Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Putri Koster Dorong PKK Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga

Bali Tribune/ Putri Koster
Balitribune.co.id | Denpasar - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster mendorong jajaran PKK dan masyarakat di Pulau Dewata untuk mewujudkan ketahanan pangan keluarga di tengah pandemi COVID-19, di antaranya melalui program HATINYA (halaman asri, teratur, indah dan nyaman) PKK.
 
"Ayo kita berkreasi dan kreatif di tengah pandemi ini, salah satunya dengan memanfaatkan halaman rumah sendiri untuk menghasilkan pangan, seperti sayur-mayur, bumbu dapur serta tanaman bermanfaat lainnya, atau yang lebih dikenal dengan HATINYA PKK," kata Putri Koster, di Denpasar, Rabu (12/8).
 
Pandemi COVID-19, lanjut dia, telah memberi berbagai dampak bagi kehidupan, baik dari segi kesehatan, budaya, sosial dan tentu saja dari segi perekonomian. "Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar, salah satunya pangan," ucapnya dalam acara dialog bertajuk "Peran PKK Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga Pada Tatanan Kehidupan Era Baru" itu.
 
Menurut istri Gubernur Bali itu, dengan melaksanakan HATINYA PKK, setiap keluarga sebagai satuan terkecil di masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri, yang nantinya akan dapat mewujudkan ketahanan pangan keluarga.
 
"Pandemi ini telah menyebabkan masyarakat lebih banyak beraktivitas di dalam rumah untuk mencegah penularan virus. Kesempatan itu hendaknya dapat digunakan untuk menata kebun atau halaman rumah tinggal dengan lebih seksama," ucapnya.
 
Dengan menata halaman rumah menjadi asri, indah dan teratur, tidak hanya akan memberi kenyamanan bagi anggota keluarga, namun HATINYA PKK juga akan memberikan manfaat secara ekonomis.
 
"Di tengah pandemi ini kita harus tetap kreatif dan produktif. Kita manfaatkan halaman rumah kita untuk menghasilkan pangan yang bermanfaat, sehingga akan membantu kita untuk berhemat dan mewujudkan ketahanan pangan untuk keluarga kita," ujar wanita yang juga seniman multitalenta itu.
 
Di sisi lain, Putri Koster juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali memupuk dan melaksanakan kearifan lokal yang dimiliki dengan "sagilik-saguluk-salunglung-sabayantaka, paras paros sarpanaya", saling asah, asih dan asuh.
 
"Dengan kata lain, semua komponen masyarakat harus saling mendukung, saling membantu dan bergotong royong bersama-sama melewati masa sulit ini. Mari kita tumbuhkan semangat gotong royong dan jangan mengeluh," katanya.
 
Putri Koster mengajak masyarakat untuk tetap optimistis, melakukan hal-hal kecil dengan penuh kegembiraan, dengan penuh cinta sehingga imun menjadi terjaga agar terhindar COVID-19
 
Putri Koster juga mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti imbauan pemerintah, sehingga di era kebiasaan baru ini perlahan ekonomi bisa mulai bergerak dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan yang ada.
 
"Saat ini kita harus saling menguatkan, saling membantu, berbagi ke sesama dan optimistis kita bisa bangkit dan melewati badai ini bersama-sama," ucapnya.
 
Dalam dialog itu juga menghadirkan narasumber praktisi tanaman toga dan pangan Yuliani Djajanegara, serta diisi sesi tanya jawab interaktif terkait topik hangat ketahanan pangan keluarga. 
wartawan
Redaksi
Category

Data Internal Buktikan Nol Tunggakan, Perumda Sanjayaning Singasana Luruskan Informasi Liar di Media Online

balitribune.co.id | Tabanan – Beredarnya informasi di salah satu media online yang mengaitkan Perumda  Sanjayaning Singasana dengan dugaan keterlibatan dalam pengelolaan SPPG/MBG di Kabupaten Tabanan, termasuk narasi mengenai tunggakan pembayaran bahan pokok hingga tekanan keuangan perusahaan, mendorong manajemen Perumda  angkat bicara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Kargo Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Truk Sejauh 7 Meter, Nenek Meninggal di Tempat

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Nengah Wasti, di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan meninggal dunia di tempat setelah tertabrak dan terseret truk sejauh tujuh meter pada Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menyeberang jalan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di lingkungan Banjar Bantiran Kelod, sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.