PT Pegadaian Wilayah VII Denpasar Hingga September 2019 Lampaui Target | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 05 Februari 2023
Diposting : 28 October 2019 12:45
Arief Wibisono - Bali Tribune
Bali Tribune/ Deputy Bisnis Denpasar Area 2, I Ketut Winata, Deputy Operasional Kanwil VII Pegadaian Denpasar, Supriyanto, Humas PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Made Mariawan.
balitribune.co.id | Badung - Berdasarkan data, kinerja Kanwil Pegadaian Denpasar, OSL target hingga September 2019 mencapai Rp 4.545 miliar dan bisa tercapai Rp4.696 miliar atau 101 persen. Sedangkan dari sisi nasabah target 1.290.300, realisasinya 1.343.084 (104 persen), tentu hal ini menandakan capaian yang luar biasa dari PT Pegadaian.
 
PT Pegadaian Wilayah VII Denpasar yang mewilayahi Bali-Nusra terus menggenjot semangat seluruh pegawainya untuk meraih target Rp4,9 triliun tahun 2019 ini.
 
“Kita juga datangkan motivator untuk memompa semangat dan motivasi seluruh karyawan agar bekerja lebih giat lagi,” ujar
 
Deputi Area Denpasar 2 PT Pegadaian I Ketut Winata didampingi Deputi Operasional Supriyanto dan Humas PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar Made Mariawan di sela-sela Sharing Komunikasi dan Motivasi “The Art of Communication to Exceed Target”, Sabtu (26/10/2019) di Mal Bali Galeria Kuta.
 
Sharing Komunikasi & Motivasi yang menampilkan pakar komunikasi & motivator Dr. Aqua Dwipayana ini diikuti sekitar 400 lebih peserta pegawai Pegadaian Wilayah VII Denpasar.
 
“Dengan mendatangkan motivator andal akan lebih mempersatukan dan motivasi seluruh cabang di Denpaar untuk meningkatkan lagi kinerjanya sehingga seluruh target bisa tercapai. Tanpa kompak dan semangat tinggi mustahil bisa berhasil,” papar Winata.
 
Diakui hingga September 2019 untuk wilayah Bali-Nusra pencapaian sudah 101 persen yakni Rp4,6 triliun. “Tapi kita ada target lagi Rp4,9 triliun sampai akhir tahun ini,” tambahnya.
 
Melihat perkembangan yang ada, Winata mengaku optimis sasaran yang ingin dicapai bisa direalisasikan. Dijelaskan nasabah yang datang ke Pegadaian bukan hanya yang kurang modal (usaha). Namun juga banyak yang ingin berinvestasi, seperti menabung emas. 
 
“Memang yang gadai masih dominan yakni sekitar 75 persen, selebihnya non gadai,” jelasnya.
 
Winata menjelaskan perkembangan nasabah tabungan emas ini luar biasa. Respon masyarakat sangat tinggi. Ini disebabkan karena tabungan emas ini tak perlu harus dalam nilai besar. Dengan Rp7 ribu, masyarakat sudah dapat emas. Tabungan emas ini juga sangat fleksibel yakni bisa diambil kapan saja.