Pendapatan PLTS Menurun, Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan Nunggak | Bali Tribune
Bali Tribune, Senin 17 Juni 2024
Diposting : 20 February 2023 21:26
SAM - Bali Tribune
Bali Tribune / PLTS - Kondisi PLST 1 MWp Bangli di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli.

balitribune.co.id | Bangli Produksi listrik PLTS 1 MWp Bangli di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli mengalami penurunan. Penurunan tersebut berdampak pada pendapatan penjualan listrik. Imbas dari menurunya pendapatan PLTS, pembayaran iuran BPJS Ketenangakerjaan karyawan pun tersendat alias nunggak. 

Kabag Ekonomi Setda Bangli Dwi Wahyuni saat dikonfirmasi tidak menampik kondisi tersebut. Dijelaskan, sejak pertengahan tahun 2022 terjadi penurunan produksi listrik. Turunnya produksi karena beberapa kompone PLTS mengalami kerusakan. Di samping itu faktor cuaca juga jadi penyebab. “Hujan yang terjadi terus menerus mengakibatkan serapan energy listrik  PLTS menurun,” jelasnya, Senin (20/2).

Menurut Dwi Wahyuni, dalam kondisi normal dan cuaca juga mendukung dalam sebulan pendapatan PLTS bisa mencapai Rp 60 juta. Namun kini turun menjadi Rp 20 juta per bulan. Sementara untuk biaya operasional per bulan kisaran Rp 37 Juta. Dengan begitu ada kekurangan dana untuk memenuhi operasional. Biaya operasional dimaksud diantaranya untuk gaji karayawan, pembayaran iuran BPJS Ketenagaakerjaan dan lainnya.

Lantaran kurangnya dana opersional, BPJS Ketenagakerjaan yang jadinya tidak terbayarkan. Selama ini BPJS Ketenagakerjaan dibayar penuh oleh perusahaan. Bahkan tunggakan sudah berlangsung beberapa bulan. "Tunggakan lebih dari Rp 20 juta untuk karyawan dan juga direkturnya. Terkait ini kami sudah bersurat ke pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan tenggang waktu pembayaran. Memohon diberikan keringan sampai kondisi perusahaan membaik," sebut Dwi Wahyuni.

Di tengah kondisi perusahan yang sedang ngos-ngosan maka disiasati dengan melakukan pengurangan jam kerja atau menggunakan sistem shift. Kemudian untuk penggajian juga tidak full. Terkait upaya perbaikan, Dwi Wahyuni mengaku sudah berkomunikasi dengan salah satu perusahan. Perusahaan tersebut siap membantu untuk proses perbaikan.

"Kami dibantu oleh BTI Energi, mereka sudah turun mengecek kondisi PLTS. Dalam waktu dekat hasil pemeriksaan bisa turun sehingga bisa diambil langkah perbaikan," jelasnya.