Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Perlunya Pengawasan Turis Asing ke Bali

Putu Parwata

BALI TRIBUNE - FENOMENA turis ngekos terus mendapat sorotan dari kalangan DPRD Badung. Dewan menyayangkan wisatawan yang datang ke Bali khususnya Badung banyak turis backpacker. Padahal, Pemkab Badung mengucurkan miliaran rupiah untuk mempromosikan pariwisata Badung ke luar negeri dengan tujuan wisatawan yang datang ke Badung adalah wisatawan berduit, bukan malah backpacker. “Masalah ini harus jadi perhatian bersama. Kok turis yang ke Badung justru banyak backpacker,” ungkap Ketua DPRD Badung, Putu Parwata belum lama ini. Menurutnya perlu ada pengawasan khusus sehingga wisatawan atau warga negara asing tidak seenaknya datang ke Bali apalagi dengan cara menggembel. “Kita sih berharap yang datang itu bukan backpacker, tapi wisatawan berkelas. Dan ini perlu ada strategi juga,” kata Parwata. Untuk menyikapi maraknya tamu backpacker ini, politisi PDIP asal Dalung ini mengaku akan segera memanggil pihak BPPD dan Dinas Pariwisata  Badung. “Kami akan evaluasi kinerja lembaga itu (BPPD dan Dispar Badung, red) dalam mendatangkan wisatwan ke Badung. Karena dana untuk promosi cukup besar,” tegasnya. Disisi lain, Parwata juga mengimbau masyarakat pemilik rumah kos melaporkan apabila ada turis ngekos di rumahnya. Pihaknya juga berharap pemilik kos ikut memberikan edukasi kepada warga negara asing yang tinggal disana. “Kalau wisatawan yang sedang berlibur kami harapkan masyarakat menyarakan menginap di hotel atau pun hostel sehingga mereka bisa dikenakan pajak,” pungkasnya.

wartawan
I Made Darna
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.