Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

PKB ‘Market Oriented’ IKM

Bali Tribune/ MELAMBAI - Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana dan cucunya Jan Ethes melambaikan tangan saat mengikuti pawai PKB ke-41, Sabtu (15/6) sore.

Presiden RI Joko Widodo membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41, Sabtu 15 Juni 2019. Selama sebulan, insan seni dari Bali, daerah lain di Indonesia dan utusan beberapa negara bakal unjuk kebolehan di ajang tahunan itu. Tak ketinggalan pelaku bisnis mulai dari UKM sampai pariwisata berusaha memanfaatkan event ini untuk menangguk untung. Apakah PKB berdampak signifikan terhadap perekonomian Bali?  balitribune.co.id | Denpasar - Biaya penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41, Pemprov Bali setidaknya mengucurkan Rp 6 miliar. Itu belum termasuk dana yang dianggarkan setiap kabupaten/kota se-Bali yang berkisar Rp 1,2 miliar sampai Rp 1,8 miliar. Lantas, apakah hasilnya setimpal? Sudah pasti tidak tepat kalau barometer keberhasilan PKB dinilai dari transaksi dagang semata, sebab tujuannya adalah untuk melestarikan seni, budaya dan tradisi luhur Bali. Tidak hanya melestarikan, tapi sekaligus memperkenalkannya ke dunia internasional. Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya negara lain yang mengirim dutanya untuk tampil di PKB.   "Bagi dunia usaha, PKB ini bagian dari ‘market oriented’ sebenarnya. Dimana dalam kita berproduksi dari hulu sampai hilir,  hulunya adalah produk development yang kemudian di hilirnya mesti diorientasikan kepada pasar," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Bali, Putu Astawa, soal kepesertaan Industri Kecil Menengah (IKM) di ajang PKB, Jumat (14/6).  Menurutnya, ajang PKB bisa dikatakan sebagai suatu kegiatan promosi bagi produk-produk unggulan yang ada di Bali, disamping juga atraksi budaya yang ditampilkan oleh para seniman yang notabene pelaku seni.  Ia beranggapan produk yang dinilai memiliki kualitas sudah selayaknya mendapatkan tempat, sehingga orientasi pasar yang dibuka bisa membuka akses bagi pelaku IKM. Pasar itu sendiri menurut Astawa bisa bermacam-macam caranya, bisa melalui promosi langsung atau tidak langsung, temu usaha, kemitraan atau melalui pameran-pameran.  "PKB kali ini ada perbedaan yang akan kami wujudkan," ucapnya sembari berujar, perbedaan itu antara lain dari sisi "zoning". Artinya produk peserta pameran tidak lagi digabung, tapi dipisah berdasarkan jenis produknya. "Songket sendiri, perak sendiri, serta kerajinan yang lain kita pisah agar lebih fokus, tidak lagi di satu tempat," jelasnya. Putu Astawa juga menuturkan, PKB kali ini para peserta dibebaskan dari biaya sewa stand yang merujuk pada Peraturan Gubernur Nomor 4/2019. "Yang ingin kita tonjolkan pada PKB kali ini, bahwa Bali satu-satunya provinsi yang memiliki Pergub pembatasan soal timbulan sampah plastik sekali pakai. Jadi melalui PKB ini kita sosialisasikan alternatif pengganti tas kresek," katanya lagi.  Apalagi dalam pameran kali ini, untuk ornamen-ornamen yang ada tidak menggunakan bahan stereofoam atau plastik tapi menggunakan produk yang ramah lingkungan. Pun warna-warna yang digunakan mencerminkan "Nangun Sat Kerthi Loka Bali". "Ini bisa menjadi semacam ikonik," tukasnya. Ia juga berharap melalui ajang PKB ke-41 ini para IKM bisa mendapatkan ‘buyer’ yang berakibat transaksi meningkat dan produknya dikenal luas, sehingga lapangan kerja kembali tercipta. "Namun semua bisa diwujudkan melalui tiga pilar utama yang juga diusung dalam pameran kali ini antaranya yaitu, alam Bali, manusia Bali juga kebudayaan Bali," tandasnya.  Lantas disampaikan semua produk-produk Bali mesti memiliki nilai budaya yang diangkat melalui cerita dari produk tersebut (story telling) sehingga memiliki nilai tambah dari produk tersebut berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal.  "Pak Gubernur, Wayan Koster sangat konsen dengan hal itu, sehingga mendorong produk-produk yang memiliki nilai budaya Bali untuk berkembang," imbuhnya.  Bahkan dikatakan, rencananya untuk pengembangan produk ke depannya Gubernur Wayan Koster akan membangun rumah design yang disinergikan dengan berbagai pihak terkait seperti dinas, designer dan pelaku usaha. "Hal ini semata-mata untuk meraup peluang pasar serta mengetahui apa yang diinginkan oleh pasar. Kelak ini akan disinergikan antar buyer, IKM, akademisi juga media. Empat pilar ini bisa jadi cikal bakal majunya industri kecil Bali, sehingga nantinya mereka bisa naik kelas," katanya.  Ditanya tentang nilai transaksi atau omzet PKB selama 3 tahun terakhir, Putu Astawa menjelaskan, terjadi peningkatan dari tahun 2016 hingga 2018. Omzet tahun 2016 Rp 8.949.727.900, tahun 2017 Rp 12.526.698.000, tahun 2018 Rp 13.904.540.000.  "Meskipun tahun 2019 ini Gubernur Bali tidak memiliki target tertentu dalam PKB, namun hal itu justru menjadi tantangan bagi kami untuk terpacu menciptakan dan menampilkan produk-produk yang lebih berkualitas," tutupnya. 

