balitribune.co.id I Singaraja - Upaya Pemerintah Provinsi Bali mendorong kemandirian energi mendapat dukungan dari PLTU Celukan Bawang. Pembangkit yang berada di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, tersebut memastikan kesiapan operasionalnya untuk turut menjaga keandalan pasokan listrik di Pulau Dewata.
Dukungan tersebut disampaikan menyusul pernyataan Gubernur Bali I Wayan Koster yang menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong Bali menuju kemandirian energi.
Kondisi sistem kelistrikan Bali saat ini menjadi salah satu perhatian. Dengan kapasitas listrik tersedia berada di kisaran 1.450 MW, sedangkan beban puncak mencapai sekitar 1.300 MW. Dari kapasitas tersebut, sekitar 350 MW masih berasal dari pasokan interkoneksi melalui kabel bawah laut dari jaringan listrik Jawa.
Dalam kondisi tersebut, keberadaan pembangkit yang beroperasi di wilayah Bali, termasuk PLTU Celukan Bawang dengan kapasitas 3 x 142 MW, dinilai memiliki peran penting dalam mendukung keandalan sistem kelistrikan daerah.
Vice Manager ADM & GA PLTU Celukan Bawang, Indriati Tanu Tanto, menegaskan perusahaan siap mendukung kebijakan pemerintah terkait penguatan ketahanan energi Bali. Menurutnya, PLTU Celukan Bawang akan terus menjaga kesiapan pembangkit sekaligus mengikuti arahan pemerintah dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi.
“PLTU Celukan Bawang akan selalu mendukung ketahanan energi untuk Bali dengan langkah yang pasti,” ujar Indriati usai merayakan detik-detik Proklamsi RI Ke- 81 di PLTU Celukan Bawang, Senin (17/8/2026).
Menurut Indriati, ketahanan energi merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian penting pemerintah. Karena itu, PLTU Celukan Bawang melalui PT General Energi Bali (GEB) akan terus berkomitmen menjaga operasional pembangkit agar kebutuhan listrik masyarakat tetap dapat terpenuhi.
“Kita akan selalu siap apa pun yang harus kita pertahankan dan sesuai dengan permohonan dari pemerintah,” imbuh Indriati.
Dari sisi operasional, perempuan yang akrab disapa Indri ini memastikan kondisi suplai listrik Bali saat ini masih berjalan normal terutama suplai dari power plant Celukan Bawang. Diusia PT GEB ke 23, Perusahaan terus menjaga performa pembangkit di tengah berbagai dinamika ekonomi global yang berpotensi memengaruhi sektor energi.
Begitu pula dengan ketersediaan bahan baku utama pembangkit, yakni batu bara. Indriati menyebut pasokan batu bara hingga saat ini masih dalam kondisi aman, dengan Bali tetap menjadi wilayah yang diprioritaskan dalam menjaga kesinambungan energi.
“Untuk saat ini suplai tetap seperti biasa. Untuk pasokan batu bara sementara aman-aman saja. Untuk Bali memang kita harus prioritaskan,” jelasnya.
Sementara itu, PLTU Celukan Bawang kembali menggelar detik-detik HUT Proklamsi RI Ke 81 dihalaman depan PLTU Celukan Bawang. Ikut serta seluruh karyawan dan staf baik warga lokal maupun yang berkebangsaan asing terutama pekerja asal Tiongkok. Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat, bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Brigjen TNI (pur) Albertus Suharyadi.
“Tema HUT RI kali ini ‘merah putih’, kami selalu menggelorakan semangat rasa cinta tanah air untuk selalu mendukung seluruh program pemerintah terutama bidang ketahanan energi agar tetap terjaga terutama berkontribusi untuk stabilitas kelistrikan di Bali,” tandas Indri.