Diposting : 5 October 2018 21:54
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Drs I Nyoman Ratmaja, MPd.
BALI TRIBUNE - Belakangan ini ada sejumlah  posisi kepala sekolah (kasek) SMA di Klungkung yang masih lowong, karena kasek yang menjabat sudah pensiun dan ada kasek yang meninggal dunia. Posisi lowong  yang sudah diisi sementara oleh pelaksana tugas (Plt), yakni Kepala SMAN 1 Semarapura I Wayan Suamba yang sudah pensiun sejak Mei 2018, kini dijabat oleh Plt I Putu Suardi yang notabene menjabat Kepala SMAN 1 Banjarangkan. 
 
Sejak 1 Oktober 2018 posisi lowong Kepala SMAN 2 Semarapura, Klungkung  pasca ditinggal pensiun Drs Gusti Lanang Made Puji, MPd, diserahkan tanggung jawabnya kepada PLt I Wayan Siarsana, SPd  sesuai dengan penugasan oleh Kadis Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardani, SH, MH sesuai dengan surat perintah Nomor 821.24/56419/UK/Disdik tertanggal Denpasar 28 September 2018 lalu.
 
Sedangkan untuk Plt  Kepala SMAN 1 Nusa Penida, Klungkung diserahkan tanggung jawabnya selaku Plt  sejak 7 Mei 2018 kepada Drs I Nyoman Ratmaja, MPd yang juga menjabat sebagai Kerpala UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Kabupaten Klungkung untuk  menggantikan  I Wayan Karnatha yang telah meninggal dunia, Selasa (1/5). 
 
Menurut Kepala UPT Dinas Pendidikan Bali di Klungkung Nyoman Ratmaja, untuk mengisi kevakuman tugas posisi kasek yang dijabat oleh Plt nantinya juga akan segera diisi oleh kasek difinitif. “Untuk pengisian pejabat difinitif di tiga sekolah tersebut saat ini masih berproses di Dinas Pendidikan dan BKD untuk mencari figur yang tepat,” ujarnya, Rabu (3/10).
 
Disebutkan, syarat seorang guru diangkat menjadi kasek setidaknya memegang sertifikat calon kepala sekolah (Cakep). Pada 2018 guru yang baru tercatat memiliki cakep tersebut yakni Waka Kesiswaan SMAN 2 Semarapura I Ketut Langkir, Guru Geografi di SMAN 1 Nusa Penida I Ketut Wirta, Waka Kurikulum SMKN 1 I Made Soma, dan lainnya itu semua memiliki kans yang sama untuk menduduki jabatan kepala sekolah ditiga sekolah tersebut. “Intinya kita menunggu perintah penugasan SK difinitif  yang diusulkan oleh Kadis Pendidikan Propinsi Bali  nanti,” jelasnya.