wartawan
Arief Wibisono
Category

100% Site Kembali Beroperasi, Telkomsel Tuntaskan Pemulihan Jaringan di Flores

balitribune.co.id I Flores - Telkomsel bersama Telkom Group berhasil menuntaskan pemulihan layanan telekomunikasi pascagempa yang berdampak di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Setelah melalui proses recovery secara intensif di tengah berbagai tantangan lapangan, hingga 18 Agustus 2026 seluruh site Telkomsel di wilayah terdampak telah kembali beroperasi (100% Recovery).

Baca Selengkapnya icon click

Tiga Maestro Tari Buleleng Raih Penghargaan dari Gubernur Koster

balitribune.co.id I Singaraja - Buleleng Festival (Bulfest) 2026 resmi dibuka di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja, Selasa (18/8). Mengusung tema “Uriping Rasa”, festival yang berlangsung hingga 23 Agustus 2026 ini menjadi panggung apresiasi seni, budaya, kreativitas, serta penggerak ekonomi kreatif masyarakat Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jumlah Saksi Dugaan Korupsi BBM Dinkes Tabanan Bertambah Jadi 20 Orang

balitribune.co.id I Tabanan – Jumlah saksi yang diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan dugaan korupsi anggaran belanja bahan bakar minyak dan makan minum (BBM-mamin) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan terus bertambah seiring proses penyidikan yang terus bergulir.

Baca Selengkapnya icon click

Chitato & Chitato Lite Gandeng TREASURE Ajak Gen Z Bikin Gebrakan dengan Gaya Sendiri

balitribune.co.id | Jakarta - Ada yang suka tampil bold dan selalu siap jadi pusat perhatian. Ada juga yang lebih chill, bergerak penuh perhitungan, tapi tetap konsisten menuju tujuan. Setiap orang punya karakter, ritme, dan caranya sendiri untuk berkembang. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sedot Anggaran Miliaran Rupiah, Jalan Bayung Gede - Batur Kembali Rusak

balitribune.co.id I Bangli - Kondisi Jalan Bayung Gede–Batur di Kecamatan Kintamani, Bangli, kembali rusak. Padahal jalan tersebut di tahun 2025 sempat diperbaiki  dengan menyedot anggaran miliaran rupiah. 

Kondisi ini mendapat  sorotan DPRD Bangli. Anggota Komisi III DPRD Bangli, Ida Bagus Made Santosa, mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera melakukan kajian menyeluruh untuk mengungkap penyebab jalan tersebut cepat rusak.

Baca Selengkapnya icon click

Bangli Kekurangan 1.049 Guru, Sejumlah Sekolah Terpaksa Andalkan Tenaga Pengabdi

balitribune.co.id I Bangli - Persoalan kekurangan guru atau  tenaga pendidik masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah  Kabupaten Bangli. Hingga kini, kebutuhan guru yang belum terpenuhi mencapai 1.049 orang. Menyiasati agar proses pembelajaran bisa berjalan, sejumlah sekolah terpaksa masih bergantung pada keberadaan guru pengabdi. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.