Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pemprov Respons Positif Rencana Pusat Kembangkan Wisata Bahari

pemprov bali
RAPAT EVALUASI - Menpar, Arief Yahya, bersama Wagub Bali, Ketut Sudikerta, saat mengikuti rapat Evaluasi Percepatan Pengembangan Wisata Bahari di Hotel Golden Tulip Bay View, Unggasan, Badung, Senin (9/5).

Denpasar, Bali Tribune

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali merespons positif rencana pemerintah pusat kembangkan wisata bahari di Indonesia. Bali yang memiliki garis pantai sepanjang 430 km, memiliki potensi yang cukup baik sebagai  kawasan wisata bahari.

Berbagai upaya telah diupayakan Pemprov Bali untuk mendatangkan pendapatan dari wisata bahari tersebut, seperti perbaikan infrastruktur dan promosi. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, saat mewakili Gubernur Bali mengikuti rapat Evaluasi Percepatan Pengembangan Wisata Bahari dengan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, di Hotel Golden Tulip Bay View, Unggasan, Badung, Senin (9/5).

Menurut Sudikerta, dalam pengembangan wisata bahari, Pemprov telah menetapkan beberapa wilayah untuk dikembangkan yaitu di Amed dengan potensi bawah lautnya, kawasan Teluk Benoa, Tanah Ampo dan Celukan Bawang dengan pengembangan pelabuhannya. “Target kami untuk pengembangan pelabuhan ingin menjadikan pelabuhan di Bali sebagai tempat berlabuh favorit kapal pesiar kelas dunia untuk menggenjot pendapatan daerah,” jelasnya.

Untuk itu, diperlukan dana untuk perbaikan dan penambahan infrastruktur. Sudikerta mengusulkan agar diadakan promosi yang gencar terhadap potensi laut di Indonesia khususnya Bali. “Kami bisa mengadakan event bersakala internasional di perairan kami, dan jika berkenan mungkin dari Kementerian Pariwisata bisa ikut berpartisipasi,” ajaknya.

Ditambahkan Sudikerta, untuk kekayaan flora dan fauna bawah laut di Bali, potensinya ada di Karangasem, Benoa dan Nusa Penida. “Jadi kami bisa jual beberapa aktivitas untuk wisatawan seperti berjemur, berenang, parasailing, cruise, fishing, marine parks dan berbagai atraksi bahari lainnya,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Sudikerta juga menyinggung tentang rencana pembangunan Bandara di kawasan utara. Ia berharap pusat memuluskan rencana ini.

Penjelasan Menpar

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, menjelaskan, pengembangan wisata bahari merupakan tindak lanjut dari deklarasi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Menurutnya, luas lautan Indonesia yang sebesar 5,8 juta km2 atau 75 persen dari total luas negara ini memiliki potensi besar untuk digali untuk kemakmuran bersama. “Jika dikelola dengan baik, wisata bahari diperkirakan akan menghasilkan sekitar USD1,2 triliun dolar per tahun atau tujuh kali lipat dari APBN 2015,” kata dia.

Ia mencontohkan pengembangan pelabuhan untuk kapal pesiar. Dia menyayangkan pendapatan dari berlabuhnya kapal mewah yang menampung wisatawan kelas atas itu di Indonesia masih sangat kecil. “Kita hanya mendapatkan sekitar USD 137 juta per tahun, angka itu hanya sepersepuluh dari Malaysia bahkan sepertiga puluh dari Singapura. Padahal potensi Indonesia lebih besar,” ujarnya.

Untuk mengembangkan semua itu, tambah dia, harus melalui perencanaan yang matang. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain global standard, benchmark agar pembangunan terarah dan angka-angka yang valid agar semua program tepat sasaran. Lebih lanjut, Menpar memaparkan, konsep wisata bahari harus memperhatikan beberapa hal, seperti keadaan pantai, bentang laut dan bawah laut.

Dalam kesempatan itu, dia juga membeberkan beberapa hal yang menghambat pengembangan wisata bahari, seperti regulasi yang berbelit serta banyaknya bangunan yang membelakangi pantai sehingga menghalangi pemandangan indah pantai itu sendiri. “Saya sudah buatkan surat edaran untuk membuat perda yang melarang hotel dan objek wisata membuat bagunan yang memunggungi laut, itu merugikan banyak pihak dan menutup pemandangan, semua harus terbuka dan pemandangannya harus bisa dinikmati,” imbuhnya.

Lebih dari itu, untuk memuluskan remcana pengembangan ini, tentu saja diperlukan promosi yang gencar. Maka dari itu Menpar berjanji akan jor-joran mengalokasikan dana promosi. “Kami juga akan menggelar event-event bahari bertaraf internasional seperti yatch sail,” katanya dalam rapat ecaluasi yang dihadiri pihak terkait seperti Imigrasi, Angkasa Pura, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementrian PU serta praktisi parriwisata ini.

wartawan
rls
Category

HUT Bangli ke-822: Pemkab dan FPRB Tanam 150 Pohon di Kawasan Rawan Bencana

balitribune.co.id | Bangli - Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bangli ke-822, Pemerintah Kabupaten Bangli bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) menggelar aksi penanaman 150 pohon di kawasan Pura Dalem Buungan, Kecamatan Susut, Rabu (13/5/2026).

Aksi ini merupakan langkah preventif untuk memperkuat struktur tanah dan menjaga ekosistem di wilayah yang dikenal memiliki banyak aliran sungai serta titik rawan longsor.

Baca Selengkapnya icon click

Gandeng PKK Dauh Puri Kauh, Astra Motor Bali Ajak Ibu-Ibu Jadi Pelopor #Cari_Aman

balitribune.co.id | Denpasar – Astra Motor Bali kembali mempertegas komitmennya dalam menciptakan budaya tertib lalu lintas di masyarakat. Kali ini, menyasar pilar utama keluarga, Astra Motor Bali menggelar edukasi keselamatan berkendara (safety riding) bagi ibu-ibu PKK Desa Dauh Puri Kauh. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Dauh Puri Kauh pada Senin (11/5/2026) dengan antusiasme tinggi dari 45 peserta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mitra10 Buka Cabang ke-58 di Bali, Usung Konsep One Stop Home Living

balitribune.co.id | Denpasar - Perkembangan sektor properti dan pariwisata di Bali mendorong kebutuhan akan bahan bangunan dan perlengkapan rumah yang semakin beragam. Melihat tren tersebut, Mitra10 kembali memperluas jaringan ritelnya dengan membuka cabang baru di kawasan Imam Bonjol, Denpasar, Rabu (13/6/2026)

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

“Homeless Media” Adaptasi atau Ancaman Demokrasi?

balitribune.co.id | Perdebatan soal “homeless media” sesungguhnya bukan sekadar pertengkaran antara media lama dan media baru. Polemik ini lebih dalam dari itu - Indonesia sedang menghadapi benturan besar antara disrupsi digital dengan standar profesionalisme pers yang selama ini menjadi fondasi demokrasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.