Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Rangkaian KTT G20 Berakhir, Pengamanan masih Diberlakukan di Gilimanuk

Bali Tribune / PERIKSA - Petugas melakukan pemeriksaan secara intensif kepada pelaku perjalanan yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Pola pengamanan KTT G20 ini dipastikan masih diberlakukan di Gilimanuk.

balitribune.co.id | Negara - Kendati seluruh agenda KTT G20 telah usai, namun pola pengamanan selama operasi Puri Agung 2022 dipastikan tetap diberlakukan di pintu masuk Bali yang ada di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. Nantinya setelah penarikan personel yang terlibat operasi pengamanan KTT G20 ditarik, rangkaian pemeriksaan akan dijadikan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

Pascaberakhirnya rangkaian KTT G20 di Nusa Dua, kini pola pengamanan selama operasi Puri Agung 2022 masih tetap diberlakukan di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

Selama Operasi Puri Agung 2022, pemeriksaan pintu masuk Bali di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk dilakukan secara intensif. Pelaku perjalanan yang baru turun dari kapal melalui sejumlah pemeriksaan. Seluruh pengendara kendaraan bermotor yang akan masuk Bali diperiksa kelengkapan dokumen berkendaranya di Pos II.

Pelaku perjalanan yang masuk Bali juga diarahkan melalui validasi maupun scan wajah hingga pemeriksaan identitas di Pos Pemeriksaan KTP di Terminal Pemumpang Gilimanuk.

Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana dikonfirmasi melalui ponselnya, Kamis (17/11) malam menyatakan operasi pengamanan KTT G20 akan berakhir Kamis malam.“Kamis malam dinyatakan selesai. Personel juga ditarik,” ujarnya. Namun pihaknya memastikan pola pengamanan di pintu masuk Bali itu masih tetap berlaku.

“Tapi ada perpanjangan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Jadi tetap nanti dilakukan oleh personel Polres bersama Polsek yang bertugas di Pelabuhan Gilimanuk. Pola pengamanan tetap hanya jumlah personel tidak sebanyak kemarin,” jelasnya.

Ia menyebut sejumlah sarana prasarana pengamanan yang dipasang di Gilimanuk selama pengamanan KTT G20 juga masih terpasang di Gilimanuk.

“Kemungkinan masih tetap ditempatkan di sana. Kecuali yang milik Inafis” ungkapnya.

Selama berlangsungnya pengamanan KTT G20 di pintu masuk Bali di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, ia menyetakan tidak ada kejadian menonjol.

“Tidak ada kejadian menonjol, gangguang stabilitas nihil. Cuaca dan kondisi perairan selat Bali juga aman, tidak ada gangguan arus penyeberangan,” paparnya.

Pihaknya pun mengapresiasi sinergitas dan kekompakan seluruh stakeholder yang terlibat dalam pengamanan KTT G20 termasuk masyarakat Jembrana yang sudah mendukung pengamanan.

“Kepada semua pihak yang sudah mendukung pola pengamanan khususnya di Gilimanuk, terutama masyarakat yang sudah benar-benar memahami dan mengikuti pola pengamanan yang dilakukan, kami sampaikan terima kasih,” ujarnya.

Ia memastikan selama berlangsungnya operasi juga tidak ada rombongan delegasi melalui Pelabuhan Gilimanuk. Untuk jalur darat menurutnya hanya melintas sarana-prasarana.“Dari pantauan tidak ada, hanya pelaku perjalanan yang menggunakan jasa dan fasilitas penyeberangan,” paparnya. 

“Hanya sarpras dari Jawa yang digunakan saja melintas,” imbuhnya sembari menyebut berlangsungnya KTT G20 tidak sampai menyebabkan lonjakan mobilitas baik pelaku perjalanan yang masuk Bali maupun yang keluar Bali di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

“Tidak ada peningkatan yang cukup signifikan. Kalaupun ada work from home (WFH) kan wilayah-wilayah tertentu yang berdekatan dengan lokasi,” tegasnya. Kini pihaknya juga menyatakan mengatensi arus balik sarana-prasarana yang digunakan saat KTT G20.

“Tentu akan kita antisipasi untuk baliknya. Karena dari TNI, dari Mabes Polri sarana prasaranya kan tidak semua ditinggalkan di Bali,” paparnya. Bahkan arus balik sarana prasarana menurutnya sudah mulai melintas di Gilimanuk. Ia menyebut mulai Kamis siang sejumlah sarana prasarana untuk KTT G20 tersebut sudah kembali ke satuan atau unit induknya masing-masing, “sudah ada beberapa yang melintas. Seperti dari K9 dan Dit Pamobvit. Tapi tidak berbarengan karena masih ada yang standby,” tandasnya.

wartawan
PAM
Category

Wabup Bagus Alit Sucipta Jamin Stabilitas Harga Jelang Nyepi dan Idul Fitri

balitribune.co.id I Mangupura - Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta membuka Pasar Murah dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Umum Pratu I Gusti Ngurah Jana, Kelurahan Sading, Selasa (10/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Badung Janjikan Çaka Fest 2027 Lebih Spektakuler

balitribune.co.id I Mangupura - Kemeriahan kompetisi kreativitas pemuda di Kabupaten Badung mencapai puncaknya. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi menutup gelaran "Badung Çaka Fest 2026" di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (8/3/2026) malam.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

KSOP Celukan Bawang Siapkan Program Mudik Gratis

balitribune.co.id I Singaraja - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Laut Celukan Bawang, mulai mematangkan persiapan guna menghadapi lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran tahun ini. Persiapan ini mencakup ketersediaan armada kapal reguler, program mudik gratis, hingga penyesuaian jadwal pelayaran menyusul kedekatan momen Idul Fitri dengan Hari Raya Nyepi.

Baca Selengkapnya icon click

Tak Hanya Panggung Kreativitas Ogoh-Ogoh, Badung Caka Fest Putar Ekonomi Hingga Rp 1,49 Miliar

balitribune.co.id | Mangupura - Dalam sambutannya di Badung Caka Fest Tahun 2026 beberapa waktu lalu, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan bahwa Badung Caka Fest tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara seni, kreativitas, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tanah Merayap di Lokapaksa Berstatus Waspada, BMKG Pastikan Bukan Dipicu Aktivitas Tektonik

balitribune.co.id I Singaraja - Fenomena tanah merayap yang terjadi di Banjar Dinas Sorga Mekar, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, mendapat perhatian dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Hasil kajian awal disebut tanah merayap tersebut bukan dipicu aktivitas tektonik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.