Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Program Belum Didukung Anggaran, Terobosan Tamba-Ipat Dinilai Belum Maksimal

Bali Tribune/ I Ketut Sadwi Darmawan


balitribune.co.id | Negara - Kendati dalam dua bulan kepemimpinan Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Tepat) sudah melakukan sejumlah gebrakan, namun kalangan legislatif menilai belum maksimal. Bahkan anggota dewan dari partai koalisi pendukung Paket Tepat menilai gebrakan tersebut masih mencari pola.
 
Sejumlah gebrakan yang dilakukan oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna selama dua bulan memimpin sudah menuai sorotan. Sorotan mengenai gebrakan yang dilakukan pasangan Bupati Tamba dan Wabup Ipat ini justru datang dari politisi parpol yang mendukung pasangan Tepat. Seperti yang diungkapkan Anggota DPRD Jembrana I Ketut Sadwi Darmawan. Menurut Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jembrana ini, gebrakan eksekutif yang didukung parpolnya ini masih belum maksimal.
 
Pihaknya melihat visi-misi kepemimpinan Paket Tepat ini belum didukung anggaran sehingga harus ada solusi agar bisa didukung anggaran. Pihaknya berharap program yang dibuat tidak justru malah jadi mubasir. "Penerintahan masih mencari pola. Visi misi belum kentara karena kendala anggaran, harusnya ini yang dicarikan solusi sehingga visi misi bisa diakomodir dengan anggaran. Jangan sampai bupati sudah aktif ke sana sini untuk sebuah program namun akhirnya mubasir karena tidak ada anggaran," jelas politisi asal Desa Asahduren ini.
 
Kendati ia melihat kinerja Bupati sejak awal mulai menjabat sudah bergerak cepat, bahkan sudah melakukan upaya-upaya hingga ke luar daerah untuk mewujudkan visi misinya, namun dikatakannya apabila program tidak didukung dengan perangkat yang sesuai, maka akan stagnan. Ia menilai trobos Bupati yang berlari begitu kecang itu kurang disokong dengan anggaran yang memadai. Menurutnya, anggaran induk (APBD Kabupaten Jembrana tahun anggaran 2021) sudah terpatok pada pembahasan sebelum paket Tepat terpilih.
 
Pihaknya menyebut terobosan yang dilakukan Bupati dan Wakilnya itu belum terpola. "Saya lihat belum terpola.  Bupati istilahnya sudah berlari kencang, tetapi tidak disokong dengan perangkat di sekitarnya. Salah satunya anggaran daerah," katanya lagi. Dikatakan visi  misi yang dituangkan di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), harusnya didukung dengan anggaran kemampuan daerah. Jika rencana program tidak didukung (anggaran), tidak akan berjalan visi misinya, stagnan seperti ini setiap tahunnya,” paparnya.
 
Menurutnya perlu ada peningkatan pendapatan untuk mewujudkan pola pemerintahan yang diharapkan.  Karena itu menurutnya perlu mengkoordinir OPD (organisasi perangkat daerah) yang mengelola pendapatan daerah, guna meningkatkan pendapatan daerah. Pihaknya mendorong agar eksekutif melakukan upaya untuk penyesuaian anggaran dan upaya meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Anggaran yang sudah terpatok ini, menurutnya harus segera dievaluasi dan disesuaikan dengan RPJMD pemerintahan saat ini.
 
Bila dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan sehingga anggaran bisa mengakomodir program dan visi-misi tersebut memerlukan payung hukum, eksekutif didorong untuk berkoordinasi dengan DPRD sebagai legislator. Sekalipun pihaknya berada pada parpol yang posisinya sebagai pendukung paket Tepat, namun pihaknya selaku anggota legislative juga memiliki kewenangan untuk mengkritisi kebijakan eksekutif. "Walau kami partai pendukung, tapi kami punya kewenangan untuk mengkritisi kebijakan pemerintah," tandasnya.
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Lomba Kreasi Pangan Lokal Buleleng Jadi Ajang Inovasi dan Penguatan Ekonomi

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong pemanfaatan pangan lokal melalui Lomba Kreasi Pangan Lokal 2026 yang digelar di lapangan parkir timur Kantor Bupati Buleleng, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dalam rangkaian Buleleng Festival (Bulfest) ini diikuti 18 peserta dari pelaku usaha kuliner serta pelajar SMA/SMK jurusan tata boga.

Baca Selengkapnya icon click

Mesin Pirolisis Molor Beroperasi karena Teknisi Asing Belum Datang

balitribune.co.id I Semarapura  - Mesin olah sampah berteknologi pirolisis di TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba tidak kunjung beroperasi. 

Hal ini lantaran harus menunggu teknisi ahli dari luar negeri, sebelum nantinya mesin tersebut diuji coba dan dioperasikan. Sementara sampah residu yang tidak bisa diolah, saat ini kian menumpuk di TOSS Centre.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Anggaran Daerah Cekak, Pemkab Bangli Tunggu Regulasi Pusat Pengangkatan PPPK Jadi PNS

balitribune.co.id I Bangli - Wacana pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta peralihan PPPK paruh waktu menjadi Penuh Waktu membuat sumringah  para tenaga pendidik di Kabupaten Bangli.  

Baca Selengkapnya icon click

Polres Gianyar Bekali 77 Pelajar Pemahaman AI

balitribune.co.id I Gianyar - Sebanyak 77 siswa SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Gianyar mengikuti Training of Trainer (TOT) pemahaman kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang digelar Polres Gianyar, Kamis (20/8/2026). 

Kegiatan yang berlangsung di SMA Negeri 1 Blahbatuh tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian meningkatkan literasi digital pelajar di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

PAMTS Atur Distribusi Air, Dampak Proyek Infrastruktur PUPR di Gianyar

balitribune.co.id I Gianyar - Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani (PAMTS) Gianyar melakukan penyesuaian pola distribusi air bersih menyusul pelaksanaan peningkatan infrastruktur oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di sejumlah wilayah Kabupaten Gianyar. Penyesuaian tersebut berdampak pada gangguan pelayanan sementara, khususnya di wilayah pelayanan Kecamatan Sukawati. 

Baca Selengkapnya icon click

KPU Badung Soroti Potensi Pencatutan Nama Warga dalam Keanggotaan Parpol

balitribune.co.id I Mangupura - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung menyoroti masih adanya persoalan validitas data keanggotaan partai politik (Parpol). Sejumlah warga bahkan mengaku namanya tercantum sebagai anggota Parpol, padahal tidak pernah merasa mendaftar atau memberikan persetujuan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.