Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

RADISSON -- Selaku GM, Björn-Henning Buth (insert) memastikan kehadiran Radisson Blu Bali Uluwatu selalu memukau para tamu yang kagum akan desain arsitektur modern yang mengandung unsur kekayaan sejarah Pulau Dewata.

Radisson Blu
RADISSON -- Selaku GM, Björn-Henning Buth (insert) memastikan kehadiran Radisson Blu Bali Uluwatu selalu memukau para tamu yang kagum akan desain arsitektur modern yang mengandung unsur kekayaan sejarah Pulau Dewata.

BALI TRIBUNE - DENGAN penambahan portofolio terbarunya, Radisson Blu Bali Uluwatu, resor baru yang dibangun di area tebing Uluwatu, menunjuk Björn-Henning Buth sebagai General Manager. Björn sangat berpengalaman dalam industri properti hotel dan resor selama 25 tahun, di mana 15 tahun lamanya ia habiskan untuk mengelola resor yang berlokasi di area pantai dan dengan fasilitas golf yang berada di beberapa wilayah terkenal di Asia Tenggara. Ia juga berkomitmen untuk menempatkan resor ini sebagai pilihan pertama bagi para wisatawan yang hendak berlibur ke Bali. “Keragaman dalam filosofi dan pola berpikir, serta keterlibatan dan kontribusi seluruh tim dalam menghadirkan sebuah pengalaman yang menyenangkan bagi para tamu. Hal tersebutlah yang akan memperkuat fasilitas resor yang penuh inspirasi ini,” ujar Björn, akhir pekan lalu Didampingi Lee Wood (Director of F&B) dan Wangi Putri (Marcomm Manager), Björn merupakan sosok yang tepat untuk menerapkan etos pelayanan, “Yes, I Can!” dan keunggulan pelayanan dari Radisson Blu lainnya dengan penyampaian dan pendekatan tersendiri di properti baru yang ikonik. Björn juga sangat piawai untuk memberikan pelayanan yang sempurna sesuai dengan ekspektasi sekaligus memberikan garansi 100 persen kepuasan para tamunya. Di bawah kepemimpinannya, Radisson Blu Bali Uluwatu memukau para tamu dengan desain arsitektur modern yang mengandung unsur kekayaan sejarah Pulau Dewata, termasuk dengan pilihan kamar yang luas, pengalaman kuliner yang menyajikan hidangan dengan cita rasa khas lokal dan internasional pada kelima outletnya. Juga layanan perawatan tubuh, kecantikan, dan kesehatan yang memberikan ketenangan – yang berada di tengah lingkungan alam yang menakjubkan. Dengan pengalaman kerja yang luas di tiga benua yang berbeda, Björn pun cermat dalam memilih timnya sesuai dengan karakter, energi yang positif, keragaman, dan keunikan tersendiri. Sebelumnya, ia pernah bekerja di berbagai hotel dan resor internasional ternama dan berkelas, serta menghabiskan enam tahun terakhirnya di Carlson Rezidor Hotel Group di Asia. Sebagai pemimpin yang inovatif, Björn menerapkan pola pikir “out of the box” untuk memastikan bahwa tamu akan memiliki pengalaman menginap yang lebih menarik. Tujuannya untuk menyatukan semangat dan eskpektasi dari pemilik resor, arsitek, dan desainer dalam menciptakan resor yang luar biasa di Uluwatu. “Saya percaya bahwa kami akan meraih kesuksesan besar,” kata Björn, alumni University of Oklahoma dan lulusan Les Roches International School of Hotel Management, Montana, Switzerland. jokSejauh ini situasi keamaman di wilayah Kodam IX/Udayana yang terdiri dari tiga Korem -- Korem 161/Wira Sakti di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Korem 162/Wira Bhakti di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Korem 163/Wira Satya di Provinsi Bali – masih relatif aman dan kondusif. Ketiga provinsi tersebut memiliki karakteristik budaya dan adat istiadat yang berbeda-beda. “Provinsi NTT masyarakatnya mayoritas beragama Kristen, dan NTB mayoritas warganya beragama Islam, sedangkan Bali mayoritas penduduknya beragama Hindu. Dengan adanya keanekaragaman budaya dan adat istiadat yang berbeda itu, maka wilayah Kodam IX/Udayana dapat dikatakan sebagai miniaturnya Indonesia,” ujar Irdam IX/Udayana Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede, ST., MSi., mewakili Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, SIP., di Ruang Sthana Yudha Makodam IX/Udayana, Senin (23/4). Pernyataan itu disampaikan Irdam di hadapan rombongan Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Angkatan-LVI Sekolah Komando Angkatan Darat (Sekoad) TA 2018 yang dipimpin Kolonel Czi Ferri Istiawan, dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Lapangan Dalam Negeri (KKLDN) di wilayah Kodam IX/Udayana. Keberadaan wilayah darat Kodam IX/Udayana di bagian ujung timur berbatasan langsung dengan wilayah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), dan memiliki empat pulau terluar (puter), yaitu Pulau Batek, Pulau Mengudu, Pulau Dana Sabu, dan Pulau Dana Rote. Dengan kondisi tersebut maka memerlukan perhatian dan pengamanan secara terencana dan efektif. “Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pelanggaran perbatasan, maupun pengakuan negara lain atas pulau terluar yang ada di wilayah Kodam IX/Udayana, sehingga kedaulatan NKRI tetap terjaga,” katanya, seraya menuturkan, wilayah Bali dan Nusa Tenggara saat ini menjadi salah satu daerah tujuan wisata utama di Tanah Air oleh para wisatawan domistik dan mancanegara, Karena itu, stabilitas dan keamanan wilayah Bali dan Nusa Tenggara sangat penting untuk dijaga, bahkan wilayah Bali menjadi barometer untuk menilai stabilitas dan keamanan di Indonesia. Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman, diperlukan sinergitas TNI-Polri, terlebih saat ini merupakan tahun politik pelaksanaan pilkada serentak sehingga stabilitas keamanan harus tetap terjaga dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Kolonel Czi Ferri Istiawan selain menyampaikan ucapan terima kasih, juga menjelaskan tujuan KKLDN kali ini untuk menambah wawasan para Pasis, khususnya tentang program dan pelaksanaan pembinaan teritorial yang dilaksanakan di satuan kewilayahan jajaran Kodam IX/Udayana. Selanjutnya, akan dijadikan bahan kajian dan disusun sebagaii sumbangsih para Pasis dalam pengembangan pembinaan teritorial. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Aster Kasdam IX//Udayana, para Perwira Staf Ahli, LO-AL, LO-AU, dan sejumlah perwira Kodam IX/Udayana. Kunjungan tersebut diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama. 

