Rangkaian KTT G20 Berakhir, Pengamanan masih Diberlakukan di Gilimanuk | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 05 Februari 2023
Diposting : 18 November 2022 05:22
PAM - Bali Tribune
Bali Tribune / PERIKSA - Petugas melakukan pemeriksaan secara intensif kepada pelaku perjalanan yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Pola pengamanan KTT G20 ini dipastikan masih diberlakukan di Gilimanuk.

balitribune.co.id | Negara - Kendati seluruh agenda KTT G20 telah usai, namun pola pengamanan selama operasi Puri Agung 2022 dipastikan tetap diberlakukan di pintu masuk Bali yang ada di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. Nantinya setelah penarikan personel yang terlibat operasi pengamanan KTT G20 ditarik, rangkaian pemeriksaan akan dijadikan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

Pascaberakhirnya rangkaian KTT G20 di Nusa Dua, kini pola pengamanan selama operasi Puri Agung 2022 masih tetap diberlakukan di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

Selama Operasi Puri Agung 2022, pemeriksaan pintu masuk Bali di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk dilakukan secara intensif. Pelaku perjalanan yang baru turun dari kapal melalui sejumlah pemeriksaan. Seluruh pengendara kendaraan bermotor yang akan masuk Bali diperiksa kelengkapan dokumen berkendaranya di Pos II.

Pelaku perjalanan yang masuk Bali juga diarahkan melalui validasi maupun scan wajah hingga pemeriksaan identitas di Pos Pemeriksaan KTP di Terminal Pemumpang Gilimanuk.

Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana dikonfirmasi melalui ponselnya, Kamis (17/11) malam menyatakan operasi pengamanan KTT G20 akan berakhir Kamis malam.“Kamis malam dinyatakan selesai. Personel juga ditarik,” ujarnya. Namun pihaknya memastikan pola pengamanan di pintu masuk Bali itu masih tetap berlaku.

“Tapi ada perpanjangan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Jadi tetap nanti dilakukan oleh personel Polres bersama Polsek yang bertugas di Pelabuhan Gilimanuk. Pola pengamanan tetap hanya jumlah personel tidak sebanyak kemarin,” jelasnya.

Ia menyebut sejumlah sarana prasarana pengamanan yang dipasang di Gilimanuk selama pengamanan KTT G20 juga masih terpasang di Gilimanuk.

“Kemungkinan masih tetap ditempatkan di sana. Kecuali yang milik Inafis” ungkapnya.

Selama berlangsungnya pengamanan KTT G20 di pintu masuk Bali di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, ia menyetakan tidak ada kejadian menonjol.

“Tidak ada kejadian menonjol, gangguang stabilitas nihil. Cuaca dan kondisi perairan selat Bali juga aman, tidak ada gangguan arus penyeberangan,” paparnya.

Pihaknya pun mengapresiasi sinergitas dan kekompakan seluruh stakeholder yang terlibat dalam pengamanan KTT G20 termasuk masyarakat Jembrana yang sudah mendukung pengamanan.

“Kepada semua pihak yang sudah mendukung pola pengamanan khususnya di Gilimanuk, terutama masyarakat yang sudah benar-benar memahami dan mengikuti pola pengamanan yang dilakukan, kami sampaikan terima kasih,” ujarnya.

Ia memastikan selama berlangsungnya operasi juga tidak ada rombongan delegasi melalui Pelabuhan Gilimanuk. Untuk jalur darat menurutnya hanya melintas sarana-prasarana.“Dari pantauan tidak ada, hanya pelaku perjalanan yang menggunakan jasa dan fasilitas penyeberangan,” paparnya. 

“Hanya sarpras dari Jawa yang digunakan saja melintas,” imbuhnya sembari menyebut berlangsungnya KTT G20 tidak sampai menyebabkan lonjakan mobilitas baik pelaku perjalanan yang masuk Bali maupun yang keluar Bali di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

“Tidak ada peningkatan yang cukup signifikan. Kalaupun ada work from home (WFH) kan wilayah-wilayah tertentu yang berdekatan dengan lokasi,” tegasnya. Kini pihaknya juga menyatakan mengatensi arus balik sarana-prasarana yang digunakan saat KTT G20.

“Tentu akan kita antisipasi untuk baliknya. Karena dari TNI, dari Mabes Polri sarana prasaranya kan tidak semua ditinggalkan di Bali,” paparnya. Bahkan arus balik sarana prasarana menurutnya sudah mulai melintas di Gilimanuk. Ia menyebut mulai Kamis siang sejumlah sarana prasarana untuk KTT G20 tersebut sudah kembali ke satuan atau unit induknya masing-masing, “sudah ada beberapa yang melintas. Seperti dari K9 dan Dit Pamobvit. Tapi tidak berbarengan karena masih ada yang standby,” tandasnya.