Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pengprov FPTI Bali Terbentuk

musprov
Putu Yudiatmika

BALI TRIBUNE - Ketua Umum Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia  (FPTI) Bali terpilih, Putu Yudiatmika, baru saja selesai membentuk kepengurusan periode empat tahun mendatang. Bahkan, kepengurusan FPTI Bali terbentuk lebih cepat dari yang dijanjikan, yakni dua minggu dari pelaksanaan Musprov FPTI Bali, yang digelar 24 Desember 2017 lalu.

Kepada wartawan di Denpasar, kemarin, Yudiatmika yang juga Bidang Hukum dan Etika KONI Bali ini, mengatakan bahwa gerak cepat menyusun kepengurusan FPTI Bali dilakukan supaya segera disahkan dan dilantik, agar dapat pula segera melaksanakan tugas-tugasnya.

“Kami memang melakukan gerak cepat menyusun pengurus karena memang kami siap bekerja dengan cepat dan kerja keras. Pengurus yang terbentuk terdiri dari 35 orang yang merupakan gabungan antara pengurus senior dengan junior,” urai Yudiatmika.

Penggabungan antara pengurus senior dan junior itu, menurut Yudiatmika, juga berasal dari pengurus kabupaten dan kota FPTI seluruh Bali, sehingga mencakup pengurus FPTI yang ada di daerah ini. Dan pengurus itu dinilainya merupakan pihak yang sangat paham, loyal dan memiliki dedikasi tinggi di cabang olahraga (cabor) panjat tebing Bali.

“Hanya untuk lebih jelas lagi, kepengurusan FPTI sekarang ini bukan periode 2017-2021 melainkan 2018-2022. Pasalnya, sejatinya kepengurusan lama lalu masa bhaktinya diperpenjang sampai 10 Januari. Sehingga pastinya masa bhakti pengurus sekarang masuk di 2018-2022,” ujar Yudiatmika.

Digelarnya  Musprov FPTI Bali lebih awal, menurut dia, agar tugas musprov itu terselesaikan lebih dulu. Selanjutnya pengurus yang baru tinggal mempersiapkan pelantikan setelah batas waktu perpanjangan itu selesai.

“Setelah lewat tanggal 10 Januari itu kami sudah mempersiapkan diri untuk merencanakan pelantikan resmi pengurus baru ini ke PP FPTI. Nanti kami bakal bersurat dan semoga target kami setidaknya akhir Januari ini kami sudah selesai dilantik,” tutup Yudiatmika.

wartawan
Djoko Purnomo
Category

Sanggar Titi Bah Memukau PKB 2026, Arja Klasik “Kembar Buncing” Angkat Pesan Kesucian Jiwa dan Regenerasi Budaya

balitribune.co.id | Denpasar - Duta Kabupaten Badung, Sanggar Titi Bah dari Banjar Teguan, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, sukses memukau penonton saat tampil dalam Utsawa (Parade) Arja Klasik pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Selasa (23/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lebih Bertenaga dan Aerodinamis, Intip Ketangguhan New Honda Vario Evo 160

balitribune.co.id | Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan New Honda Vario Evo 160 sebagai generasi terbaru skutik 160cc yang hadir dengan evolusi desain, warna dan diperkaya fitur baru. Pilihan terbaru ini dipadukan dengan performa tinggi untuk memberikan pengalaman sensasi berkendara yang kencang dan memberikan kebanggaan bagi penggunanya.

Baca Selengkapnya icon click

Drama Kelahiran di Denpasar: Mengaku Lajang di Rumah Sakit, Istri Dilaporkan Suami

balitribune.co.id | Denpasar - Seorang suami berinisial RSL resmi melaporkan istrinya, berinisial KC, ke Polresta Denpasar terkait dugaan tindak pidana penggelapan asal-usul orang. Laporan ini dipicu oleh tindakan KC yang diduga menyembunyikan status pernikahan dan kehamilannya saat proses persalinan anak pertama mereka.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Resmi Menyala! Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Titik Nol Singaraja

balitribune.co.id | Singaraja - Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna serta Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra, melakukan penyalaan lampu perdana di kawasan Titik Nol Kota Singaraja sejumlah 75 lampu trotoar, Selasa (23/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Mengurai Persimpangan Sejarah dan Administrasi Negara: Bagaimana Taman Narmada Beralih Menjadi Aset Pemerintah?

balitribune.co.id | ​Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya menyentuh lapisan sejarah, hukum agraria, cagar budaya, dan rasa keadilan kultural: bagaimana mungkin Taman Narmada, yang dikenal sebagai warisan Raja Mataram Lombok, kini tercatat sebagai milik negara atau pemerintah?

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.