Diposting : 24 September 2018 17:53
Agung Samudra - Bali Tribune
ROBOH - Kondisi rumah Ni Wayan Kenak yang roboh, di Banjar Bukti, Desa Yangapi, Tembuku, Bangli.
BALI TRIBUNE - Rumah satu-satunya milik Ni Wayan Kenak, roboh hingga rata dengan tanah, Jumat (21/9) malam.  Robohnya rumah dengan ukuran 8m x 3m tersebut mengahruskan Warga Banjar Bukti, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Bangli, ini tidur di balai dangin. Keseharian Ni  Wayan Kenak tinggal seorang diriinya I Wayan Jingga sudah meninggal dan anak satu-satunya, Ni Ketut Tirta sudah menikah dan tinggal bersama suami di Desa Serai, Kecamatan Kintamani. 
 
Ditemui, Wayan Kenak mengatakan bila bangunan yang ditempatinya selama ini terdiri dari satu kamar dan dapur. Sejatinya bangunan tersebut sudah rusak parah,dimana bagian rangka ats bangunan kayunya sudah rampuh, sehingga genting banyaknya yang bergeser. "Kalau hujan sudah pasti bocor," ujarnya, Minggu (23/9).  Hanya saja, karena tidak memiliki uang, dirinya belum bisa memperbaiki rumahnya. 
 
Pada malam kejadian rumah roboh, Wayan Kenak bisa cepat keluar dari dalak rumah, sehingga tidak sampai tertimpa material bangunan. Karena bnaguan roboh, kata Ni Wayan Kenak  untuk istirahat terpksa tidur di bale dangin milik kerbatanya. Nang Sadia. ”Bali dangin kami manfaatkan sebagai untuk tempat tidur dan sebagian lagi untuk memasak.  “Untuk menghindari hawa dingin bale dangin kami tutup dengan kampil,” ungkapnya.
 
Sambil menahan nafas, Ni Wayan Kenak mengaku sempat didatangi petugas dari desa, direncanakan akan mendapat bantuan bedah rumah. “Memang petugas sempat datang melakukan survai, namun sayang samapi rumah kami roboh bantuan tidak kunjung datang,” ungkapnya.
 
Selain itu  beberapa tahun terakhir tidak lagi menerima bantuan beras miskin. "Dulu dapat tapi sekarang tidak ada lagi," tuturnya seraya mengatakan sempat menikmati JKBM. Kemudian setelah peralihan, Wayan Kenak belum mendapat JKN-KIS.  Sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ni Wayan Kenak mengaku bekerja serabutan dengan penghasilan yang sangat minim. ”Apapun pekerjaan saya ambil, kadang disuruh menyabit, mencangkul bahan mengakut pupuk kotoran ayam,” jelasnya.
 
Camat Tembuku I Dewa Agung Putu Purnama menyampaikan bila untuk perbaikan rumah Wayan Kenak segara dilakukan. Perbaikan berkolaborasi dengan relawan. "Kondisi warga yang bersangkutan sudah disampaikan dari kepala dusun, ke perbekel. Kalau dipemerintahan tahun ini perencanaan, realiasasinya tahun depan," ungkapnya.
 
Disinggung, tidak masuknya Wayan Kenak sebagai KK miskin sehingga tidak menerima raskin, Agung Purnama tidak menampik hal tersebut. "Informasi yang kami terima, yang bersangkutan sejak tahun lalu tidak masuk daftar. Terkait hal ini tentu akan diproses kembali untuk diajukan," jelasnya.