Ringankan Biaya Kuliah Terdampak Covid-19, Gubernur Koster Kucurkan BST PT Rp 13,8 Miliar untuk 9.412 Mahasiswa | Bali Tribune
Bali Tribune, Kamis 29 Oktober 2020
Diposting : 9 June 2020 19:50
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune / BST - Gubernur Bali Wayan Koster saat menyerahkan BST PT kepada mahasiswa

balitribune.co.id | Denpasar – Tidak hanya untuk siswa SD hingga SMA sederajat dari sekolah swasta, Pemerintah Provinsi Bali juga memberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) Perguruan Tinggi (PT)

kepada mahasiswa yang terdampak Covid-19. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster kepada perwakilan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Bali di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Selasa (9/6).

Pada kesempatan itu Gubernur Koster menyampaikan bahwa BST PT diberikan kepada mahasiswa yang orangtuanya kena imbas Covid-19 seperti dirumahkan, kena pemutusan hubungan kerja atau usahanya tak bisa berjalan. Selain itu, bantuan juga ditujukan bagi mahasiswa yang membiayai sendiri kuliahnya dengan bekerja paruh waktu dan di tengah Covid-19 terpaksa harus berhenti bekerja.

BST-PT dialokasikan dari dana APBD Pemprov Bali dan merupakan inisiatif kebijakan Gubernur Koster. Hal ini untuk melengkapi skema bantuan pemerintah pusat serta memberikan bantuan nyata bagi para mahasiswa terdampak Covid-19. "Dalam upaya penanganan dampak Covid-19, pusat menerapkan skema penyaluran bantuan berbasis data terpadu kesejahteraan sosial. Bantuan tersebut disalurkan sejumlah kementerian seperti Kementerian Sosial dan Kementerian Tenaga Kerja," jelas Gubernur Koster. 

Kata dia, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan dalam bentuk bantuan langsung tunai dan bantuan sosial tunai, sementara Kementerian Tenaga Kerja punya program kartu pra kerja. Guna mengoptimalkan upaya penanganan dampak Covid-19, Pemprov Bali mengambil kebijakan untuk melengkapi program pusat dengan menyentuh sektor yang belum terakomodir skema pusat, salah satunya bidang pendidikan. 

"Kita sadar bahwa yang terdampak bukan hanya masyarakat di desa dan para pekerja, dunia pendidikan juga kena imbas,” ucap Koster didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali IKN Boy Jayawibawa.

Pemprov Bali mengalokasikan dana total BST-PT sebesar Rp 13.879.000.000 dengan total penerima bantuan sebanyak 9.412 orang. Dari total jumlah bantuan tersebut, sebesar Rp 4.507.000.000 diperuntukkan bagi Perguruan Tinggi Negeri dengan sasaran 3.164 mahasiswa. 

Sedangkan realisasi BTS untuk Perguruan Tinggi Swasta sebesar Rp 9.372.000.000 yang diperuntukkan bagi 6.248 mahasiswa. Tiap mahasiswa memperolah bantuan tunai sebesar Rp 1.500.000 untuk meringankan beban pembayaran uang kuliah ditengah pandemi Covid-19.Kepada mahasiswa penerima BST, pria yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Bali ini berpesan agar tetap semangat dalam menempuh pendidikan hingga suatu hari nanti bisa menjadi kebanggaan keluarga. 

"Ditengah situasi prihatin, para mahasiswa juga agar memanfaatkan uang secara bijak. Dampak pandemi Covid-19 yang dirasakan oleh sebagian besar kelompok masyarakat hendaknya makin memantik semangat para mahasiswa untuk terus bergerak dalam tatanan kehidupan era baru, melatih diri memecahkan persoalan dan melepaskan diri dari ketergantungan," kata orang nomor satu di Bali ini

Ia mengingatkan bahwa masa depan ada di tangan adik-adik mahasiswa. Jangan tergantung pada warisan orang tua, jangan manja dan menghambur-hamburkan duit orang tua serta tekuni kegiatan positif dan menjauhi narkoba.

Koster pun menyemangati para mahasiswa dengan berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya. Gubernur Koster berasal dari keluarga kurang mampu. Namun, kondisi ekonomi itu tidak mampu memadamkan tekadnya untuk bersekolah setinggi mungkin. Saat belajar di Institut Teknologi Bandung (ITB), Koster membiayai sendiri kuliahnya dengan bekerja sebagai pembimbing belajar bagi murid SMP dan SMA. 

Ia juga sangat aktif dalam organisasi kampus yang kemudian memberinya jaringan luas dalam kancah politik nasional. "Orang bangga karena orang tuanya kaya, saya bangga karena orang tua miskin. Karena kondisi prihatin itulah yang telah menempa dan melatih diri saya dengan keras. Sehingga menjadi orang yang tahan banting, dan bisa bertahan seperti sekarang,” paparnya.

Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris UNUD,  Ni Putu Mega Purnami mengakui bahwa kebijakan ini sebagai langkah yang luar biasa dan sangat membantu. Sebagai anak dari orang tua yang kena PHK, Purnami merasa sangat terbantu program BST ini. Hal senada juga diutarakan Ni Kadek Dwi Putri Dianawati yang saat ini menempuh pendidikan di ISI Denpasar. "Terima kasih pak gubernur dengan bantuan ini beban orangtua saya berkurang dalam membayar uang kuliah," ucapnya.