balitribune.co.id I Singaraja - Partai Kebangkitan Bangsa mulai menunjukkan keseriusannya menancapkan pengaruh di Bali. Lewat Musyawarah Cabang (Muscab) di Buleleng, Sabtu (18/4/2026), partai ini tak sekadar berkumpul, tetapi mengirim sinyal kuat: mesin politik sudah dipanaskan jauh sebelum hari pencoblosan tiba.
Agenda Muscab kali ini bukan seremoni rutin. Pengurus DPP PKB, Rino Lande, menegaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi terstruktur untuk membangun kekuatan partai dari bawah. "Pemilu itu bukan menunggu waktunya datang. Kita mulai dari sekarang dengan kerja nyata, memperkuat struktur hingga ke akar rumput," tegasnya.
Pernyataan itu mencerminkan posisi PKB di Bali yang masih tertinggal. Hingga kini, partai tersebut belum berhasil menembus kursi DPRD Provinsi Bali. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus pemicu ambisi besar untuk mengubah peta kekuatan politik di Pulau Dewata.
Tak menutup mata, Rino bahkan secara terbuka berharap adanya ruang dari partai-partai dominan. "Kami berharap teman-teman dari PDI Perjuangan maupun Gerindra bisa memberi ruang bagi PKB untuk berkembang dan meraih kursi," ujarnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Buleleng menilai dinamika ini sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat. Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menyebut komunikasi antara pemerintah daerah dan partai politik selama ini berjalan intens dan konstruktif. Wabup Supriatna yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng ini juga mengingat kembali kontribusi PKB dalam Pilkada 2024 yang ikut mengantarkan kemenangannya. "Atas dukungan itu, kami sampaikan terima kasih. Salam kami untuk Cak Imin," ucapnya.
Di internal partai, persaingan mulai mengerucut. Tiga nama mencuat sebagai kandidat Ketua DPC PKB Buleleng, yakni H. Samsul Arifin, H. Mulyadi Putra, dan H. Zainudin. Ketiganya diusulkan oleh PAC dan kini menunggu keputusan final dari DPP. Salah satu kandidat, H. Mulyadi Putra, melihat Muscab sebagai titik balik untuk memperkuat soliditas sekaligus mengevaluasi arah perjuangan partai.
Muscab ini menjadi lebih dari sekadar forum internal. Ini adalah titik awal bagi PKB untuk keluar dari bayang-bayang dan mulai bertarung serius di panggung politik Bali dari Buleleng, menuju provinsi, bahkan hingga Senayan. "Ke depan PKB harus lebih matang dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Itu hanya bisa dicapai dengan kepengurusan yang solid," tandasnya.