Puluhan Warga Kutsel Rapid Test di Wantilan DPRD Badung, PMI Dijadwalkan Senin Depan | Bali Tribune
Bali Tribune, Senin 28 September 2020
Diposting : 23 April 2020 17:03
I Made Darna - Bali Tribune
Bali Tribune / SUASANA RAPID TEST - Petugas kesehatan Kabupaten Badung saat melakukan rapid test terhadap 26 contak tracing warga Kuta Selatan dan 8 delapan tim medis bertempat di Wantilan DPRD Badung, Kamis (23/4).

balitribune.co.id | Mangupura - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung melakukan rapid test terhadap puluhan warga dari Kuta Selatan bertempat di Wantilan DPRD Badung, Kamis (23/4). Para warga ini dirapid test lantaran pernah berinteraksi (contact tracing) dengan pasien positif korona.

Kadiskes Badung, dr I Nyoman Gunarta menyatakan rapid test dilakukan terhada 34 orang yang terdiri dari delapan tenaga medis dan 25 contak tracing dari Ungasan dan Jimbaran. “Hari ini (Kamis, red) ada 34 orang (dirapid test, red).  Terdiri dari delapan tenaga medis dan 26 contact tracing dari Kuta Selatan, yakni Ungasan dan Jimbaran,” ujarnya.

Khusus untuk delapan tenaga medis yang dirapid test, kata dr Gunarta, adalah mereka yang mengikuti karantina di salah satu hotel di Sempidi, Mengwi. “Tim medis yang dikarantina juga dirapid test,” kata mantan Direktur RSD Mangusada ini.

Sementara untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dikarantina pelaksanaan rapid testnya akan dilakukan secara berjenjang dan bertahap. Yakni, Senin sampai Rabu depan di Wantilan DPRD untuk PMI di Badung Utara. Kemudian yang dijadwalkan Kamis, Jumat, Sabtu di BKIA Abianbase, Kuta.

“PMI yang dikarantina juga akan dirapid test,” tegasnya.

Sementara Kasi Surveilence dn Imunisasi Dinkes Badung dr. I Gusti Agung Alit Naya menambahkan bahwa rapid test juga akan menyasar PMI baik yang dikarantina di hotel maupun di rumah. Termasuk semua yang terdata pernah melakukan contak tracing juga akan dirapid test. “Ini berlanjut. Untuk hari ini pemeriksaan (rapid test) contact tracing untuk Kuta Selatan dan tim medis kita yang dikarantina.  Kemudian mulai Senin depan baru menyasar PMI, baik yang karantina mandiri atau yang dikarantina di hotel, termasuk orang yang dapat contact tracing yang belum dilakukan rapid,” paparnya.