wartawan
Djoko Moeljono
Category

Pansus TRAP Bongkar Proyek Bermasalah di Nusa Penida, Dari Lift Kaca hingga Bungee Jumping

balitribune.co.id | Nusa Penida - Proyek ambisius pembangunan lift kaca setinggi 180 meter di tebing ikonik Pantai Kelingking, Nusa Penida, resmi dihentikan sementara. Langkah tegas itu diambil usai Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali menggelar inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek, Jumat (31/10).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Didanai Investor Tiongkok, Proyek Lift Pantai Klingking Miliki Izin Lengkap dari Pusat

balitribune.co.id | Nusa Penida - Proyek lift kaca di kawasan wisata Pantai Klingking, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung ramai menuai komentar baik yang pro maupun yang kontra. Meski banyak yang mengkritik, karena dikhawatirkan merusak keindahan alam, tetapi proyek yang digadang-gadang menelan biaya Rp200 miliar dan didanai investor asing Tiongkok tersebut rupanya telah mengantongi izin dari pusat.

Baca Selengkapnya icon click

Hadir dengan Penyegaran Terbaru, New Honda Genio Makin Bergaya Retro dan Fashionable

balitribune.co.id | Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penyegaran pada New Honda Genio dengan menghadirkan kombinasi warna dan striping baru yang semakin memperkuat gaya retro dan fashionable. Tampilan baru ini merepresentasikan gaya hidup kekinian bagi anak muda yang ingin tampil beda, tetap praktis, dan nyaman dalam berkendara. Hal ini merefleksikan karakter generasi muda yang ekspresif dan percaya diri.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Gus Par Buka Pelatihan URBANSAR, 44 Personel Damkar Karangasem Ditempa Basarnas

balitribune.co.id | Amlapura - Berdiri di kaki Gunung Agung, Karangasem sadar, keindahan datang bersama risiko. Saat bencana datang, harapan terakhir warga ada di tangan aparatur daerah. ​Untuk itu, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Gus Par), menantang langsung nyali pasukan 'Tim Api Gumi Lahar'.

Baca Selengkapnya icon click

G***k Sang Mandor, Tiga Buruh ini Ngaku Sakit Hati

balitribune.co.id | Gianyar - Dalam hitungan empat hari, sejak penemuan Mayat I Wayan  Sedhana (54) dalam kondisi Leher nyaris putus terg***k, pelakunya akhirnya terungkap. Yakni tiga buruh bangunan yang dipekerjakan oleh korban. Ketiga pelaku ditangkap di perbatasan Jember -Banyuwangi saat berupaya melarikan diri. Mereka membunuh sang mandor karena merasa Sakit hati sering diomelin dan kadang ditampar saat bekerja.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.