Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Realisasi BLT Badung Jadi Pertanyaan Masyarakat, Alit Yandinata Minta Teknis Pencairan Diperjelas

Bali Tribune/ Alit Yandinata
balitribune.co.id | Mangupura  - Kebijakan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada seluruh kepala keluarga (KK) di Kabupaten Badung selama PPKM mendapat dukungan dan apresiasi dari Komisi III DPRD Badung.
 
Hanya saja, komisi yang membidangi pendapatan dan aset daerah ini meminta eksekutif dalam hal ini instansi terkait benar-benar bekerja cepat dan cermat  agar bantuan ini tidak sampai menimbulkan kegaduhan karena minimnya koordinasi dan sosialisasi ke masyarakat.
 
Ketua Komisi III DPRD Badung I Putu Alit Yandinata menyatakan bantuan BLT sebesar Rp 300 ribu ini sudah sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Badung. Oleh karena itu, pihaknya berharap tidak ada masyarakat yang tercecer dalam memperoleh bantuan ini. Apalagi bantuan memakai basis data per kepala keluarga (KK).
 
“Kebijakan Bapak Bupati dalam memberikan BLT ini (kepada seluruh KK Badung yang tidak menerima bantuan dari pusat, red) sangat kami apresiasi. Karena bantuan ini memang sangat ditunggu-tunggu dan dibutuhkan oleh masyarakat di tengah situasi sulit seperti sekarang ini,” ujarnya, Senin (26/7/2021).
 
Hanya saja, Alit Yandinata berharap untuk menghindari terjadinya kegaduhan, teknis penyaluran agar diperjelas. Sebab, di sejumlah tempat bantuan sudah diserahkan secara simbolis, namun di sisi lain masyarakat banyak yang mempertanyakan realisasi bantuan tersebut.
 
“Teknis penyaluran dan pencairan BLT ini harus diperjelas, biar masyarakat tidak bertanya-tanya terus. Kasian Kaling dikejar-kejar masyarakat dimintain BLT sementara Kaling juga nggak tahu,” kata Alit Yandinata.
 
Lebih lanjut dikatakan bila bantuan ditransfer lewat rekening Bank BPD Bali, ia pun meminta pemerintah dan pihak BPD Bali memfasilitasi masyarakat yang belum memiliki rekening. Ini penting, agar masyarakat tidak berbondong-bondong dan berkerumun di bank hanya untuk pembukaan rekening baru. Begitu juga masyarakat yang sudah punya rekening, kalau memang rekening tersebut bisa langsung digunakan agar disosialisasikan kembali.
 
“BLT ini kan per KK. Ada sekitar 98 ribu lebih KK yang akan dapat. Jadi, secara teknis karena lewat rekening maka pemerintah harus memastikan semua calon penerima ini punya rekening dulu. Kalau belum, bantu dan fasilitasi mereka membuat rekeningnya. Karena kan tidak mungkin ada PPKM semua berbondong-bondong ke bank sementara di sana tidak boleh berkerumun. Jadi, kami harap ada sistem jemput bola lah ke desa/kelurahan,” kata Alit Yandinata.
 
Selain itu, masyarakat juga diimbau proaktif. Sebab, tidak mungkin bantuan dicairkan apabila belum memenuhi persyaratan dan tidak punya rekening.
 
“Banyak sekali yang bertanya kok BLT tidak cair? Ini wajar karena mereka tidak tahu bahwa yang akan menerima itu sekian (98 ribu KK lebih) dan ada teknisnya,” papar anggota DPRD Badung tiga periode ini.
 
Dalam proses penyaluran bantuan ini, politisi PDIP asal Dauh Yeh Cani Abiansemal ini, juga meyakini akan muncul beragam persoalan baru yang harus diantisipasi oleh pemerintah. Misalnya terkait validasi data KK dan bantuan yang double.
 
