Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pemotongan Gaja Pegawai dan Anggota DPRD Tunggu Arahan Bupati, DPRD Minta Semua Potensi Digarap

Bali Tribune/Wayan Suyasa, Made Sutama dan Adi Arnawa

balitribune.co.id | Mangupura  - Pendapatan Kabupaten Badung mulai mengalami tren kenaikan, meskipun tidak begitu signifikan. Sementara itu, polemik pemotongan pendapatan pegawai dan anggota DPRD Badung terus bergulir di tengah jebloknya pendapatan Kabupaten Badung. 
 
Bahkan, Surat Edaran (SE) Nomor: 900/2803/Setda/BPKAD tentang tindak lanjut direktif Bupati Badung terhadap perencanaan dan penganggaran APBD tahun anggaran 2021, telah tersebar ke seluruh pegawai.
 
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Badung I Made Sutama menyatakan, pendapatan sudah mulai ada peningkatan Rp12 miliar lebih. Peningkatan terjadi mulai dari bulan April, Mei dan Juni 2021.
 
“Memang sudah mulai ada peningkatan dari sebelumnya penerimaan di angka Rp 70 miliar lebih perbulan dan di bulan Juni meningkat menjadi Rp 86 miliar,” ujarnya.
 
Sutama mengaku optimis pendapatan Badung akan terus naik apabila kasus Covid-19 terus menurun. Hanya saja, munculnya varian baru kembali menjadi tantangan pihaknya dalam menarik pendapatan. Sebab, varian baru Covid-19 yang mulai menyebar di Indonesia secara otomatis akan kembali menjatuhkan dunia pariwisata.
 
“Kami di Bapenda akan tetap berupaya meningkatan pendapatan,” ujar mantan Kepala BPPT Badung ini.
 
Salah satu upaya menarik uang ke kas daerah adalah menggencarkan penagihan piutang pajak sebesar Rp 781 miliar. Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan regulasi  penghapusan denda pajak khususnya PBB dengan tetap membayar pokok pajak. 
 
“Rencana ini kami akan sampaikan ke pimpinan. Bilamana disetujui, mungkin pendapatan bisa meningkat,” kata Sutama.
 
Sementara itu, di tengah anjloknya pendapatan Gumi Keris, Pemkab Badung berusaha menghemat anggaran. Salah satunya yang direncanakan adalah memotong pendapatan pegawai dan anggota Dewan.
 
Sesuai SE yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Badung Wayan Adi Arnawa pada 24 Juni 2021 telah mencantumkan waktu pemberlakukan. Total ada 13 item rasionalisasi, seperti rasionalisasi Tambahan Penghasilan kepada Pegawai Aparatur Sipil Negara sebesar 50 persen dari besaran jumlah yang diterima, terhitung mulai bulan April Tahun 2021. Jasa tenaga Widya Sabha, Sulinggih, Pemangku, Pekaseh, Pangliman, Kelian Banjar Adat dan Bendesa Adat dirasionalisasi sebesar 50 persen terhitung mulai bulan Juni Tahun 2021.
 
Namun, karena pemotongan ini mendapat reaksi kalangan DPRD Badung, Sekda Adi Arnawa mengaku belum berani memutuskan sebelum mendapat arahan dari Bupati Badung.
 
“Saya belum berani menyampaikan hal itu (pemberlakuan SE), Saya akan lapor dulu dengan pimpinan terkait hasil rapat hari ini (rapat dewan –red),” ungkap Adi Arnawa usai rapat koordinasi dengan DPRD Badung, Senin (28/6/2021).
 
Menurutnya, pembuatan SE Nomor: 900/2803/Setda/BPKAD berdasarkan potensi pada 2021.
 
Pihaknya akan terus berupaya melakukan pemotongan seminimal mungkin, sehingga mengurangi dampak yang ditimbulkan.
 
“Kalau toh ada pemotongan diupayakan seminimal mungkin, karena kita juga merasakan untuk mendorong daya beli satu-satunya adalah stimulus dari APBN dan APBD yang bisa kita harapkan. Oleh karena itu, hak-hak ASN perangkat tentu kita dorong untuk diberikan sebagai stimulus mendorong daya beli,” kata Adi Arnawa.
 
Sesuai SE rasionalisasi atau pemotongan diantaranya berlaku untuk tambahan penghasilan kepada pegawai ASN Badung dirasionalisasi sebesar 50 persen dari besaran jumlah yang diterima. Rasionalisasi juga dilakukan terhadap jasa Tenaga Kontrak yang besaran nilai kontraknya sampai dengan Rp.7.000.000 dirasionalisasi sebesar 30 persen secara merata, jasa Tenaga Kontrak yang besaran nilai kontraknya diatas Rp.7.000.000 dirasionalisasi sebesar 50 persen secara merata, upah tenaga harian lepas (THL) dirasionalisasi sebesar 30 persen secara merata, jasa guru kontrak dirasionalisasi sebesar Rp. 50.000 orang/jam, jasa tenaga Widya Sabha, Sulinggih, Pemangku, Pekaseh, Pangliman, Kelian Banjar Adat dan Bendesa Adat dirasionalisasi sebesar 50 persen.
 
