Diposting : 22 July 2019 11:57
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/ Gigih Aditta, pelaku perampokan money changer dengan sajam.
balitribune.co.id | Denpasar - Aksi perampokan bersenjata tajam (sajam) kembali terjadi di tempat penukaran uang (money changer). Kali ini berlangsung dramatis di Cash X Chanya milik PT. Anak Rantau di Jalan Pulau Tarakan Nomor 162 Denpasar, Minggu (21/7) pukul 15.40 Wita.
 
Namun pelaku bernama Gigih Aditta (21) asal Tangerang, Banten ini gagal melakukan aksi. Sebab, karyawan kasir bernama lalu Muhammad Buhari (25) melakukan perlawanan walaupun sempat mendapatkan dua luka tusukan di punggung kiri.
 
Informasi yang berhasil dihimpun balitribune.co.id |  -  kemarin mengatakan, pelaku nekat melakukan aksi tersebut lantaran situasi di dalam tempat penukaran uang itu benar-benar sepi pengunjung. Dia menggunakan jaket abu-abu celana jeans hitam langsung menodongkan pisau ke korban. Menariknya, untuk melakukan aksinya itu ia menyamar menjadi karyawan PLN. "Katanya dari PLN dan mau mngecek listrik. Malah saya langsung ditodong dengan sajam," ungkap korban.
 
Korban pun kaget dan ketakutan. Sebab, sambil menyodorkan pisau dengan tangan kanan, ia meminta korban untuk menyerahkan uang. Meski demikian, korban bersikeras tidak mau memberikan uang. Saling dorong pun tak terhindarkan. “Ya, saya langsung ditusuk di bagian kiri punggung. Saya melawan dengan cara mendorong pelaku. Setelah itu, saya lari ke luar dan berteriak ada perampok,” terangnya.
 
Sejumlah masyarakat dan pengguna jalan yang mendengar teriakan korban, salah satunya seorang polisi berpakaian sipil. Ia langsung berhenti dan masuk ke TKP. “Di dalam, Bapak polisi itu langsung mengeluarkan senjata lalu meminta pelaku segera meletakkan pisau lalu tiarap di lantai. Jika masih melawan maka akan ditembak kepalanya. Sehinga pelaku menuruti permintaan polisi,” jelasnya.
 
Setelah pelaku dilumpuhkan, korban kemudian dilarikan ke RS Sanglah untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung ada anggota polisi sehingga pelaku tidak diamuk massa. Ia lalu digiring ke Mapolsek Denpasar Barat menggunakan mobil polisi. Saat dikeluarkan dari tempat penukaran uang dan tempat penjualan minyak gosok tradisional itu, massa sempat ngamuk namun polisi dengan sigap melerai.
 
Masih di lokasi kejadian, sumber petugas kepolisian mengatakan, pelaku mengaku melakukan aksi ini dengan modus survei tempat terlebih dahulu sebelum beraksi. Karena tempat tersebut tidak terlalu ramai, ia kembali lagi dengan menggunakan sepeda motor DK 6404 DL.
 
Ia langsung masuk dengan berpura-pura sebagai karyawan PLN  dengan maksud mau mengecek meteran listrik di TKP. Di dalam ia langsung mengeluarkan pisau dari tas dan menodongkan sajam. Karyawan pun melakukan perlawanan mendapatkan loka tusukan sebanyak 2 kali di punggung. "Kami amankan 1 buah pisau, 1 buah hand phone, dompet hitam berisi identitas, tas slempang warna hitam, motor warna putih DK 6404 DL," bisik sumber.
 
Kapolsek Denpasar Barat, AKP Agung Ayu Udayani Adi membenarkan telah terjadi peristiwa itu. Pelaku langsung diamankan oleh petugas yang sedang bertugas patroli. “Datanya nyusul, ya. Sebab, kami masih dalami keterangan pelaku. Korban sementara di rumah sakit," ujarnya. (u)