“Kita tidak bisa menutup mata. Saat ada bantuan pasti akan ada persoalan-persoalan baru. Dan ini harus diperhatikan oleh pemerintah. Contohnya soal KK. Bisa jadi data KK di Disdukcapil beda dengan data di lapangan. Dan siap-siap saja diperjalanan ada perubahan data,” pungkas Alit Yandinata.
 
Seperti diketahui, Pemkab Badung telah memutuskan memberikan bantuan BLT selama PPKM kepada seluruh KK yang ada di daerahnya. Besaran bantuan Rp 300 ribu per KK. Bantuan menyasar seluruh KK Badung yang tidak menerima bantuan dari pusat.
 
Saat ini penyalurannya sedang berproses. Bupati Giri Prasta bahkan sudah melakukan penyerahan secara simbolis di tiap-tiap kecamatan.
 
Berdasarkan data sementara ada sekitar 98.830 KK dari 129.149 KK di Gumi Keris. Sementara sisanya sebanyak 30.319 KK sudah menerima bantuan dari pusat. Kemungkinan data tersebut masih bisa berubah karena cleansing data masih berlangsung.
wartawan
ANA
Category

Polemik Kajang-Tirta, Klian Pura Tangkas Minta Pasemetonan Tenang

balitribune.co.id | Semarapura - Klian Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung, I Putu Sudiarta, mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak memperkeruh polemik terkait Kajang dan Tirta Kawitan. Persoalan ini sebelumnya melibatkan pihak Pura Kawitan dengan Desa Adat Tangkas, Kecamatan Klungkung.

Baca Selengkapnya icon click

Gagal Beroperasi, Pemkab Jembrana Usulkan Pencabutan Dua Perda BPR

balitribune.co.id | Negara - Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jembrana dipastikan batal terwujud. Setelah mangkrak dan tidak pernah terealisasi sejak regulasinya diterbitkan pada 2017 silam, eksekutif dan legislatif Kabupaten Jembrana kini resmi mengusulkan pencabutan dua produk hukum yang menjadi landasan hukumnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BI Bali Dorong UMKM Naik Kelas, Akses Pembiayaan Capai Rp5,8 Miliar

balitribune.co.id | Denpasar - Akses pembiayaan menjadi salah satu kunci bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar. Karena itu, sinergi antara pemerintah, perbankan, Bank Indonesia, dan pelaku usaha terus diperkuat agar kebutuhan pembiayaan UMKM dapat dipertemukan dengan sumber pendanaan yang tepat.

Baca Selengkapnya icon click

Resmi Diluncurkan, Gilimanuk Jadi Titik Utama Proyek PLTS 100 GWp

balitribune.co.id | Negara - Pemerintah resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sebagai salah satu langkah strategis mempercepat terwujudnya swasembada dan kedaulatan energi nasional. Peluncuran program tersebut ditandai dengan groundbreaking sejumlah proyek PLTS, termasuk di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kemarau Melanda, Petani Tabanan Biarkan Sawah Menganggur

balitribune.co.id | Tabanan - Sejumlah petani di Kabupaten Tabanan terpaksa membiarkan sawah mereka menganggur atau bero akibat terpaan kemarau panjang yang memicu kekeringan.

Hal ini dilakukan sejumlah petani di beberapa subak lantaran seretnya pasokan air irigasi yang mengalir ke kawasan pertanian mereka. Hingga pertengahan Agustus 2026, fenomena tanah terbengkalai ini melanda puluhan hektare lahan di beberapa wilayah.

Baca Selengkapnya icon click

Pegadaian Cabang Rasanae Salurkan Bantuan Rp275 Juta untuk Pembangunan Jembatan Raba Sa’u Desa Mawu

balitribune.co.id | Bima - Harapan masyarakat Desa Mawu Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk memiliki akses jembatan yang lebih layak kembali mendapat perhatian. Melalui program Pegadaian Peduli, PT Pegadaian (Persero) Cabang Rasanae menyalurkan bantuan senilai Rp275 juta untuk mendukung pembangunan Jembatan Raba Sa’u, Desa Mawu. Pembangunan jembatan tersebut menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.