Berikutnya, jasa Kepala Lingkungan di Kabupaten Badung dirasionalisasi menjadi sebesar Rp. 4.000.000, jasa Tenaga Tim Ahli Bupati, Tim Ahli Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Badung, dan Jasa Tenaga Ahli Perorangan atau Non Perorangan dirasionalisasi sebesar 30 persen, biaya upakara yadnya dan biaya aci-aci dirasionalisasi sebesar 50 persen, biaya operasional pemeliharaan kendaraan pada perangkat daerah dirasionalisasi sebesar 25 persen, biaya operasional pemeliharaan/rehabilitasi gedung kantor dan bangunan lainnya dirasionalisasi sebesar 25 persen, tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Badung dirasionalisasi sebesar 30 persen. 
 
Wakil Ketua II DPRD Badung I Wayan Suyasa terus mendorong eksekutif lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi pendapatan daerah. ”Karena pendapatan kurang mereka memang harus melakukan gerakan untuk memungut pajak secara riil,” ujarnya.
 
Pihaknya pun mengaku senang kalau memang Pendapatan Daerah sudah mulai ada peningkatan.
 
“Silakan mencari terobosan dan memaksimalkan pendapatan Badung. Semua potensi harus digarap dengan baik,” tegas Suyasa yang juga ketua DPD Golkar Badung tersebut. 
wartawan
ANA
Category

Sekda Eddy Mulya Tegaskan Pemkot Denpasar Terus Perkuat Fondasi Tata Kelola Pelayanan Publik

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat fondasi tata kelola pelayanan publik, pemerintahan, serta pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat menyampaikan tanggapannya pada Rapat Kerja Pansus IV Tentang Pertanggungjawaban APBD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Gedung DPRD Kota Denpasar, Selasa (7/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Serapan APBD Badung Tahun 2025 Hanya 64,56 Persen, Silpa Tembus Rp1,19 Triliun

balitribune.co.id I Mangupura - Kinerja pelaksanaan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2025 menjadi sorotan. Selain target pendapatan gagal tercapai, realisasi belanja daerah juga jauh dari harapan. Bahkan, belanja modal yang menjadi motor pembangunan hanya terealisasi 47,05 persen, sementara Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) membengkak hingga Rp1,19 triliun.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BTT Badung Mengendap Rp220 Miliar, DPRD Bakal Bedah Penyebab Minimnya Serapan

balitribune.co.id I Mangupura - Besarnya anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang tidak terserap sepanjang Tahun Anggaran 2025 menjadi sorotan DPRD Badung. Dari pagu sebesar Rp231,09 miliar, realisasi BTT hanya mencapai Rp10,73 miliar atau 4,64 persen. Artinya, lebih dari Rp220 miliar anggaran yang disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat tidak terpakai.

Baca Selengkapnya icon click

KPK Ingatkan Badung, Status Kabupaten Antikorupsi Bisa Dicabut

balitribune.co.id I Mangupura - Predikat Kabupaten Antikorupsi yang disandang Kabupaten Badung bukan jaminan bebas dari praktik korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mengingatkan status tersebut dapat dicabut apabila kepala daerah maupun pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terjerat tindak pidana korupsi atau tindak pidana lainnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

14 Atlit Karangasem Ambil Bagian di 6 Cabor Pekan Paralimpik Provinsi Bali 2026

balitribune.co.id I Amlapura - Sebanyak 14 orang atlit penyandang disabilitas yang seluruhnya merupakan siswa Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Karangasem, ikut ambil bagian dalam Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Bali 2026 yang berlangsung di Denpasar dari Tanggal 7 hingga 9 Juli 2026 kedepan. Sementara pembukaan Pekan Paralimpik Provinsi Bali 2026 ini sendiri telah berlangsung pada Selasa (7/7/2026) pagi di Gor Ngurah Rai Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Hasil Pemeriksaan Forensik, Mang Colik Terkena Empat Tikaman di Perut dan Punggung

balitribune.co.id I Semarapura - Sampai hari Selasa 7 Juli 2026  teka teki siapa pembunuh Nyoman Cita alias Mang Colik belum ada titik terang.   Sejak jenazah Mang Colik ditemukan pada Kamis (2/7/2026) lalu, Sat Reskrim Polres Klungkung masih berusaha membuka tabir misteri pembunuhan ini. Karena sesuai hasil pemeriksaan Foreksik RSUP Sanglah kematian Mang Colik ini jelas karena adanya tikaman fatal di beberapa bagian tubuh korban.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.