Pemkot Denpasar Gelar Dharma Santhi Nyepi | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 07 Juli 2020
Diposting : 31 March 2019 23:11
Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Bali Tribune/Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, menghadiri Dharma Shanti Penyepian di Wantilan Pura Dalem Desa Pakraman Panjer, Denpasar, Jumat (30/3).

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar menggelar Dharma Shanti Penyepian di Wantilan Pura Dalem Desa Pakraman Panjer, Denpasar, Jumat (30/3). Pelaksanan Dharma Shanti Penyepian Tahun Caka 1941 ini sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih karena Hari Suci Nyepi sudah bisa berjalan dengan lancar.

Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat menghadiri Dharma Shanti Penyepian Kota Denpasar mengatakan, perayaan hari suci Nyepi ini sarat akan makna, yang mana Hari Suci Nyepi merupakan hari kebangkitan yang memberikan kesadaran untuk mengendalikan diri, merevitalisasi diri serta senantiasa berupaya membangun kesucian dan harmonisasi baik dengan Tuhan Yang Maha Esa, alam semesta dan terutama dengan sesama manusia sebagai implemantasi ajaran Tri Hita Karana.

Untuk itu, melalui kegiatan Dharma Shanti Penyepian ini Pemkot Denpasar mengajak seluruh masyarakat agar selalu bersyukur dan mulat sarira atas keberhasilan yang telah di capai saat ini. Dan sebagai warga kota yang baik, memiliki kewajiban untuk selalu menjaga kedamaian, keharmonisan, ketertiban serta kelestarian Kota Denpasar.

“Oleh sebab itu, saya mengimbau, marilah momentum Dharma Shanti ini kita manfaatkan untuk membangun lebih kokoh lagi tali persaudaraan, hindari gesekan, ujaran kebencian serta fitnah yang dapat mengganggu kondusifitas, agar kondisi Denpasar senantiasa aman, tertib, damai dan bahagia”, ungkap Jaya Negara.

Sementara Ketua Panitia Dharma Shanti Kota Denpasar, Dewa Ketut Adiputra, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari sad dharma yaitu salah satu cara melaksanakan kewajiban hidup sesuai petunjuk ajaran agama dalam rangka membangun suasana shanti (damai) dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Dikatakannya, dengan mengusung tema Catur Brata Penyepian Kontemplasi Diri Mewujudkan Masyarakat Cerdas Berintegritas ini diharapkan dapat mampu membangun karakter dan moral yang dapat mengkondisikan kehidupan sosial yang damai untuk mencapai kebahagiaan, baik antar masyarakat, pemerintah dan alam itu sendiri.