Peserta We Love Bali Kunjungi Destinasi Favorit di Badung, Gianyar & Bangli | Bali Tribune
Bali Tribune, Senin 30 November 2020
Diposting : 18 October 2020 18:40
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune / Peserta We Love Bali mengunjungi destinasi favorit untuk menyebarkan CHSE
balitribune.co.id | DenpasarWe Love Bali yang mengunjungi destinasi wisata sebagai kampanye protokol kesehatan berbasis clean, healty, safety, environment (CHSE), yaitu kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan hidup dilanjutkan dengan program 11 trip 3 tanggal 14- 16 Oktober 2020 ke Denpasar- Sangeh-Carang Sari-Plaga-Kintamani-Payangan- Ubud- Kemenuh-Denpasar. 
 
Peserta berangkat dari Denpasar menuju Sangeh kemudian Carang Sari dan Plaga serta menginap semalam di Plaga Kabupaten Badung. Peserta mengunjungi Pura Taman Mumbul Sangeh, Desa Sangeh, Desa Carangsari, Jembatan Bangkung.
 
"Keesoknya, naik ke Kintamani (Bangli), terus menuju Payangan, dan lanjut menginap di Ubud (Gianyar). Mereka mengunjungi Desa Wisata Belok Sidan, Kopi Gunung Batur, Sekar Bumi Desa Kerta, Pasar Seni Ubud, dan Bali Cacao Park. Jadi, ada kombinasi menginap di Plaga dan Ubud,” terang panitia We Love Bali, Putri Kesuma dari PT Bintang Nusantara MICE beberapa waktu lalu di Denpasar.
 
Program We Love Bali merupakan bentuk edukasi sekaligus menyebarluaskan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE di tempat-tempat wisata untuk memastikan keamanan wisatawan. Melalui kampanye CHSE ini diharapkan membentuk Safety Awareness yang perlahan tercipta dalam mindset pelaku usaha di Bali dan didukung masyarakat atau komunitas, akedemisi, pengusaha, dan media.
 
“Intinya, implementasi penerapan CHSE sangat penting untuk menunjukkan bahwa Bali sebagai destinasi wisata internasional, sungguh-sungguh berkomitmen dan mampu menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.
 
Melalui informasi tertulis, diakui, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap penerapan protokol CHSE di daya tarik wisata dan desa wisata. Termasuk, melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di hotel tempat menginap dan DTW yang dikunjungi dengan mengisi Form Cek List CHSE.   
 
Seperti diketahui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) bersama Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan stakeholder menggelar program We Love Bali dengan melakukan promosi mengunjungi daya tarik wisata dan desa wisata di Bali. Sekaligus sosialisasi protokol kesehatan bidang pariwisata. 
 
Program pemulihan pariwisata bertajuk We Love Bali ini melibatkan 4.400 peserta. Agenda We Love Bali yang melibatkan 4.400 peserta nanti akan dibagi dalam kelompok kecil terdiri 40 orang. Tiap kelompok melakukan satu trip (perjalanan) selama 3 hari 2 malam, dengan menginap secara bergiliran di sejumlah kawasan wisata yang ada di Bali.
 
Program We Love Bali digelar selama 2 bulan yakni Oktober-November 2020 mendatang. Peserta mendapatkan fasilitas berupa akomodasi selama 2 malam di hotel atau home stay yang ditetapkan panitia, konsumsi, transportasi, tiket masuk daya tarik wisata, biaya rapid test, dan perlengkapan lainnya.
 
Sementara itu Anggota Tim Percepatan Pemulihan Pariwisata Bali yang mendampingi panitia Ketut Jaman menyatakan, 12 rute perjalanan sudah disiapkan untuk program We Love Bali. Dari 12 trip tersebut sudah mendapatkan dukungan angggaran dari Kemenparekraf. Kunjungan ini akan mengcover seluruh 9 kabupaten/kota yang ada di Bali.
 
“Di setiap daya tarik wisata akan dilibatkan UMKM sebagai penyedia suvernir yang akan dijual kepada para peserta,” jelasnya.
 
Selain itu, juga mempromosikan pariwisata Bali Era Baru kepada masyarakat luar melalui media sosial peserta, menyiapkan pariwisata Bali untuk menyambut wisatawan asung sejalan dengan Pergub Nomor 46 Tahun 2020, dan meningkatkan ekonomi tempat-tempat yang dikunjungi.