Rai Mantra Minta Tidak Panik meski Pasien Covid-19 Capai 715 Orang | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 07 Agustus 2020
Diposting : 8 July 2020 00:11
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Bali Tribune/ IB Rai Dharnawijaya Mantra
Balitribune.co.id | Denpasar -  Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar hingga kini tercatat sedikitnya 715 orang positif, 12 orang meninggal, 271 orang sembuh dan 432 orang masih dalam perawatan.
 
Menyikapi ini, Walikota IB Rai Dharnawijaya Mantra, Selasa (7/7) minta masyarakat jangan panik dan tetap menjaga disiplin protokol kesehatan. Bahkan, kata Rai Mantra, ini merupakan upaya kerja serius dari  gugus tugas dalam pemilahan warga untuk percepatan penanganan saat penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru (TKEB) mulai 9 Juli mendatang, sehingga tracing agresif disertai testing masif serta isolasi atau karantina akan terus digencarkan.
 
 "Semakin tinggi kasus, itu artinya semakin banyak kasus ditemukan di masyarakat, sehingga dapat mengurangi potensi penularannya, juga dapat sesegera mungkin memisahkan antara yang terpapar dan yang sehat dapat beraktivitas dan aman Covid-19, artinya tidak merugikan satu sama lain, terutama dalam menjalankan aktivitas ekonominya," ujar Rai Mantra yang juga Ketua GTPP Covid-19 Kota Denpasar.
 
Rai Mantra didampingi Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai menjelaskan, secara logika jika penyebaran kasus sudah dideteksi atau   dapat dikendalikan, maka upaya pencegahan penularannya dapat dioptimalkan. Sehingga meningkatnya jumlah angka kasus melalui tracing dan testing secara masif berhasil menemukan kasus Covid-19 di masyarakat dan upaya ini dapat melindungi warga Kota Denpasar dengan mengurangi angka penularannya di masyarakat.
 
"Coba bayangkan, bagaimana kalau tidak ditemukan kasusnya, itu akan menjadi efek bola salju suatu saat nanti, hal ini yang harus kita hindari, pemerintah dan masyarakat wajib bekerja sama untuk mencegah meluasnya Covid-19. Di samping itu pula penyebaran ini ditemukan paling banyak pada klaster pasar, pelaku perjalanan dalam negeri dan rumah tangga, dengan dilakukan tes dan tracking dari klaster penularannya dapat ditekan sampai saat ini klaster ditimbulkan dari mobilisasi logistik dari luar pulau yang tidak  terdeteksi dalam pengawasan," kata Rai Mantra.
 
Sampai saat Pemkot Denpasar sudah melakukan test swab berbasis PCR sebanyak 3.559 orang dan test rapid sebanyak 13.634 orang.