Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Penyeberangan Kapal Cepat Padang Bai Ditutup

Bali Tribune/ DITUTUP – Kapal cepat di Pelabuhan Padang Bai tak beroperasi akibat cuaca buruk.
balitribune.co.id | Amlapura - Aktifitas penyeberangan kapal cepat Pelabuhan Padang Bai Karangasem ditutup sementara akibat cuaca buruk. Keputusan itu diambil Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padang Bai, sejak Kamis (13/6) pukul 06.00 Wita.
 
Cuaca buruk disertai gelombang tinggi dan angin kencang melanda wilayah perairan Selat Lombok sejak tiga hari lalu, tapi semakin meningkat pada Rabu (12/6). Padahal Selat Lombok merupakan jalur penyeberangan dari Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari Padang Bai juga ada aktifitas penyeberangan kapal cepat menuju Gili Trawangan dan Gili Air, Lombok (NTB).
 
Penutupan sementara ini dilakukan karena ketinggian gelombang di tengah perairan tersebut dinilai cukup membahayakan dan berisiko bagi pelayaran kapal cepat. Sebab ketinggian gelombang di tengah perairan mencapai 2.0 sampai 2.5 meter dengan kecepatan angin 4-15 knot. Selanjutnya pihak KSOP Padang Bai akan terus memantau perkembangan cuaca, dan jika cuaca mulai membaik maka aktifitas penyeberangan kapal cepat dari Padang Bai akan dibuka kembali.
 
Cuaca buruk dengan gelombang tinggi di tengah perairan Selat Lombok dan terjangan ombak pantai yang cukup tinggi di Pelabuhan Padang Bai terjadi sejak empat hari terakhir. Akibatnya kapal ferry tidak berani sandar di Demarga II sehinggga terjadi antrean panjang kendaraan penyeberang. Hanya kapal dengan bobot besar saja yang berani berlayar dan bongkar muat di dermaga pelabuhan.
 
“Terjadi gelombang tinggi di tengah perairan Selat Lombok. Jadi untuk sementara seluruh aktifitas penyeberangan Fast Boat atau Kapal Cepat kita tutup atau penundaan sementara, sampai kondisi cuaca membaik,” tegas Ni Luh Putu Eka Suyasmin, Kepala KSOP Padang Bai, Kamis (13/6) kemarin.
 
Terkait semakin memburuknya kondisi cuaca di tengah perairan Selat Lombok, pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XII Bali-NTB, mengimbau para nahkoda kapal dan ABK untuk selalu memperhatikan keselamatan pelayaran. Utamanya saat proses bongkar muat kapal.
 
“Kami mengimbau kepada para ABK dan nahkoda kapal untuk memperhatikan kestabilan atau kemiringan kapal kanan dan kiri, serta mengikat seluruh kendaraan selama dalam pelayaran demi keselamatan,” ujar Agung Hartono, Kepala BPTD XII Bali-NTB.
 
Pasca ditutupnya sementara seluruh aktifitas penyeberangan kapal cepat dari Pelabuhan Padang Bai tujuan Gili Trawangan dan Gili Air, Lombok, ratusan wisatawan asing yang biasanya menggunakan jasa penyebrangan kapal cepat atau Fast Boat, terpaksa beralih menggunakan jasa penyeberangan Ferry di Dermaga Pelabuhan Padang Bai.
 
Sementara itu arus balik Idul Fitri di Pelabuhan Badang Bai sudah mencapai puncaknya pada Rabu (12/6) malam. Jumlah penumpang yang tiba di Padang Bai dari H+1-H+7 mencapai 17.300 orang, kendaraan roda dua sebanyak 4.272 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 1.171 unit. 
 
wartawan
Redaksi
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Konjen Jepang di Denpasar Serahkan Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Prof. Wirawan

balitribune.co.id | Denpasar - Upacara Penganugerahan Bintang Jasa Jepang untuk Musim Gugur Tahun 2025 kepada Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Udayana berlangsung Senin 16 Maret 2026, bertempat di Kediaman Dinas Konsul-Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Nyepi Caka 1948, Bupati Badung Ajak Masyarakat Jaga Keteduhan Hati dan Kebersamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung.

Bupati dan Wakil Bupati Badung berharap perayaan Nyepi Caka 1948 membawa ketenangan, kedamaian, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Soal Utang Obat RSU Tabanan, Komisi IV Minta Ada Audit dan Subsidi Pemkab

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan perlunya audit terhadap piutang pasien yang memicu penumpukan utang obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp36 miliar lebih di RSU Tabanan.

Tidak hanya itu, Komisi IV berencana akan bertemu dan meminta Bupati Tabanan memberikan dukungan anggaran untuk menyelamatkan operasional rumah sakit rujukan tipe B tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.