentasi terkait  laporan pendahuluan penyusunan rencana induk  pelabuhan (RIP) tersebut sudah dibawah di ruang rapat Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung,  Rabu (23/9).
 
Dalam presentasi tersebut dipaparkan dan dibahas awal dari rencana pembangunan pelabuhan induk yang rencananya akan dibangun disekitar antara pantai Pesinggahan dan pantai Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung. "Pembangunan pelabuhan induk ini merupakan salah satu mimpi besar, yang saya harapkan bisa terwujud disisa tiga (3) tahun masa jabatan saya," ujar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Kamis (24/9).
 
Pelabuhan ini rencananya akan menghubungkan Klungkung daratan,  dengan pelabuhan  Sampalan dan Pelabuhan Bias Munjul,  di Kecamatan Nusa Penida yang kini tengah dibangun berkat dukungan dan perjuangan Gubernur Bali ke pemerintah pusat.
 
Terkait rencana pembangunan Pelabuhan tersebut,ketika dihubungi Kadishub Klungkung,Drs  Nyoman Sucitra Kamis(24/9) menegaskan itu baru sebatas rapat study  rencana induk pelabuhan Kusamba (RIP). Menurutnya ini baru presentasi rekanan dan konsultan dan stake holder terkait membuat RIP (Rencana induk pelabuhan.  “Ini baru study rencana induk pelabuhan (RIP) Kusamba dan hal ini oleh rekanan dan konsultan  dilaporkan pada stake holder terkait dan para operator boat. Nantinya RIP ini  dirancang agar bisa dilabuhi Kapal roro ,sesuai dengan keinginan Bupati Klungkung setelah ada masukan masukan. Dari Rencana Induk Pelabuhan (RIP) ini  yang nantinya dipertajam dengan master plan. Dan hal ini prosesnya masih panjang karena anggarannya untuk RIP ini ada di Dinas Perhubungan,” ujar Nyoman Sucitra.