Personel Kodim Tabanan Siaga Bencana | Bali Tribune
Bali Tribune, Senin 30 November 2020
Diposting : 12 October 2020 06:53
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
Bali Tribune/BANTU WARGA - Anggota Kodim Tabanan bantu warga yang terdampak banjir
Balitribune.co.id | Tabanan - Curah hujan tinggi sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi yang mengguyur wilayah Tabanan membuat jajaran Kodim 1619/Tabanan melaksanakan siaga bencana dan mengerahkan personel Babinsa di Koramil jajaran untuk mengecek wilayahnya masing-masing serta memberikan bantuan baik evakuasi warga, pembersihan longsoran, Sabtu (10/10).
 
Dandim Tabanan bersama personel Koramil langsung turun ke lokasi bencana. Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto menegaskan, sampai saat ini tidak ada korban jiwa, kerugian materiil masih belum bisa ditaksir. Ada beberapa wilayah yang menjadi atensi pada bencana alam ini yaitu di Wilayah Kecamatan Kediri mengakibatkan jalan penghubung antara Banjar Sanggulan dengan Desa Banjar Anyar Kediri putus total dan perumahan Candra Lestari di sekitarnya mengalami kerusakan, jalan desa di Jatiluwih Tabanan juga jebol selebar 3 meter dengan panjang sekitar 30 meter, ada juga beberapa rumah warga di Desa Kukuh Kerambitan mengalami rusak ringan karena senderan perumahan yang jebol, beberapa kerusakan di Kecamatan Selemadeg berupa senderan pura dalem jebol, dan masih banyak lagi infrastruktur yang terdampak akibat bencana ini. 
 
Kodim Tabanan bersama Pemerintah Daerah, Kepolisian, BPBD serta masyarakat saling bahu membahu untuk mengevakuasi warga yang terdampak akibat banjir maupun tanah longsor, dan melakukan gotongroyong pembersihan dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak dari Bencana ini.
 
Danramil 1619-04/Kediri Kapten Inf I Nengah Sudiana seizin Dandim Tabanan menyampaikan bahwa dirinya bersama anggota dan masyarakat pagi tadi melaksanakan evakuasi warga terdampak banjir. Menurutnya, air meluap terjadi di Perumahan Candra Asri Lestri tepatnya di belakang terminal Kediri yang mana beberapa warga terjebak banjir, karena bertahan di rumahnya sehingga dievakuasi untuk menghindari korban.