Pemprov Bali Dorong Transaksi Nontunai di Desa Wisata | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 31 Oktober 2020
Diposting : 23 July 2020 18:47
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune / Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace)

balitribune.co.id | NegaraTatanan Kehidupan Era Baru dan Digitalisasi Desa Wisata Belimbingsari Berbasis QRIS telah diresmikan oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Rabu (22/7). Desa wisata yang berada di Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana saat ini mulai menerapkan pembayaran nontunai. 

Pihaknya mengatakan, Pemprov Bali sangat mendukung dan mendorong digitalisasi terlebih ketika Bali dengan tatanan kehidupan era baru dibuka. "Artinya pula seluruh aktivitas termasuk industri pariwisata harus sudah siap membuka kembali kunjungan wisatawan. Juga didalamnya kawasan desa wisata seperti Blimbingsari," ucap mantan Bupati Gianyar ini.

Menurut Cok Ace, transaksi nontunai menjadi bagian penting dalam protokol kesehatan Covid-19 yang telah disusun. 

“Aktivitas telah dibuka dan kita harus tetap taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam hal transaksi keuangan seperti QRIS yang gencar dilakukan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, ini harus terus didukung. Sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih produktif dan aman Covid-19,” jelasnya.

Selain itu menurutnya transaksi nontunai sangat penting untuk pariwisata Bali di masa yang akan datang. Turis akan malas membawa uang tunai saat berwisata. Jika dimungkinkan nantinya setiap transaksi bisa menggunakan smartphone saja, bahkan untuk beli kelapa muda atau kerajinan masyarakat. "Jadi lebih aman dan minim sentuhan, sesuai yang ditekankan bapak gubernur dalam tatanan kehidupan era baru," tandas penglingsir Puri Ubud ini. 

Dijelaskan Cok Ace, khusus untuk kawasan desa wisata seperti Blimbingsari, dengan dukungan masyarakat yang begitu kompak menjadi pilar utama dalam menuju terwujudnya era baru dalam industri wisata yang berbasis digital. "Paling penting dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat desa," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyebutkan Desa Wisata Blimbingsari telah menerapkan metode transaksi pembayaran dengan berbasis digital menggunakan QRIS. "Digitalisasi ini menurutnya merupakan suatu keniscayaan dan wajib diimplementasikan di semua bidang kehidupan termasuk sektor pariwisata Bali,” jelas Trisno.

Penggunaan QRIS di Bali saat ini telah mencapai 105.580 merchant dimana sebaran terbesar kedua berada di Kabupaten Badung sebanyak 27.675 atau 27% dari total merchant QRIS di Bali atau meningkat sebesar 314% dibandingkan dengan awal tahun 2020.

Selain itu, selama pendemi Covid-19 sejak 6 Maret hingga 10 Juli ini, penambahan jumlah merchant QRIS di Bali meningkat hingga 60%. Digitalisasi berbasis QRIS di Desa Wisata Blimbingsari sendiri telah diterapkan untuk pembayaran mulai dari BUMDes, homestay, waterboom, panti asuhan sampai dengan donasi untuk persembahan di Gereja tertua di Bali.

Selain peresmian tersebut, Wagub Cok Ace juga turut panen buah bersama kakao Kelompok Tani Ternak (KTT) Mertha Abadi di Subak Abian Dana Amartha Sari yang berlokasi di Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. KTT Mertha Abadi merupakan kumpulan petani yang memiliki komitmen mengembangkan kakao Jembrana dengan perlakuan organik. Program pengembangan kakao organik yang dibina oleh Bank Indonesia tersebut dikuti oleh 30 petani kakao yang programnya telah berjalan dalam 2 tahun terakhir.

Kakao yang dihasilkan kelompok tersebut sudah diakui pasar internasional dengan karakteristik yang unggul. Komoditas yang bisa diolah menjadi berbagai hasil panganan tersebut telah menembus pasar ekspor.