Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Rayakan Imlek di Jalan, Wujudkan Keragaman dan Keharmonisan

Bali Tribune/IMLEK - Kemeriahan suasana perayaan Tahun Baru Imlek bersama yang digelar di jalan Minggu malam kemarin.
balitribune.co.id | Negara - Berbeda dengan perayaan pada tahun-tahun sebelumnya, perayaan tahun baru Imlek di Jembrana tahun 2020 ini selain dipusatkan di wantilan, konco atau Vihara masing-masing, untuk pertamakalinya tahun 2019 ini dilaksanakan di jalan. Perayaan dilaksanaka di Jalan Hasanudin, Kelurahan Dauhwaru, Jembrana, Minggu (9/2) petang hingga malam.
 
Selain dihadiri umat Khonghucu, perayaan bersama Tahun Baru Imlek di Kabupaten Jembrana yang diselenggarakan di ruas jalan perkotaan di sebelah barat Gedung Kesenian Bung Karno Jembrana diikuti antusias oleh masyarakat umum. Kemeriahan tampak dari sejumlah property seperti lampion dan lampu hias warna warni yang telah dipasangan sebelumnya. Kemeriahan perayaan yang dipusatkan di pusat keramaian ini juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan kesenian dan budaya warga Tionghoa sebagi wujud keragaman dan kerukunan antar umat di kabupaten ujung barat pulau dewata.
 
Senada dengan pernyataan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat peringatan bertahtanya Yang Mulia Kong Co Tan Hu Cin Jin ke-XVII dan perayaan Tahun Baru Imlek di TTID Cung Ling Bio Kelurahan Banjar Tengah, Negara beberapa waktu lalu, Bupati Jembrana I Putu Artha saat menghadiri perayaan Imlek Minggu kemarin juga menyatakan perayaan Tahun Baru Imlek di jalan tersebut dimaksudkan agar masyarakat umum bisa mengenal lebih banyak keragaman budaya sehingga toleransi dan kerukunan antar umat di Jembrana bisa selalu terjaga dan saling menghormati. "Kita ingin berkah Imlek bisa dinikmati dan dirayakan segenap lapisan warga Jembrana. Tidak hanya berbagi kebahagiaan, juga sekaligus untuk mendekatkan budaya, kita kenalkan secara langsung kekayaan dan keragaman yang ada di Jembrana. Ada perayaan Cap Go Meh serta tarian barongsai yang bisa ditonton masyarakat dilokasi terbuka,” ujarnya.  
 
Melalui kesenian, pihaknya juga ingi menunjukkan keberadaan umat Tionghoa Jembrana betul-betul diterima dengan baik dan bisa diketahui khalayak ramai. Harapannya masyarakat jadi lebih tahu dan merasakan kebersamaan. Pihaknya juga mengajak umat beragama di Jembrana untuk selalu menjaga keharmonisan yang telah terjalin dengan baik agar tidak ada benturan dengan mengedepankan semangat toleransi. Kendati Jembrana saat ini heterogen, namu situasi masyarakat dinilainya cukup kondusif. “Saya ingin mengajak seluruh umat jangan mudah terprovokasi kabar hoaks. Pengalaman pilpres dan Pileg 2019 lalu mengajarkan kita lebih dewasa, bahwa hoaks diciptakan untuk mengadu domba dan memecah belah. Maka pintar-pintarlah memilah informasi, cek dulu kebenarannya,” tegasnya.
 
Panitia Peringatan Imlek Budi Darma mengatakan perayaan Imlek bersama yang pertamakalinya digelar ditempat terbuka tersebut, salah satunya untuk lebih mendekatkan diri antara etnis Tionghoa di Jembrana ditengah masyakarat. “Selain pertunjukan budaya, kita juga sediakan stand kuliner berisi makanan khas etnis Tionghoa. Misalnya ada lontong Cap Go Meh dan menu lainnya,” terangnya. 
 
Perayaan kali ini juga melibatkan warga etnis Tionghoa yang berdomisili di Jembrana yang kini sudah mencapai 600 KK. “Kita berasal dari suku yang sama, kendati agamanya berbeda-beda,” tandasnya. 
wartawan
habit
Category

Sebut Penetapan Tersangka Kakanwil BPN Bali 'Ugal-ugalan', GPS Siap Uji Polda Bali di Praperadilan

balitribune.co.id | Denpasar - Tim penasihat hukum Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Provinsi Bali, I Made Daging, kembali melontarkan kritik keras terhadap dasar hukum penetapan kliennya sebagai tersangka. Bahkan penetapan tersangka oleh penyidik Dit Reskrimsus Polda Bali itu disebut "ugal - ugalan" dan sarat kepentingan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Monsun Asia Aktif Picu Angin Kencang dan Peningkatan Tinggi Gelombang, Pelaku Wisata Bahari Diimbau Waspada

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam akun resminya, bmkgbali pada Rabu (21/1) mengimbau masyarakat Bali untuk tetap waspada potensi cuaca ekstrem tanggal 21-27 Januari 2026. Pada periode tersebut sebagian besar wilayah Bali sudah memasuki puncak musim hujan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.