Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pokemon Go Sebabkan Internet Addiction Disorder

games
Pokemon Go yang kini sedang ngetrend namun membahayakan bagi kita.

Denpasar, Bali Tribune

Demam aplikasi game augmented reality Pokemon Go kini tengah  diperbincangkan masyarakat. Respon pro dan kontra pun bermunculan terkait dampak permainan tersebut, terutama bagi anak-anak.

Psikolog Retno IG Kusuma mengatakan, tanpa disadari masyarakat Indonesia saat ini mengalami gangguan adiksi terhadap internet (internet addiction disorder) akibat dibanjiri oleh berbagai aplikasi online. Salah satunya permainan Pokemon Go yang terus menjadi bahan perbincangan belakangan ini.

"Menurut saya, ini tentu sangat memperihatinkan. Sebab, masyarkat terlebih anak-anak sekarang mengalami kecanduan terhadap permainan online. Mereka lebih suka menangkap sesuatu yang tidak nyata (Pokemon -red) dibandingkan menangkap bola yang nyata. Ini bentuk dari gangguan internet addiction disorder (IAD)," ujarnya, Selesa (19/7) di RSUP Sanglah Denpasar.

Retno menjelaskan, orang yang mengalami IAD akan tahan berada di depan komputer atau smartphone selama berjam-jam dan tak pernah melakukan aktifvitas fisik. Selain itu, kata dia, kecanduan internet juga akan menyebabkan seseorang terperangkap atau terkurung dalam aktivitasnya di depan layar komputer atau smartphone tanpa interaksi sosial yang nyata.

"Akibat dari kecanduan terhadap internet ini membuat anak-anak sekarang sudah tercerabut dari real life atau kehidupan nyata," keluhnya.

Retno membantah jika permainan Pokemon Go tersebut dapat membantu kita untuk lebih aktif secara fisik."Saya pikir itu tidak benar. Malah itu bergerak yang tidak menyehatkan karena bergerak yang tidak tentu arah. Berbeda dengan olahraga yang membutuhkan keseimbangan otak kiri dan kanan serta semua otot bergerak," katanya.

Retno mengimbau kepada anak-anak dan masyarakat pada umumnya agar membatasi kencanduan terhadap internet atau smartphone dengan cara mengisi waktu dengan kesibukan yang lebih bermanfaat, seperti berinteraksi dengan lingkungan sekitar atau mengisi waktu dengan membaca.

"Target dari para pembuat game ini kan, anak-anak atau orang yang tidak memiliki kesibukan. Untuk itu, alangkah baiknya jika waktu senggang anak-anak diisi dengan berbagai aktivitas yang berguna, seperti mengikuti les musik dan sejenisnya," harapnya.

wartawan
Valdi S Ginta
Category

Arus Balik Lebaran, 210 Penumpang Padati Pelabuhan Celukan Bawang

balitribune.co.id I Singaraja - Arus balik pasca perayaan Idulfitri 1447 Hijriah mulai terlihat di Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (24/3/2026). Ratusan penumpang yang menggunakan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 74 tiba dan memadati area pelabuhan.

Baca Selengkapnya icon click

Menkomdigi Pantau Infrastruktur Telekomunikasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai

balitribune.co.id I Kuta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Republik Indonesia memastikan kesiapan infrastruktur telekomunikasi nasional dalam menghadapi lonjakan trafik selama masa mudik Ramadan dan Idulfitri 2026. Guna mendukung kelancaran arus balik Lebaran, Menteri Komdigi, Meutya Hafid melaksanakan kegiatan pemantauan telekomunikasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Selasa (24/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dukcapil Denpasar Buka Selama Cuti Bersama, Layani 273 Dokumen Kependudukan

balitribune.co.id I Denpasar - Selama cuti bersama Idul Fitri menjadi momen bagi warga Denpasar untuk mengurus dokumen kependudukan di Dukcapil yang bertempat di Lumintang, Denpasar. Kondisi ini menjadi waktu luang bagi warga, selain tidak banyak antre juga pelayanan lebih cepat.

Baca Selengkapnya icon click

Arus Balik Lebaran di Padang Bai Padat, Penumpang Mengeluh Tidak Dapat Tempat Duduk di Atas Kapal

balitribune.co.id I Amlapura - Arus balik di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, pada H+3 Lebaran berlangsung padat, Selasa (24/3/2026). Sejumlah penumpang kapal dari Pelabuhan Lembar, Lombok yang tiba di Padang Bai bahkan mengaku sampai tidak mendapatkan tempat duduk diatas kapal sehingga mereka harus menyewa atau membeli tikar dengan harga yang cukup mahal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.