Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pengalihan Pengecer, Gas Melon Menghilang di Ubud

Bali Tribune / MAHAL - Gas melon di Gianyar langsung langka dan harganya mahal.

balitribune.co.id | GianyarAwal Februari, gas melon kembali menjadi barang langka dan menyita perhatian masyarakat. Menyusul pengalihan penjualan gas subsidi ini ke pangkalan, kontan saja pengecer stop penjualan. Akibatnya tidak saja harga yang melambung, namun juga sudah didapat.

Di wilayah Ubud, para ibu rumah tangga langsung kebingungan sejak Sabtu (1/2/). Masalah kanaikan harga gas LPG 3 Kg yang melambung hingga Rp 24 ribu, mungkin tidak dimasalahkan. Senyatanya, gas ini kini seperti permata di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

"Saya tak bisa masak hari ini, karena tidak dapat membeli gas melon. Semua warung kini tidak lagi jual gas melon," keluh Luh Gede Devita, seorang ibu muda asal Ubud Kelod.

Senada itu, Ibu Kadek Sutami di Tebesaya, Peliatan juga kebingungan berburu gas melon. Syukurnya, Minggu (2/2) pagi dirinya berhasil mencegat mobil pick up yang membawa gas melon.

"Pas berhenti saya minta agar dikasi satu saja, sempat tidak dikasi. Lalu saya memohon dan akhirnya sopirnya sudah ada list pemesannya," ujarnya.

Terkait penjualan gas melon yang akan diambil alih oleh pangkalan, Sutami maupun devita hanya bisa geleng-geleng. Bagi mereka, jika hal tersebut memudahkan untuk mendapatkan gas melon, khususnya untuk masyarakat kelas menengah ke bawah, tentu dirinya akan mendukung.

"Kalau bisa lebih mudah dapat, tentu saja dukung. Apalagi bisa dapat lebih murah. Sekarang saya beli Rp 24 ribu satu tabung," ujarnya.

Seorang pedagang eceran di Tebesaya, I Made Mergig, mengatakan, dirinya tidak setuju atas peraturan yang tidak memperbolehkan warung kelontong atau eceran menjual gas melon. Ada berbagai alasan yang membuatnya tidak setuju. Mulai dari lokasi pangkalan, di mana tidak setiap desa memiliki atau dekat dengan pangkalan gas LPG.

Belum lagi, tidak semua orang memiliki tabung lebih dari satu. Ketika gas habis saat malam hari, masyarakat harus menunggu sampai pagi hari baru mereka bisa memiliki gas kembali. Jika ada warung eceran seperti dirinya, tentu masyarakat tidak akan mengalami kesulitan untuk mencari gas melon, karena walaupun warung tutup, pembeli masih bisa mencari ke rumah. Sebab rata-rata warung eceran menjadi satu dengan rumah tinggal pedagangnya.

"Masalahnyaa kelangkaan yang terjadi selama ini bukan ulah pengecer. Kami, kalau ada barang pasti kami jual. Tapi seringan, agen gasnya gak datang. Sekarang saja tabung dagangan saya pada kosong," terangnya.

Disinggung terkait warung eceran bisa menjadi pangkalan dengan syarat harus mendaftar. Ia mengatakan tidak bisa karena tempat yang terbatas. Di warungnya saja, paling banyak bisa menampung 10 gas melon. Sebab harus berbagi tempat untuk dagangan lain. Belum lagi dari segi keamanan tabung.

"Saya sudah pusing, pilih tidak jual gas melon lagi," pungkasnya.

wartawan
ATA

Modal Jadi Tantangan Bisnis Dekorasi Pernikahan, Dehana Decoration Manfaatkan KUR BRI

balitribune.co.id | Mangupura - Bisnis dekorasi pernikahan memiliki karakter berbeda dengan usaha perdagangan biasa. Pelaku usaha harus menyiapkan properti, tenaga kerja dan bahan sebelum pekerjaan digelar, sementara modal yang dikeluarkan baru kembali setelah dekorasi digunakan dalam sejumlah pesanan.

Baca Selengkapnya icon click

Dari Toko ATK di Pejeng, Raka Temukan Sumber Penghasilan Tambahan Lewat Agen BRILink

balitribune.co.id | Gianyar - Sebuah toko alat tulis di kawasan Pejeng, Gianyar, tidak hanya menjadi tempat warga membeli kebutuhan sekolah dan perlengkapan sehari-hari. Selama hampir satu dekade, Toko Aneka Tulis juga menjadi tempat masyarakat melakukan berbagai transaksi keuangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Biadab! Hanya Karena Setoran, Bos Tega Bakar Sopir 

balitribune.co.id | Amlapura - Nasib tragis menimpa I Gede Slamet (20), seorang sopir truk asal Banjar Dinas Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem. Ia mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya setelah dibakar hidup-hidup oleh bosnya sendiri, I Putu CP (39), asal Kecamatan Rendang, pada Jumat (18/9/2026) siang. 

Baca Selengkapnya icon click

Koster Bagikan Nasi Jinggo di SMPN 13 Denpasar

balitribune.co.id | Denpasar - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster, melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 13 Denpasar pada Jumat (18/9/2026). Kedatangan orang nomor satu di Bali dan Denpasar ini disambut antusias oleh seluruh siswa, guru, dan jajaran sekolah lewat beragam kreativitas seni dan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Jembrana Gulung Jaringan Narkoba Antarpulau 

balitribune.co.id I Negara - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jembrana berhasil membongkar tujuh kasus peredaran narkotika dalam operasi beruntun periode Agustus hingga September 2026. 

Dari rangkaian penindakan tersebut, polisi meringkus delapan tersangka yang terdiri dari tujuh pria dan satu wanita, serta menyita barang bukti sabu seberat total 111,25 gram netto (119,02 gram bruto).

Baca Selengkapnya icon click

Tagihan Semu PBB Jembrana Capai Miliaran

balitribune.co.id | Negara - Ketidaksinkronan data pertanahan antara instansi vertikal pusat dan daerah memicu pembengkakan piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Jembrana hingga menembus angka fantastis, yakni Rp54,5 miliar. 

Data yang tidak akurat ini memicu penumpukan tagihan semu yang terus bertambah setiap tahun.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.