Diposting : 31 March 2020 07:38
Bernard MB - Bali Tribune
Bali Tribune/ Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose didampingi Rektor Unud Prof Dr dr A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K) melihat proses membuat cairan disinfektan.
Balitribune.co.id | Denpasar - Polda Bali menggandeng Universitas Udayana melakukan inovasi membuat cairan disinfektan dan hand sanitizer menggunakan arak sebagai redestilasi untuk membuat alkohol 96 persen. 
 
Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose mengatakan, di tengah pandemi virus corona (Covid-19), bahan utama pembuatan cairan disinfektan dan hand sanitizer sulit didapat sehingga masyarakat meracik sendiri dengan bahan seadanya.
 
“Bahan utama kimia seperti cairan alkohol sekarang sudah langka dan harganya mahal,” ujar Golose saat diskusi dengan Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K) di Gedung Rektorat Unud Jimbaran, Senin (30/3).
 
Diskusi terkait kesiapan kegiatan disinfeksi dan pengadaan hand sanitizer ini juga dihadiri  Wakil Rektor 4 Bidang Kerja sama Prof. Dr. I.B. Wiyasa Putra, S.H., M. Hum., Dekan Fakultas MIPA Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., PaD., Kaprodi Farmasi Dewa Ayu Suastini, S.F., M.Farm.
 
Polda Bali akan memberikan 3.000 liter arak untuk diteliti dan diekstrak menjadi alkohol murni 96 persen menggunakan peralatan di laboratorium Fakultas Farmasi Universitas Udayana.  “Polda Bali akan melakukan segala upaya untuk mendukung pemerintah dalam memerangi penyebaran Covid-19,” tegas jenderal bintang dua ini.
 
Ia berharap kerja sama ini dapat membantu pemerintah dalam mengatasi kelangkaan disinfektan dan hand sanitizer di wilayah Bali. “Selasa besok (hari ini-red), Polda Bali bersama unsur Satgas Covid-19 Provinsi Bali akan melaksanakan sterilisasi atau disinfeksi di tempat-tempat yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
 
Sementara, Rektor Unud Prof Dr dr AA Raka Sudewi menyambut baik inovasi yang dilakukan Polda Bali di tengah kondisi masyarakat sangat membutuhkan cairan disinfektan dan hand sanitizer. “Kami berharap produksi ini bisa berjalan dengan baik dan secara bertahap dapat menyediakan kebutuhan mendesak akan disinfektan dan hand sanitizer,” katanya.