Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pupuk Kian Langka dan Harganya Melambung Tinggi, Petani di Karangasem Menjerit Terancam Gagal Panen

Bali Tribune/ PETANI - Tampak aktifitas petani di salah satu Subak di Pesagi, Karangasem.


Balitribune.co.id | Amlapura - Di tengah ancaman gagal panen yang dialami oleh sebagian besar petani di Kabupaten Karangasem akibat serangan hama keong emas dan hama daun merah yang makin mengganas, kini mereka juga harus menghadapi situasi yang lebih sulit lagi, yakni sulitnya mendapatkan pupuk dan melambungnya harga pupuk non subsidi.


Tidak sampai di situ, sudah lewat satu bulan dari masa pemupukan petani juga hanya bisa memandangi kondisi padi mereka tanpa penebaran pupuk, lantaran jatah pupuk subsidi yang mereka tunggu-tunggu belum juga ada kabar. “Pupuknya sangat sulit nyarinya pak sangat langka sekarang. Kalau pun ada harganya melambung tinggi. Pupuk urea yang non subsidi dari sebelumnya Rp. 250.000 persak, sekarang naik dua kali lipat jadi 500.000 persak,” keluh I Gusti Ngurah Jati Klian Subak Tempek Pekudang, Subagan, Karangasem, di sawah garapannya, Kamis (15/2/2024).

Kalau untuk pupuk subsidi diakuinya sampai sekarang belum ada kabarnya, pun demikian pupuk subsidi saat ini harganya juga mengalami kenaikkan, dimana untuk harga pupuk urea subsidi jatah untuk petani saat ini sebesar Rp. 125.000 persak, atau naik sebesar Rp. 25.000 untuk setiap saknya. Jatah pupuk subsidi yang diterima setiap petani juga sangat tidak mencukupi, artinya lanjut dia petani harus membeli pupuk urea subsidi diluar jatah dengan harga yang lebih mahal yakni Rp. 180.000 persaknya.

Menyusul kelangkaan pupuk non subsidi yang terjadi saat ini, petani juga harus memburu pupuk tersebut ke sejumlah pedagang sarana tani dengan harga Rp. 500.000 persaknya. Itu pun kadang ada yang jual dan kadang pula pedagang sarana tani kehabisan stok pupuk urea non subsidi. “Petani sudah mengeluh sekarang cari pupuk! Tempekan kami hanya mendapatkan jatah 400 kilogram pupuk urea subsidi atau sebanyak 50 sak dan jumlah itu kami bagi dengan puluhan petani di tempekan biar merata,” ungkapnya, sembari berharap pemerintah bisa menurunkan harga pupuk dan menjamin ketersediaannya.

I Putu Antara, petani lainnya, di salah satu Subak di Pesagi menyebutkan, saat ini jatah pupuk urea bersubsidi pembeliannya dibatasi. “Katanya nantinya akan belinya perpaket, satu paket isinya dua sak pupuk itu harganya Rp. 270.000,” bebernya. Sebelumnya harga pupuk itu Rp. 120.000 persak, dan jika nanti belinya perpaket dengan dua sak pupuk, artinya harga persaknya Rp. 135.000 persak.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem I Nyoman Siki Ngurah, ketika dikonfirmasi Bali Tribune juga membenarkan terkait masalah pupuk yang saat ini dialami oleh petani di Karangasem. Ditegaskannya, kelangkaan pupuk tidak hanya terjadi di Karangasem, namun kelangkaan pupuk ini terjadi secara Nasional.

Pihaknya mengaku sudah melakukan berbagai upaya agar petani di Karangasem bisa segera mendapatkan jatah pupuk dan melakukan pemupukkan. Namun lagi-lagi saat ini secara nasional pupuk memang langka. “Jatah pupuk subsidi untuk masa tanam pertama sudah diperoleh petani. Nah untuk masa tanam kedua ini, kita tengah berusaha bagaimana agar bisa segera mendapatkan pupuk, kasian petani kami! Memang pasokan pupuk dari pusat itu sampai sekarang belum datang karena kelangkaan, dan ini sudah kami bahas tadi dalam rapat! Selain itu jatah pupuk untuk Kabupaten Karangasem juga berkurang 50 persen,” lugas Nyoman Siki Ngurah.

Menyikapi hal ini, pihaknya juga telah mengumpulkan seluruh penyuluh pertanian untuk mencari upaya lain, termasuk kemungkinan penggunaan pupuk organik dan secara bertahap mengajak petani untuk berakih ke pertanian organik. Saat ini Pemprov Bali juga berencana akan mengeluarkan kebijakan penggunaan pupuk organik bersubsidi, dan berkaitan dengan ini pihaknya juga tengah melakukan pendataan kebutuhan untuk seluruh Subak di Kabupaten Karangasem.

wartawan
AGS
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

SOM-20, Momentum Memperkuat  Konservasi Laut dan Ketahanan Kawasan Terhadap Perubahan Iklim

balitribune.co.id | Mangupura - Pertemuan Tingkat Pejabat Senior ke-20 atau 20th Senior Officials’ Meeting (SOM-20) Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) yang berlangsung 10-11 Desember 2025 di Kabupaten Badung, Bali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama regional dalam konservasi laut, pengelolaan perikanan berkelanjutan, dan peningkatan ketahanan kawasan terhadap perubahan iklim.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tanpa Kantongi PBG, Bangunan Investor di Hutan TNBB Disegel

balitribune.co.id | Negara - Bangunan di kawasan hutan Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) yang mencuat belakangan ini ternyata belum mengantongi dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Persoalan tersebut terungkap saat sidak yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Jembrana bersama instansi terkait ke lokasi bangunan tersebut berdiri.

Baca Selengkapnya icon click

Banjir Bandang di Manggis, Jalur Denpasar-Karangasem Lumpuh 2 Jam

balitribune.co.id | Amlapura - Banjir banjir bandang menerjang dua desa di Kecamatan Manggis, yakni Desa Antiga Kelod dan Desa Gegelang. Sejumlah rumah terendam banjir, lebih dari lima unit mobil milik warga juga terendam banjir, bahkan satu unit mobil yang terparkir di pinggir jalan di Desa Antiga Kelod juga nyaris hanyut, namun beruntung warga sigap dan langsung mengikat mobil tersebut dengan tali plastik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.